Berjaya di PIMNAS Walau Masih Semester Kedua

Pengalaman adalah guru yang terbaik.  Sebuah pepatah yang dapat menjadi tonggak akan terciptanya sebuah karya inovasi dalam PIMNAS 25 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juli lalu.  Disaster Game Box, Media Edukasi Pengenalan Mitigasi Bencana Kepada Anak Usia Sekolah Dasar di Surabaya Melalui Metode Permainan yang Menyenangkan.  Mereka adalah Gede Bayu Anugerah, Muhammad Wahyudi, Muhammad Januar Fatoni, Muhammad Fasih, serta Defin Permadi.  Yang mana mereka adalah mahasiswa jurusan teknik elektro ITS semester kedua, kecuali Defin Permadi yang telah menginjak semester keempat.

Ide akan karya ini berawal dari pengalaman dari Bayu, ketua kelompok dari PKM-M tersebut, mempunyai pengalaman di Palang Merah selama 3 tahun di Kota Denpasar, Propinsi Bali.  Edukasi bencana yang dia lakukan saat itu tidaklah berjalan secara maksimal, akibat para peserta bosan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dari sanalah muncul sebuah metode edukasi bencana yang menyenangkan beserta empat alat peraga yakni Disaster Puzzle, Max n’ Match Discard, Disaster Gun, dan Tic Tac Bom Map kemudian dikemas dalam sebuah karya PKM Disaster Game Box.

Dalam perjalanan menuju PIMNAS 25 ini, terdapat beberapa hambatan, salah satunya dalam mencari mitra. Hal ini diakibatkan karena minimnya dana dan masih ada sedikit keraguan akan karya ini. Namun, Keraguan mereka hilang seketika setelah Dikti mengumumkan judul-judul PKM yang didanai dan judul PKM mereka adalah salah satunya. Beberapa hari kemudian, selama tiga hari, mereka mengimplementasikan karya mereka di SDN Juara Surabaya.  Pada hari pertama lebih memperkenalkan empat bencana yakni banjir, kebakaran, gempa bumi serta badai melalui film animasi, pada hari selanjutnya dimainkan empat permainan dan pada hari terakhir yakni simulasi dan minioutbond.

Sebagian besar dari tim ini mungkin belum genap satu tahun menjadi mahasiswa di ITS, namun kreatifitas dan kerja keras mereka patut diacungi jempol. Terbukti dalam PIMNAS 25, Disaster Game Box berhasil menyabet dua medali sekaligus, yakni medali emas pada kategori poster dan medali perak untuk kategori presentasi. Keunggulan dari karya ini karena inovasi yang benar-benar baru, bukan modifikasi ataupun pengembangan karya-karya sebelumnya, apalagi karya ini diilhami dari jumlah korban yang cukup signifikan pada gempa dan tsunami yang menyerang Aceh beserta Jepang.

Kedepannya, Bayu berharap ITS dapat menjadi juara umum di PIMNAS 26 di Banjarmasin. Saat ditanya mengenai kualitas atau kuantitas dalam karya PKM selanjutnya, dia menegaskan bahwa  lebih baik kualitas tetapi kuantitas itu perlu.(AR/FY)

About the author: admin