2013 Rice University Business Plan Competition (“RBPC”)

Welcome to the 2013 Rice University Business Plan Competition (“RBPC”). We appreciate your interest in participating in this year’s event, hosted by the Rice Alliance for Technology and Entrepreneurship and the Jesse H. Jones Graduate School of Business at Rice University.
Forty-two teams will be invited to compete in the 2013 RBPC at Rice University. Teams will compete for an expected $1 million + in prizes, including $900,000 in investment offers, over $500,000 in other cash prizes. Teams will have the opportunity to meet and network with over 250 venture capital principals, early stage investors, and successful entrepreneurs who will serve as judges for the competition.

GENERAL INFORMATION

Qualification to participate in the RBPC is determined by the criteria outlined in the Executive Summary section and by meeting the deadlines below.
(lebih…)

2013 BARD CENTER FOR ENTREPRENEURSHOP BUSINESS PLAN COMPETITION

Description
The Bard Center Business Plan Competition is one of the foremost events for early stage companies in Colorado. The first Bard Center Business Plan Competition was held in 2002 and the event has been growing ever since. It seeks to promote the development of high-caliber business plans, recognize the most outstanding plans with more than $50,000 in cash and in-kind awards from area businesses, and encourage the creation of new businesses.

During the past 12 years, the competition has spawned hundreds of business plans. Finalists and non-finalists alike have launched their ideas and started successful ventures. This year the competition will culminate on June 18, 2013 at the Four Seasons Hotel where finalists will present their proposals to a panel of judges and community members.

More than $50,000 in cash and in-kind awards:
First Place Winner: $10,000
Second Place Winner: $5,000
Third Place Winner: $2,500
2-4 Finalists: $1,000

Competition Time Line:
February 13, 2013 Orientation
March 25, 2013 Application Deadline
April 2013 (TBD) Plan Improvement Workshop
May 1, 2013 Complete Business Plans Due
May 2013 (TBD) Pitch Night
May 30, 2013 Finalists Announced
June 18, 2013 Final Presentation Competition

Website
http://www.ucdenver.edu/academics/colleges/business/about/Centers/bard/bpc/Pages/BPC.aspx (lebih…)

Rensselaer Business Competition

Describe
The goal for the Rensselaer Business Plan Competition is not only to provide teams with prizes of cash and in-kind services, but also to provide student entrepreneurs with the opportunity to improve their business plan through workshops, coaching and judging feedback sessions in preparation for the myriad of competition opportunities held annually each spring across the nation.

Website
http://scte.rpi.edu/rpibpc.html

or

http://www.bizplancompetitions.com/competitions/rensselaer-bpc/

Competition Organizer
Severino Center for Technological Entrepreneurship (lebih…)

PELATIHAN MICROCONTROLLER INTERNAL : MENINGKATKAN KUALITAS ILMU UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI

 

Rijalul Fikri , 22 Desember 2012

Suasana pelatihan microcontroller

Ketika ITS memasuki minggu tenang sebelum menghadapi EAS (Evaluasi Akhir Semester), bagi Divisi Workshop adalah waktu saatnya menimba ilmu lain, khususnya ilmu yang berhubungan dengan keprofesian Teknik Elektro. Karena kompetisi dan penelitian yang sering diikuti oleh anggota Divisi Workshop adalah kompetisi mengenai teknologi, yang tentunya dituntut menggunakan mikrokontroler, maka hari ini (red:22/12/12) Divisi Workshop mengadakan pelatihan mikrokontroler internal.

Pelatihan yang dimulai pukul  11.00 itu difokuskan untuk aplikasi Robot Line Follower, karena Robot Line Follower dianggap aplikasi dasar yang harus dikuasai oleh anggota Divisi Workshop. Pembahasan pertama adalah mengenai mekanik dasar tentang Robot Line Follower, tentunya hal ini bertujuan untuk me refresh ingatan peserta mengenai komponen- komponen elektronika .

Peserta pelatihan microcontroller

Selain itu pada pembahasan pertama juga dijelaskan tentang logika kerja ketika komponen disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika.  Meski sudah semakin siang, antusias peserta untuk ingin tahu tentang dasar- dasar elektronika sangat besar, sehingga banyak terjadi tanya- jawab yang menyebabkan pelatihan ini semakin hidup. Untuk materi kedua mengenai pengenalan dasar bahasa pemrograman, materi ini dilakukan dengan praktek langsung dan nantinya disimulasikan menggunakan robot, apakah program yang dibuat sudah sukses atau belum.

Babak Final EST Voly

suasana final voly elektro

21 Desember 2012, EST (Electrical Sports Tournament) voly telah mencapai babak final. Menyisakan 2 tim terkuat yang telah melewati babak demi babak EST Voly yang mulai diadakan pada pertengahan Oktober lalu. Adalah tim Doskar, yang terdiri dari Dosen dan Karyaman Teknik Elektro ITS, dan tim Kabinet yang terdiri dari fungsionaris Himatektro ITS.

Service pertama babak final voly ini dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Pada set yang pertama tampak kurang begitu menarik karena terkesan berat sebelah. Tim Kabinet nampak tidak dapat mengimbangi permainan dari Doskar. Hingga akhirnya set pertama dapat dimenangkan oleh tim doskar dengan mudah. Set kedua, tim Kabinet mulai menunjukkan kehebatannya sebagai salah satu finalis ajang voly tingkat jurusan ini. Akan tetapi Doskar masih terlalu kuat dan lebih berpengalaman, hingga akhirnya babak kedua inipun dimenangkan oleh tim Doskar.

Pada set ketiga, tim Kabinet meningkatkan tensi permainan dan lebih agresif dari sebelumnya. Smash demi smash diluncurkan dari kedua tim. Hingga akhirnya tim kabinet dapat membalikkan keadaan dengan memenangkan set kedua dan ketiga. Dengan ini pertandingan akan dilanjutkan ke set yang kelima. Pada set penentuan ini, tim Doskar menunjukkan kematangannya. Seperti kata pepatah, tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Tim Doskar dapat mengalahkan tim kabinet yang banyak melakukan kesalahan pada babak ini. Dengan ini, tim Doskar menjadi juara untuk kali pertamanya pada pertandingan EST Voly ini. (FY)

Ketika Bisnis Sudah Menjadi Bagian Hidup

Nama : Candra PradiptaTTL : Gresik, 19 April 1991

Jurusan : Teknik Elektro ITS

Bidang Studi : Sistem Tenaga

Angkatan : 2009 / e 49

Candra Pradipta merupakan sosok yang patut disorot bagi seorang mahasiswa. Kini dia sedang menjalani masa perkuliahannya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya dan mengambil Jurusan Teknik Elektro. Dimasa- masa mahasiswa dituntut menjadi agen perubahan untuk sebuah bangsa, tentu banyak jalan dalam yang dapat dipilih. Pria yang akrab dipanggil Candra ini memilih dibidang entrepreneur atau bisnis dimasa- masa kuliahnya. Diketahui bersama suatu negara dikatakan maju ketika masyarakatnya menjadi entrepreneur minimalnya 2 persen.

Saat ini bisnis yang digelutinya bermacam- macam mulai dari jenis website tentang jajanan Surabaya yaitu tastysurabaya.com, jasa kos- kosan dan distributor minuman tradisional. Fokus bisnis yang sedang digelutinya adalah distributor minuman tradisional HANJUANG dari Bandung, minuman tersebut merupakan produk rumahan yang sudah dapat penghargaan dari Pemerintah. Produk minuman tradisional HANJUANG berbentuk sachet yang dapat larut dalam air, dengan rasa jahe dan rempah, original bandrek dan bajigur.

Dalam pemasaran, sudah pernah dipasarkan di Surabaya tapi di Surabaya menemui beberapa kendala orang Surabaya tidak suka yang panas- panas dan kurang suka minuman tradisional sehingga dianggap kawasan Surabaya kurang sesuai dengan pemasaran minuman tradional ini. Candra yang sudah menggeluti beberapa bisnis sebelumnya tidak habis pikir, bermodal pengalaman dia mencoba memasarkan secara pribadi kedosen- dosen Teknik Elektro, hasilnya banyak dosen yang tertarik. Untuk lebih melebarkan sayap Candra mencoba mensurvei beberapa lokasi, hasilnya Gresik kini menjadi target utama pemasarannya. Dengan menggeluti bisnis sebagai distributor, dia mentargetkan memperoleh omset minimal 2 juta per bulan.

By : Raditya Anggaprawira  dan Alfa Khusnal Faizin

Berkenalan dengan IINUSAT

Perkembangan dalam bidang satelit akhir ini mulai muncul ke permukaan, hal ini ditandai dengan munculnya beberapa komunitas satelit di Indonesia, terlebih saat pemerintah memberikan sebuah proyek pembuatan satelit nano kepada konsorium Inspire, kerjasama dari enam perguruan tinggi di Indonesia yakni ITS, ITB, ITT Telkom, UGM, UI, dan PENS serta satu lembaga antariksa Indonesia LAPAN.  Komunitas ini dikenal dengan IINUSAT (Indonesia Inter University Satelite).  Satelit nano ini diperuntukkan untuk komunikasi data seperti SMS.  Keberadaan IINUSAT menginspirasi beberapa universitas terutama universitas yang tergabung di IINUSAT untuk membentuk suatu komunitas satelit dalam lingkup universitas, tidak terkecuali ITS.  Di ITS telah terbentuk komunitas satelit yakni ITS-SAT (ITS Satelite).  Berikut sedikit cuplikan wawancara dengan anggota ITS-SAT saat di temui di Laboratorium Antena dan Propagasi, B306, Teknik Elektro ITS.  Mereka adalah Rheyuniarto S. Asthan, Vivin Violita, Ainun Jariyah, Siti Mutmainah dan Rizadi Sasmita Darwis.

Apakah perbedaan ITS-SAT dan IINUSAT?

Rheyuniarto :     Seperti yang sudah dijelaskan, IINUSAT merupakan sistem komunikasi untuk transfer data kalau ITS-SAT berupaya secara mandiri mengembangkan sistem komunikasi yang kemarin sudah ada dari IINUSAT 001 dan lebih kepada pengiriman citra, cuma mungkin berbeda dengan kemarin, kalau kemarin ada uplink dan downlink, tapi untuk ITS-SAT secara simplex atau downlink.

Rizadi : Jadi perbedaan dasar IINUSAT dan ITS-SAT sendiri adalah IINUSAT dari proyek pemerintah, sedangkan ITS-SAT adalah proyek dalam ITS karena keinginan dari mahasiswa alumni IINUSAT yang telah membuat satelit tadi ingin membuat satelit ITS sendiri, maka dibangun proyek yang namanya ITS-SAT.

Jadi ITS-SAT milik ITS sendiri, tidak bergabung dengan universitas lain, seperti itu?

Rizadi : Ya, itu hanya di lingkungan ITS saja, Komunitas Satelit ITS ini terdiri dari beberapa fakultas atau jurusan, yakni dari Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Fisika, Geomatika dan beberapa jurusan lain.  Karena yang ingin mengembangkan satelit tidak hanya Teknik Elektro, jurusan lain ingin mengembangkan juga bisa.

Di Universitas lain apakah ada komunitas satelit juga?

Rizadi : Di lingkup universitas juga ada yang namanya komunitas satelit atau biasanya tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa, termasuk enam universitas yang tergabung di IINUSAT.  Sebenarnya komunitas satelit itu muncul pada awalnya di ITS, dan universitas lain bekerjasama untuk membentuk komunitas satelit indonesia.  Jadi universitas lain juga membangun komunitas satelit di universitas masing-masing, yang saya ketahui juga di ITT Telkom, komunitas satelitnya juga sangat berkembang.

Kalau di ITS-SAT, bisa dijelaskan perkembangan saat ini?

Rheyuniarto : Kalau untuk ITS-SAT difokuskan untuk pengiriman citra dan pengembangan dari sistem komunikasinya itu sendiri. Nah itu sistem komunikasi itu sendiri ada beberapa modul penyusun.  Untuk perangkat itu sendiri baik ada channel coding, decoding, lalu ada juga modulator demodulator dimana menggunakan GMSK dengan bit rate yang lebih besar dari sebelumnya yakni 19,2 bps, lalu ada juga kita gunakan up sama down conveter untuk bagaimana caranya mendapatkan frekuensi yang kita inginkan yakni 2,4 GHz.

Vivin : Di sistem satelit itu ada dua bagian, yakni satelit itu sendiri dan perangkat penerima atau bisa disebut ground station, dimana saya sedang mengembangkan antena helixs quadipilar.  Untuk ground station ada juga antena mikrostrip dan banyak lagi macamnya.  Mungkin kalau dibilang pengembangan ada yang membuat antena baru, ada juga mengoptimasi atau mengembangkan antena yang sudah ada, dan antena helixs ini riset dari mas-masnya kemarin.  Untuk satelitnya pun sama, ada yang baru dan mengembangkan yang sudah ada.  Teknologi yang kami gunakan sebenarnya tergantung dengan frekuensi yang kami gunakan, kalau sekarang ITS-SAT bekerja pada frekuensi 2,4 GHz otomatis ukuran atau parameter yang lain bakalan berubah, jadi itu yang kami kritisi.

Ainun Jariyah : Kalau dibagian saya membahas channel coding, cuma disini diincludekan sama cara mengcapture gambar dengan menggunakan kamera.  Proses pengcapture, kami memprogram kamera tersebut dimana program yang kami gunakan adalah bahasa pemograman VHDL dengan hardware itu FPGA, untuk IINUSAT menggunakan mikrokontroler, sedangkan disini kami mencoba menggunakan FPGA yang pada umumnya jarang digunakan.  Mungkin di luar negeri lebih sering, kalau disini masih jarang.

Rheyuniarto : Implementasi satelit jarang digunakan.  Untuk FPGA sudah diimplementasikan ke aplikasi lain, cuma untuk satelit masih minim diimplementasikan.  Jadi kamu mencoba menggunakan FPGA itu sendiri.

Siti : Kalau di satelit, codding dulu habis itu ke modulator, habis dari modulator ada penghubungnya yakni conveter, dimana conveter itu membangkitkan dan mengurangi frekuensi.  Untuk ke stasiun bumi butuh daya yang cukup besar, biasanya di RF dibutuhkan power amplifier yang dipancarin antena.  Kemudian dipancarin ke ground station kemudian bagian saya yakni berupa LNA.  Risetnya sama dengan power amplifier tapi lebih ditekankan ke noise karena pengiriman pasti banyak noise yang ditimbulkan sehingga mempengaruhi pengiriman citra itu sendiri.  Proses selanjutnya kita butuh down conveter untuk menurunkan frekuensi 2,4 GHz yang sensitif sekali, baru masuk ke decoder dan terakhir encoding, diproses kemudian hingga gambar terlihat.

Demikian, sedikit wawancara dengan anggota ITS-SAT.  Kedepannya, agar Komunitas Satelit di dalam negeri dapat menjadikan sebuah tonggak baru serta memberikan inspirasi demi kemajuan teknologi dan komunikasi di Indonesia.

lomba business plan 2013

IEC ITB 2013

Tema Besar IEC2013 “Torehan Nyata untuk Kemandirian Bangsa”
IEC 2013 adalah acara start-up business pertama di Indonesia yang diperuntukkan untuk mahasiswa sebagai wadah untuk mengapresiasi, menginspirasi, dan membangun entrepreneur muda, baik yang sudah berjalan maupun yang baru mengembangkan idenya.

link : http://iecitb2013.com/iec/

EURECA, entrepreneur creative challenge

EURECA. A collective and integrated expo held by Prasetiya Mulya Business School undergraduate program,  Eureca consists of several events which includes: Prasetiya Mulya’s prestigious annual Marketing Plan Competition, an annual Business Plan Competition, a public exhibition of start-up businesses called Entrepreneur Day, and a market research data exhibition called Marketing Attack Day.  For the first time ever, these events who were once held separately, would now be held under the same event known as Eureca.

link : http://eurecapmbs.blogspot.com

 

posted by : Harfiana Maharani dan Septian Hadi

 

 

 

 

 

FIX_MAN : Memanfaatkan Kemampuan Diri Untuk Berbisnis

By : Raditya Anggaprawira  dan Alfa Khusnal Faizin
 

.

Fahman Rosyiid Nur Iman Rosandi (kanan) atau akrab di sapa Iman adalah mahasiswa Teknik Elektro angkatan e49 (red : T.elektro ITS 2009) ini memiliki sebuah usaha yang bernama FIX_MAN. Sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa servis laptop dan handphone. Mahasiswa yang kini mengambil Bidang Studi Komputer ini tidak sendirian dalam menjalankan usahanya, kedua rekannya, yaitu dwi kuncoro ( bang DK) yang juga angkatan e49 Bidang Studi Komputer dan Dicki Arisandriawan, mahasiswa D3 Mesin ITS angkatan 2010 . Dalam bekerja tim, tentunya mereka memiliki keahlian masing-masing, Mas Iman mengerjakan masalah hardware, Bang DK mengerjakan software sedangkan Dicki meng handle masalah handphone.

Tidak main-main, ide yang tergagas sejak awal 2012dari adanya teman yang meminta tolong dalam menserviskan laptopnya dan memang sudah karena hobi ini sudah memiliki penghasilan 4 juta per bulan, walaupun target sebenarnya adalah 7 juta perbulan, tentu dilihat dari nominal yang didapat, bisnis kecil ini sangat menjajikan. (lebih…)