English debate competition

English Debate Competiton Himatektro ITS

Ruang B404 ITS – Lomba debat bahasa inggris yang diselenggarakan oleh Departemen Keprofesian dan Kesejahteraan Mahasiswa HIMATEKTRO ITS berakhir manis.  Tim SPF berhasil menyabet predikat terbaik pada kompetisi internal ini setelah mengkandaskan ambisi dari tim Schneider di babak final.  Tim yang digawangi oleh Nata (2009) berhasil meyakinkan para juri melalui argumen-argemen perihal penolakkan life imprisonment could choose death penalty instead.  Disaat yang sama, dengan tema nuclear energy is green, sesi perebutan juara ketiga, berhasil dimenangkan oleh tim Blue Wet. Secara keseluruhan, kompetisi ini diikuti oleh delapan tim selama dua hari.  Pada hari pertama diadakan di empat tempat, yakni B404a, B404c, B210, dan AJ101 dengan masing-masing tim bertanding sebanyak dua kali dengan tim lain.  Sementara di hari kedua dua tim teratas yang menempati posisi klasemen memperebutkan juara pertama, dan dua dibawahnya memperebutkan juara ketiga.  Walaupun kondisi cuaca yang kurang bersahabat pada saat itu, akan tetapi semangat yang ditunjukkan oleh para peserta luar biasa.  Ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik dalam kegiatan ini.  Mengutip dari beberapa hal yang disampaikan oleh Vian, salah satu juri debat bahasa inggris, bahwasannya debat (bahasa inggris) tidaklah mudah seperti apa yang dibayangkan, tidaklah cukup dipersiapkan hanya dalam waktu sejam, sehari bahkan seminggu dan speaker pertama adalah kuncinya.  Partisipasi dari ITS di berbagai kompetisi debat tingkat nasional dan internasional kurang.  Apabila minat dengan debat, maka ikutilah perlombaan  debat pada tingkat yang lebih tinggi, karena debat membutuhkan sebuah pengalaman, imbuhnya. (AR)

tingkatkan kreatifitas dengan menghias cupcake

Rabu, 27 Februari 2013 departemen pengabdian masyarakat kembali mengadakan safari panti, kali ini bertempat di panti asuhan adinda (alamatnya aku lupa fan). Acara diawali dengan pembukaan dari bapak pengurus panti terkait, yang menyampaikan rasa terimakasih atas kunjungan dari mahasiswa teknik elektro ITS. Buruknya cuaca tak lantas membuat antusiasme turun,  acara berlangsung sangat meriah, meskipun hanya bersifat semiformal tetapi anak-anak panti asuhan adinda yang rata-rata berusia 12 tahun kebawah terlihat sangat menikmati beberapa games-games yang telah direncanakan oleh panitia. Dari games-games tersebut yang paling menarik minat anak-anak panti adalah lomba menghias cupcake, peserta dibagi dalam team dan mendapatkan batasan waktu untuk menghias cupcake secantik mungkin. Pemenangnya adalah yang menghias cupcake terbaik. Selanjutnya, Acara diakhiri dengan pembagian bingkisan berupa snack dan beberapa buku. (ND)

Solar Pond, terobosan baru pembangkit tenaga listrik

Tim Portable Mini Solar Pond bersama dengan karya mereka

Awal Februari ini, Jurusan Teknik Elektro ITS kembali mengirimkan dutanya di National Innovation Contest, Mechanical Festival (MFest) 2013 ITB, tepatnya pada kategori Kontes Inovasi Teknologi Antar Mahasiswa.  Dalam kompetisi tersebut, ITS mewakilkan 4 tim diantara 20 finalis dalam kategori tersebut, dan dua diantaranya berasal dari Jurusan Teknik Elektro ITS.  Salah satu dari tim tersebut adalah “Portable Mini Solar Pond : Inovasi Pembangkit Listrik Portable Berteknologi Kolam Surya (Solar Pond) untuk Skala Rumah Tangga”, yang beranggotakan Mochammad Wahyudi ,Ardiansyah dan Andhika Pramalistyanto (Desain Produk ITS). Pembangkit listrik alternatif ini dilatar belakangi oleh  penumpukkan garam di Pulau Madura serta rasio elektrifikasi dari pulau tersebut yang masih dibawa rata-rata nasional yakni 48,67.  Karya yang dibimbing oleh Ir. H. Syariffuddin Mahmudsyah, M.Eng, ini memanfaatkan perbedaan suhu pada kolam garam untuk membuat siklus amoniak yang berfungsi sebagai penggerak  generator.  Walaupun belum berhasil menyabet juara dalam lomba ini, akan tetapi karya menjadi inovasi baru dalam bidang sumber tenaga terbarukan karena masih memerlukan penelitian yang lebih untuk pengembangannya terutama di Indonesia. (AR)

Bakti Elektro 2013

Minggu pagi (17/2), saatnya bersih-bersih. Mahasiswa jurusan Teknik Elektro ITS mulai membersihkan halaman kampus dimulai pukul 7 pagi. Di arahi oleh mahasiswa elektro 2012, acara yang cukup menarik ini diawali dengan membersihkan kawasan kampus mulai dari tempat parkir hingga taman atau biasa disebut dengan DPR (Di bawah Pohon Rindang). Kegiatan ini terbungkus dalam Bakti Elektro 2013.  Bakti Elektro merupakan suatu bentuk bakti mahasiswa elektro pada lingkungan kampusnya. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa elektro memiliki rasa bakti mereka untuk jurusan teknik elektro ITS untuk memiliki prestasi atau membanggakan tidak hanya untuk jurusan mereka tetapi juga untuk bangsa Indonesia.

Sk0p, ember, cangkul, dan sapu adalah senjata mereka. Diikuti lebih dari 200 mahasiswa elektro, mereka berhasil membersihkan satu kampus elektro ITS sebelum sang matahari meninggi. Ada yang unik dari konsep Bakti Elektro kali ini. Bakti Elektro kali ini selain membersihkan halaman kampus elektro turut pula pembuatan paving pada lapangan voli. Walaupun hanya sekedar angkat pasir saja, nantinya paving ini akan dilakukan oleh pihak Jurusan Elektro ITS. Kerja sama yang dilakukan oleh angkatan 2009 sampai 2012 berhasil mengangkat ratusan kilo pasir dan membersihkan halaman kampus dari awal masuk jurusan hingga lapangan voli.

Tidak hanya itu saja, kecerian tawa pun ada dalam serangkaian kegiatan ini. Adalah akustik dan lomba makan nasi goreng pedas yang mampu memusatkan perhatian mahasiswa elektro. Akustik yang dibawakan oleh angkatan 2012 berhasil membuat perhatian pendengar melalui nyanyian lagu dan permainan musik. Lomba makan nasi goreng yang ditunggu-tunggu pun berhasil mengocok perut penonton. Adanya nasi goreng yang cukup pedas ditambah lagu dandut sukses meriahkan serangkaian kegiatan ini.(IKR)

“Moslempreneur Goes To Business Plan.”

 

Deskripsi Kegiatan

SBPC 2013 merupakan lomba bisnis plan tingkat universitas dalam skala nasional. Acara ini diperuntukan sebagai ajang unjuk kreativitas dalam keterampilan mambuat sebuah perencanaan usaha serta pengenalan lebih lanjut sistem syariah dalam sebuah usaha bisnis dalam islam. Adanya lomba ini juga diharapkan dapat memunculkan ide-ide bisnis baru yang unik dan menguntungkan bagi umat. Selain  itu dalam kegiatan ini peserta diharapkan nanti bisa mengenal dengan cara bisnis ala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Kompetisi SBPC 2013 ini dibagi menjadi empat tahap, mulai dari seleksi proposal sampai dengan pameran produk. Keempat tahap ini akan dijelaskan lebih lanjut di teknis perlombaan. (lebih…)

Bakti Sosial Berbumbu Manis di Taman Bungkul

Minggu 8 Februari, ada yang berbeda dalam Car Free Day. Berpusat tepat di depan Taman Bungkul dengan memakan bahu jalan,berlangsung Bakti Sosial persembahan Mahasiswa Baru Teknik Elektro ITS dengan menggandeng sahabat baru kami, anak-anak panti BJ Habibie dan Panti Ashabul Kahfi. Dibuka pada 06.30 pagi dengan senam eksotik yang heboh dan ceria lengkap dibumbui dangdut mix. Menghebohkan! Meski beradu dengan acara senam di seberang dan acara dangdutan di taman bungkul, kemeriahan yang diciptakan dalam Baksos ini tak terbendung.

Sahabat Cilik dari Panti BJ Habibie & Panti Ashabul Kahfi

Berlanjut dengan jalan sehat yang dibarengi dengan penjemputan sahabat baru mereka yang datang lebih akhir, dengan memutar di KBS. Kejutan berikutnya adalah drama Teatrikal berjudul ‘Angan’. Mencoba mengusung tema kebobrokan moral bangsa dalam hal kepedulian terhadap ketimpangan sosial di masyarakat. Pesan akhir yang ditampakkan dalam drama teatrikal ini adalah penantian dan pengharapan pada ‘naiknya’ pemimpin idaman juga perubahan yang hingga kini pun menjadi angan belaka. Menarik dan inspiratif, teatrikal yang dibawakan mampu menyedot perhatian massa. Meski demikian terasa ironis karena pada saat yang sama terdapat stage dangdut kampanye salah satu Cagub, tepat menjadi latar belakang dari drama teatrikal tersebut.

Drama Teatrikal : Angan

Dalam acara ini pun sekali lagi, Mahasiswa Baru membawakan Flash Mob, aksi yang dulu pernah ditampilkan dalam acara ELECTRA 2012, dengan gerakan yang baru. Sayangnya, kala itu Baksos harus ‘kalah senjata’  dengan kampanye yang memiliki Sound System yang lebih kuat. Akustikan yang juga dibawakan terpaksa pula harus teredam dengan slogan-slogan yang bergema di Taman Bungkul.

Flash Mob!

Tapi panitia tak habis akal. Berikutnya, peserta dan panitia terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama membentuk lingkaran bersama sahabat panti. Digawangi mas Dito, KaHimatektro periode 2010-2011 yang juga pernah menjadi bagian dari Departemen Pengmas periode 2009-2010, sahabat panti asuhan mendapat materi mengenai berhemat listrik dengan permainan ular tangga edukatif yang dulu pernah menjadi salah satu Program Kreatifitas Mahasiswa.

Kelompok kedua, dalam jumlah yang lebih besar, berkeliling dan memainkan Freeze Mob. Permainan sederhana, yang mana dalam satu waktu, dengan komando tertentu serentak para pemain berpose diam dalam waktu yang ditentukan. Saat kondisi ‘Freeze’ ini, pada sisi punggung pemainnya, telah ditempelkan materi publikasi LCEN dan BARONAS. Sehingga dengan sengaja, materi publikasi ini akan terekspose, bahkan mungkin mengejutkan, karena sebelumnya, tidak ditampakkan dan terhalang jaket yang dikenakan.

Melihat kompilasi acara yang dikemas oleh Mahasiswa Baru ini, mas Dito turut berkomentar, “Acara ini bagus karena berani berbeda dengan tradisi apa yang biasanya diterapkan di Jurusan. Memang kita terlalu terpaku pada internal dan kedepannya lebih ditingkatkan pencitraan dalam pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke permasalahan masyarakat. Kita perlu memperkenalkan ilmu-ilmu yang berguna bagi masyarakat dan tetap berkesinambungan dengan keprofesian kita sebagai Mahasiswa Teknik Elektro. Mungkin bisa membuka pameran dan posko mengenai hemat listrik. Lebih baik lagi membuat alat yang bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya citrakan.”

Hiruk Pikuk Antusiasme Warga Surabaya yang Melintas

Melihat dari keseluruhan acara pun, memang atensi dari masyarakat cukup baik terhadap Bakti Sosial ini, meski tidak begitu mencolok karena bersaing dengan acara yang bersamaan. Namun dari pelaksanaan yang memakan tenaga, agaknya hasil ini sudah cukup membayar lelah para Mahasiswa Baru.