Bakti Sosial Berbumbu Manis di Taman Bungkul

Minggu 8 Februari, ada yang berbeda dalam Car Free Day. Berpusat tepat di depan Taman Bungkul dengan memakan bahu jalan,berlangsung Bakti Sosial persembahan Mahasiswa Baru Teknik Elektro ITS dengan menggandeng sahabat baru kami, anak-anak panti BJ Habibie dan Panti Ashabul Kahfi. Dibuka pada 06.30 pagi dengan senam eksotik yang heboh dan ceria lengkap dibumbui dangdut mix. Menghebohkan! Meski beradu dengan acara senam di seberang dan acara dangdutan di taman bungkul, kemeriahan yang diciptakan dalam Baksos ini tak terbendung.

Sahabat Cilik dari Panti BJ Habibie & Panti Ashabul Kahfi

Berlanjut dengan jalan sehat yang dibarengi dengan penjemputan sahabat baru mereka yang datang lebih akhir, dengan memutar di KBS. Kejutan berikutnya adalah drama Teatrikal berjudul ‘Angan’. Mencoba mengusung tema kebobrokan moral bangsa dalam hal kepedulian terhadap ketimpangan sosial di masyarakat. Pesan akhir yang ditampakkan dalam drama teatrikal ini adalah penantian dan pengharapan pada ‘naiknya’ pemimpin idaman juga perubahan yang hingga kini pun menjadi angan belaka. Menarik dan inspiratif, teatrikal yang dibawakan mampu menyedot perhatian massa. Meski demikian terasa ironis karena pada saat yang sama terdapat stage dangdut kampanye salah satu Cagub, tepat menjadi latar belakang dari drama teatrikal tersebut.

Drama Teatrikal : Angan

Dalam acara ini pun sekali lagi, Mahasiswa Baru membawakan Flash Mob, aksi yang dulu pernah ditampilkan dalam acara ELECTRA 2012, dengan gerakan yang baru. Sayangnya, kala itu Baksos harus ‘kalah senjata’  dengan kampanye yang memiliki Sound System yang lebih kuat. Akustikan yang juga dibawakan terpaksa pula harus teredam dengan slogan-slogan yang bergema di Taman Bungkul.

Flash Mob!

Tapi panitia tak habis akal. Berikutnya, peserta dan panitia terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama membentuk lingkaran bersama sahabat panti. Digawangi mas Dito, KaHimatektro periode 2010-2011 yang juga pernah menjadi bagian dari Departemen Pengmas periode 2009-2010, sahabat panti asuhan mendapat materi mengenai berhemat listrik dengan permainan ular tangga edukatif yang dulu pernah menjadi salah satu Program Kreatifitas Mahasiswa.

Kelompok kedua, dalam jumlah yang lebih besar, berkeliling dan memainkan Freeze Mob. Permainan sederhana, yang mana dalam satu waktu, dengan komando tertentu serentak para pemain berpose diam dalam waktu yang ditentukan. Saat kondisi ‘Freeze’ ini, pada sisi punggung pemainnya, telah ditempelkan materi publikasi LCEN dan BARONAS. Sehingga dengan sengaja, materi publikasi ini akan terekspose, bahkan mungkin mengejutkan, karena sebelumnya, tidak ditampakkan dan terhalang jaket yang dikenakan.

Melihat kompilasi acara yang dikemas oleh Mahasiswa Baru ini, mas Dito turut berkomentar, “Acara ini bagus karena berani berbeda dengan tradisi apa yang biasanya diterapkan di Jurusan. Memang kita terlalu terpaku pada internal dan kedepannya lebih ditingkatkan pencitraan dalam pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke permasalahan masyarakat. Kita perlu memperkenalkan ilmu-ilmu yang berguna bagi masyarakat dan tetap berkesinambungan dengan keprofesian kita sebagai Mahasiswa Teknik Elektro. Mungkin bisa membuka pameran dan posko mengenai hemat listrik. Lebih baik lagi membuat alat yang bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya citrakan.”

Hiruk Pikuk Antusiasme Warga Surabaya yang Melintas

Melihat dari keseluruhan acara pun, memang atensi dari masyarakat cukup baik terhadap Bakti Sosial ini, meski tidak begitu mencolok karena bersaing dengan acara yang bersamaan. Namun dari pelaksanaan yang memakan tenaga, agaknya hasil ini sudah cukup membayar lelah para Mahasiswa Baru.

About the author: admin