Sekelumit Kisah dari Lab B103

Laboratorium B103 Teknik Elektro ITS bertempat pada gedung B lantai satu jurusan Teknik Elektro ITS. Laboratorium ini adalah Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik. Dari namanya, laboratorium ini bertujuan untuk melakukan simulasi tentang suatu sistem kelistrikan mulai dari pembangkitan tenaga listrik, mengatur pembagian listrik listrik untuk dipakai konsumen, sampai dipakai konsumen itu sendiri baik itu rumah tangga, gedung pemerintahan, maupun perkantoran.

Bidang yang diteliti oleh Laboratorium B103 terdiri dari Power Quality & Conditioner, Power System Operation & Optimization, Analog & Digital Protection, Power System Automation Control, Distribution System Analysis, Economic of Power System, dan Power System Communication.

Laboratorium B103 ini selain diisi oleh dosen juga terdapat mahasiswa yang bertugas sebagai asisten laboratorium dan trainee. Di laboratorium ini asisten laboratorium berjumlah lima orang sedangkan trainee berjumlah tujuh orang. Asisten laboratorium ditujukan bagi mahasiswa tahun keempat sementara trainee ditujukan bagi mahasiswa tahun ketiga. Asisten laboratorium bertugas untuk menguji saat praktikum.

Laboratorium B103 juga diisi oleh berbagai perangkat uji simulasi sistem tenaga listrik. Salah satunya adalah sebuah instrumentasi yang dibuat oleh Schneider Electric. Selain berbagai peralatan simulasi, mahasiswa juga menggunakan sebuah software, yakni ETAP, atau Electrical Transmission Analysis Programimng. Software ini digunakan untuk mengatasi keterbatasan alat-alat  yang tersedia pada laboratorium. Software ini juga dapat digunakan untuk menghitung daya yang masuk maupun keluar.

Tampilan dari software ETAP

“Kami mengukuti sebuah lomba kalau ada kekosongan jadwal.” begitu kata yang dilontarkan oleh Mas Fauzan selaku asisten laboratorium saat kami tanyai Sabtu, 2 Maret 2013 kemarin. Lomba yang biasa diikuti oleh asisten-asisten ini kebanyakan berasal dari Schneider Electric. Lomba ini  diadakan 2 tahun sekali. Terlihat piala-piala yang berjejer rapi diatas lemari.

“Ini adalah contoh alat-alat yang kami buat untuk mengikuti lomba.” Kata Mas Fauzan sambil menunjukkan alat yang terdiri dari kotak sebesar 30 cm x 40 cm dan sebuah maket yang tertempel gedung-gedung buatan yang tersusun dengan rapi.

Mas FAuzan saat menunjukkan alat yang diikutkan dalam lomba

“Kedua alat ini bekerja berdasarkan intensitas cahaya.” Kata Mas Fauzan sambil menunjuk sebuah komponen pendeteksi cahaya.            “Alat yang pertama, susunan tingkatan LED ini akan menyala dari bawah ke atas seiiring berkurangnya intensitas cahaya dari luar. Sedangkan pada alat kedua, yakni maket, lampu-lampu padang gedung akan menyala jika intensitas cahaya berkurang, seperti gedung-gedung sesungguhnya saat menjelang malam.”

Selain membuat alat-alat untuk lomba, asisten laboratorium B103 ternyata juga membuat smart card. Kegunaan alat ini cukup beragam, salah satunya adalah seperti kunci akses untuk membuka suatu ruangan.

Untuk info lebih lanjut mengenai Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik, Anda dapat kunjungi halaman http://power-system.ee.its.ac.id.

About the author: admin