sps 106-lebih meriah tanpa marah-marah

Meriahnya SPS 106 (16/3) kemarin berhasil menggemakan “VICTORI” di Graha Sepuluh Nopember. Syukuran wisudawan yang setiap semester diadakan ini diikuti dua fakultas saja, FTI dan FMIPA, pada sabtu kemarin. Adanya regulasi baru dari BEM ITS, acara pelepasan sarjana masih tetap ramai.

Adanya regulasi baru dari BEM ITS ini menuai banyak kebingungan warga termasuk di elektro sendiri. Kita ketahui pada tahun-tahun sebelumnya kita masih memperbolehkan adanya konvoi dengan menggunakan sepeda motor, akan tetapi sekarang tidak diperbolehkan. Sebenarnya, regulasi ini telah disepakati dengan pihak birokrasi dan BEM ITS. Selain bisa mengurangi kebisingan dan polusi udara, hal ini juga bisa menghemat bensin kita, kan? Regulasi ini juga membuktikan bahwa ITS layak sebagai ECO CAMPUS, bahkan nama ITS pun juga patut diajungi jempol oleh universitas-universitas di dunia.

Tidak menggunakan motor bukan berarti SPS di elektro tidak meriah. Adanya penampilan-penampilan dari masing-masing angkatan, seperti pertunjukkan drama lipsing dan tarian dari warga e-52 dan persembahan lagu dari warga e-51 dan e-50, berhasil mengundang senyum wisudawan dan para tamu. “Meskipun SPS genap selalu tidak seramai SPS ganjil, kami tetap berusaha bagaimana caranya tetap ramai. Dan kami juga berhasil mendatangkan warga cukup banyak. Warga e-52 juga saya apresiasi karena bisa hadir dan tampil di depan wisudawan,” sahut Raymond, Kepala Departemen Lingpus. “Meskipun dari pihak BEM ITS tidak memperbolehan penggunaan motor, tetapi kita tetap memakai beberapa motor untuk pengondisian di jalan. Hal ini pun telah disetujui oleh BEM ITS sendiri. Sebagai pengganti motor, kita juga menggunakan mobil pick up untuk mengarak wisudawan kembali ke jurusan,” tambah Raymond.

“Meskipun terjadi bentrok dengan jurusan tetangga, hal ini hanya bentuk kesalahpahaman saja. Koordinator Lapangan (Korlap) saya kira belum cukup dari segi kuantitas. Jika Korlap kita perbanyak lagi, hal seperti ini tidak akan terjadi. Selain itu, saya harap warga juga menahan emosinya. Jangan terbakar emosi dengan jurusan lain. Pengondisian warga juga harus ada, baik itu pada diri masing-masing atau orang yang telah diberi tanggung jawab untuk ini. Namun, saya tetap mengapresiasi acara SPS 106 ini. Kedepannya kita harus bisa lebih kreatif lagi untuk menjemput atau mengarak wisudawan, seperti pawai seni,” sambut Didit, Ketua HIMATEKTRO. (IKR)

Berikut adalah sedikit cuplikan kegiatan SPS 106 di Jurusan Teknik Elektro ITS.

 

About the author: admin