Sepak Terjang Tim Viktori 51 di Lokarina 2013

LOKARINA 2013 (Lomba Karya Cipta Maritim Nasional), salah satu sub event dari SAMPAN 2013 (Semarak Anak Perkapalan ITS), acaranya himpunan mahasiswa teknik perkapalan ITS. “Lomba inilah yang mengantarkan kami, 3 orang mahasiswa Teknik Elektro ITS 2011 yang tergabung dalam VIKTORI 51 mengikuti kompetisi nasional cipta teknologi maritim tingkat nasional”, tutur Decki, salah satu anggota dari tim tersebut. Tercatat 78 tim dari berbagai Universitas di Indonesia mulai dr UI, IPB, ITB, UGM, UNDIP, UB dan lain-lain ikut ambil bagian dan mengirimkan karyanya pada panitia LOKARINA. Dari 78 tim tersebut 20 tim dinyatakan lolos sebagai finalis dan berhak melakukan presentasi dan memamerkan prototype karya yang dituliskan. 7 tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil masuk 20 besar, tak ketinggalan Tim VIKTORI 51. Dari sana perjuangan Tim Viktori 51 dimulai.

“Terkenang bagaimana minggu-minggu itu sebelum acara grand final dilaksanakan adalah hari-hari yang berat karena banyaknya kegiatan kami, Mochammad Wahyudi, Gede Bayu Anugrah Janardana, dan saya sendir, deadline kegiatan yang cenderung sama.” “Mulai dari Wahyudi yang juga mengikuti acara Mechanical City, Gede Bayu acara GK-PKM dan saya sendiri yang juga mengikuti kegiatan Paguyuban dan Pagelaran ITS Expo.” Kami benar-benar dituntut mampu membagi waktu, dan diuji.” “Sampai hari-H semuanya hampir miss.” “Deadline panitia hampir kami lewati.” “Bahkan pada saat presentasi saya yang saat itu harus mencari battray laser untuk presentasi tertinggal saat presentasi tim kami, beruntung masih bisa ikut saat acara presentasi”, tutur Decki lagi. Selain itu, sebelumnya juga sempat terjadi masalah karena persiapan presentasi malam sebelumnya yang sampai larut malam hingga sempat datang telat ke lokasi digelarnya final LOKARINA. Bahkan print leaflet dan poster juga dilakukan saat berlangsungnya acara dimana dengan mencuri-curi waktu disela acara.

MINI SOLAR POND :INOVASI PEMANFAATAN KOLAM AIR GARAM  SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF SKALA RUMAH TANGGA  DI DAERAH PESISIR MADURA, judul karya yang tim tersebut usung sebenarnya adalah pengembangan teknologi yang sebelumnya sudah ikut berbagai kompetisi karya ilmiah. Dengan ide menggabungkan 2 sistem yang berbeda untuk menghasilkan listrik dalam skala rumah tangga.Wahyudi sebagai inisiator mengklaim, teknologi ini benar-benar baru untuk Indonesia karena sampai saat ini belum ada pembangkit di Indonesia yang memanfaatkannya, disisi lain, diluar negeri sudah dikembangkan dalam skala besar. Mulai dari unsoed sampai ITB, karya ini pernah dinilai dosen-dosen sebagai dewan juri pada kompetisi-kompetisi sebelumnya. Berangkat dari sana dan berbekal masukan-masukan yang ada, tim tersebut mencoba menyempurnakan semua hingga LOKARINA 2013 yang mengantarkan karya tersebut sebagai juara nasional dalam ajang cipta karya maritim.

Pengumuman pemenang LOKARINA 2013

Banyak harapan dari penelitian dan karya ini, hingga karya ini benar-benar di aplikasikan dan dimanfaatkan untuk masyarakat Indonesia dan Dunia pada umumnya. Semua perjuangan mungkin sedikit terbayar di LOKARINA, tetapi bukan berarti teknologi ini akan berhenti di sini. “Insyaallah kami masih ingin mengembangkannya hingga benar-benar menjadi teknologi yang aplikatif untuk masyarakat sebagai teknologi alternatif. Melihat dosen-dosen sebagai dewan juri di LOKARINA yang mendukung karya kami, dengan catatan perlu penelitian lebih lanjut dengan melihat berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan. Mengingat juga teknologi ini perlu adanya koordinasi lintas ilmu mulai dari ilmu Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, hingga Teknik Kimia,” tutur Decki yang penuh harapan untuk terus mengembangkan karya tersebut.

Peserta LOKARINA 2013

About the author: admin