KIPRAH SANG PELAGIAT

Pada era ini, masyarakat, khususnya generasi muda, mulai melupakan budaya asli Indonesia. Anak-anak berpikiran bahwa rumah adat dan pakaian adat itu kuno. Hal itulah yang menginspirasi Septiana Trikuncoro, Reza Zhafiri, Beny Setiyadi Hidayat, Muhammad Haekal Maulana, dan Kemas Roby Firmansyah untuk membuat PKM-M berjudul Pelagiat: Pengenalan Adat Istiadat Berbasis Game Edukasi untuk Anak Nusantara. Sesuai dengan namanya, peserta dengan judul PKM yang meraih medali perunggu untuk kategori presentasi pada PIMNAS 26 Mataram tersebut adalah permainan berbasis flash dengan grafik kartun dua dimensi untuk mengenalkan provinsi di Indonesia, khususnya baju adat dan rumah adat.

Dalam permainan tersebut, dikisahkan terdapat sepasang siswa yang mengunjungi provinsi-provinsi di indonesia untuk mengetahui budayanya. Pemain lantas dibawa ke 33 provinsi di Indonesia untuk mengidentifikasi budayanya. Lebih spesifik lagi, pemain diminta memilih baju adat dan rumah adat yang tepat dari setiap provinsi, mulai dari Sumatera Utara hingga Jayapura. Septiana Trikuncoro, ketua tim PKM-M ini menuturkan bahwa platform game dipilih karena medianya efisien, unik, dan menarik. Memang, game-game yang dimodifikasi dari game mencocokkan busana dengan tujuan serupa sudah pernah dibuat, namun game ini lebih baik dalam segi grafik dan alur permainannya.

Pelagiat telah diluncurkan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, dan diuji cobakan pada siswa-siswi kelas 4 SD. Kuncoro memaparkan bahwa, pada siswa dengan rata-rata usia 9-10 tahun tersebut terjadi peningkatan pemahaman sebesar 40 persen. Degan kata lain Pelagiat telah membantu siswa dalam pelajaran PKN dan IPS, serta meningkatkan rasa nasionalisme mereka terhadap bangsa. “Harapan kami kedepannya game ini dapat diakui di kancah internasional sehingga aspek budaya dari Indonesia dapat lebih dikenal, baik oleh warga negara Indonesia sendiri maupun wisatawan asing”, pungkasnya.(TW)

About the author: admin