Berpikir Terbuka melalui Pelatihan Elemen Pengader

Salah satu materi di ISCO CT, Peran, Etika, Sanksi elemen Pengader disampaikan oleh Alief Amanullah

 

Kaderisasi merupakan sebuah proses yang penting dalam melahirkan kader-kader baru termasuk di Jurusan Teknik Elektro ITS. Berlatar belakang perlunya pemahaman tentang konsep kaderisasi bagi elemen kaderisasi dan guna persiapan dalam rangka mensukseskan kaderisasi, maka diadakan sebuah pelatihan bagi setiap elemen kaderisasi 2014/2015 bernama ISCO-CT.

Instructor, Steering, Conesling, and Organizing Comitee Training atau ISCO-CT merupakan sebuah pelatihan yang rutin diadakan setahun sekali sejak kepengurusan 2012/2013. Pelatihan ini dahulu bernama ISO-CT namun berganti nama menjadi ISCO-CT sejak diperkenalkanya elemen baru dalam kaderisasi, yakni Conseling Comitee yang berdampingan dengan Instructor Comitee, Steering Comitee, dan Organizing Comitee yang sudah lebih dahulu ada. Dengan adanya Conseling Comitee (CC) diharapkan mampu memaksimalkan kerja elemen kaderisasi dalam mencapai tujuan kaderisasi.

“Berpikir terbuka untuk generasi yang lebih baik menuju AEC 2015” merupakan tema yang diusung dalam ISCO-CT yang diadakan pada 20 dan 21 Agustus 2014 di Ruang AJ 101-102. Menurut Yusuf Maulana selaku ketua panitia ISCO-CT, tema ini dipilih karena sesuai dengan kondisi Indonesia menyambut AEC 2015. Selain itu, tema tersebut diusung atas arahan dari Internasional Office ITS dan juga visi Ketua Himatektro 2014/2015.

Hal baru dalam ISCO-CT yang membedakan dengan tahun sebelumnya menurut Yusuf Maulana adalah terkait penanaman konsep baru dalam kaderisasi mendatang. Yakni konsep kaderisasi dengan pengawalan penuh oleh elemen kaderisasi. Elemen kaderisasi tidak hanya bergerak pada waktu tertentu saja, namun juga pada keseharian. Yusuf juga berharap setelah mengikuti pelatihan ini, setiap elemen paham akan konsep kaderisasi dan tahu apa yang harus dilakukan selama menjadi elemen kaderisasi. Tak lupa Yusuf berpesan pada seluruh elemen kaderisasi agar dapat berperilaku teladan dalam setiap kondisi tanpa harus dibuat-buat layaknya sinetron.

Menurut Arizal Ariyanto, salah seorang peserta ISCO-CT, pelatihan ini sangat bermanfaat karena setiap elemen kaderisasi dapat memahami ranah kerja masing-masing, sehingga optimalisasi kinerja akan tercipta dalam kaderisasi mendatang. Arizal juga berharap dengan adanya konsep baru semua elemen dapat bekerja optimal sehingga cita-cita revitalisasi mampu terwujud dan melahirkan kader-kader terbaik bagi jurusan, fakultas, ITS, bangsa dan negara. (TAU/IMA/BIS)

About the author: admin