Menjadi Mahasiswa Ekstrim di PJTD

Dewasa ini, jurnalistik tidak dapat diartikan sempit. Jurnalistik bukan hanya tentang proses merekonstruksi suatu peristiwa hingga menjadi berita. Ilmu jurnalistik sekarang-pun sangat penting terkait peran pentingnya dalam penciptaan opini publik. Oleh karena itu, Sabtu, 29 November 2014 lalu telah diadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar.

Bertemakan “Ekstrim: Ekspresif dan Kritis dalam Jurnalistik Mahasiswa”, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar atau PJTD diadakan selama sehari di Ruang AJ 102 Teknik Elektro ITS. Menurut Taufani Kurniawan selaku Ketua Panitia PJTD, tema ini dipilih untuk memperluas pandangan tentang jurnalistik itu sendiri. Seorang jurnalis harus mampu mengekspresikan informasi yang ia bawa dengan cara yang tepat. Selain itu, seorang jurnalis juga harus mampu berpikiran kritis dengan perspektif atau sudut pandang yang tepat dalam mengolah dan menyajikan suatu informasi.

KAMPUS ELEKTRO ITS , Sbatu (29/11/14) – Eric Ireng dari Antara News membawakan materi Fotografi Jurnalistik. (Foto : AYS)

22 orang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan TMJ angkatan 2014 yang menjadi peserta PJTD mendapat materi-materi dasar kejurnalistikan seperti wawasan pers, teknik wawancara, teknik penulisan berita, fotografi jurnalistik, dan teknik broadcasting. Di akhir pelatihan, peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk melakukan simulasi total. Simulasi total tersebut mengharuskan peserta menjadi jurnalis untuk kemudian mencari berita di lab-lab Jurusan Teknik Elektro.

LAB. B.101 , Sabtu (29/11/14) – Beberapa peserta mencari berita di Laboratorium Konversi Energi. (Foto : TW)

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, atmosfer kejurnalistikan dapat tumbuh di kalangan Mahasiswa Elektro dan TMJ. Sehingga kedepannya akan lahir jurnalis-jurnalis handal dari kampus tercinta kita ini. (TAU)

About the author: admin