Magang in Action – Bakti Sosial e54

Magang in Action – Bakti Sosial e54!

12 April 2015, e54 melakukan kegiatan sosial berupa mengajak anak panti asuhan ke Teknik Elektro untuk saling berbagi kebahagiaan bersama. Spesialnya lagi di episode Troveo yang sekarang krunya berasal dari mahasiswa magang e54 di departement kominfo! Yuk lihat keseruannya selama bakti sosial!

Don’t forget to like, comment, and subscribe!
Want to know more?
Check out http://hima.ee.its.ac.id/
Like https://www.facebook.com/himatektro
Follow https://www.twitter.com/himatektro_its

Credit:
All magang kominfo 2014/2015!!

#RevitalisasiPenuhArti

Belajar Mikrokontroler dengan Arduino

AJ 101 – (4/18/2015). Para peserta pelatihan berfoto bersama.

 

Istilah mikrokontroler sudah tidak asing lagi di telinga para mahasiswa teknik elektro. Mikrokontroler sendiri digunakan untuk mengontrol rangkaian elektronik dengan menyimpan program didalamnya. Karena begitu penting fungsi dari mikrokontroler dalam menjalani perkuliahan di jurusan teknik elektro, Divisi Workshop Himatektro ITS pada tanggal 18 April 2015 lalu, bertempat di ruang AJ 102, mengadakan Pelatihan Arduino. Arduino merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang memiliki user interface pemrograman yang cukup sederhana dan mudah dipahami para newbie dalam bidangnya. Arduino yang digunakan pun dipilih tipe Arduino Uno yang memiliki harga relatif terjangkau dengan kocek mahasiswa.

AJ 101 – (4/18/2015). Peserta Pelatihan Menyimak Materi yang diberikan

Diikuti oleh sebanyak 15 tim, pelatihan ini mengusung 3 materi yaitu pengenalan arduino, pemrograman shield arduino, dan aplikasi arduino dengan menggunakan bluetooth dan motor servo yang diaplikasikan pada lengan robot. Berbeda dengan banyak pelatihan yang mengundang pembicara dari luar, pembicara pada pelatihan ini merupakan anggota dari divisi workshop sendiri. “Mereka yang bergabung di divisi workshop biasanya berawal dari hobi dan dari hobi ini diharapkan kita bisa sharing ilmu yang kami miliki terutama mengenai pemrograman dan mikrokontroler. ” ujar ketua divisi workshop, Irwan Candra.

Pelatihan yang berlangsung selama 8 jam ini menimbulkan kesan tersendiri bagi pesertanya. “Adanya pelatihan ini membantu banget meskipun masih minim di contoh pengaplikasiannya. Saya sendiri memang sudah tertarik dengan dunia robot dan sering bikin program.”, ujar Nana salah seorang peserta dari angkatan 2014. (MRE)

Diskusi Bersama Wirausahawan dari Elektro ITS

FGD Musik

Seorang wirausahawan tidak akan bisa bertahan lama ketika ia bekerja sendiri. Seorang wirausahawan juga tidak akan bisa mengembangkan usaha seorang diri. Kamis, 16 April 2015, Departemen Kewirausahaan kembali mengadakan ECG yang keempat di AJ101-AJ102 dengan tema Networking dan Pengembangan Usaha.

FGD Konveksi

FGD Teknologi

Berbeda dengan ketiga ECG sebelumnya, ECG kali ini berbentuk FGD( Focus Group Discussion). Dibagi menjadi 4 kelompok dengan bidang wirausaha masing-masing. Ada teknologi, musik, kuliner, dan konveksi. Semua pemateri pada ECG 4 ini juga berasal dari mahasiswa Teknik Elektro ITS yang sudah cukup sukses di bidangnya masing-masing. Untuk bidang teknologi ada Mas Afthon, di bidang musik ada Mas Rizal Wahyu, di bidang kuliner ada Mas Utha, di bidang konveksi ada Mas Putut.

FGD Kuliner

ECG keempat ini merupakan ECG terakhir di kepengurusan tahun ini. Berbahagialah untuk kalian yang sudah mengikutinya tiga kali, karena kelak akan ada kunjungan wirausaha yang akan dilakukan (BIS)

 

Kunjungan PJTD ke Jawapos

 

Graha Pena – (4/10/2015). Para Mahasiswa Teknik Elektro dan TMJ ITS berfoto di ruang redaksi Jawa Pos.

Graha Pena – (4/10/2015). Sebanyak 25 Mahasiswa Teknik Elektro dan TMJ ITS yang telah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) berkunjung ke Jawa Pos untuk mengetahui manajemen keredaksian dan proses pembuatan koran.

Sekitar pukul 13.30 WIB para mahasiswa disambut oleh pihak Jawa Pos yang diwakili oleh Pak Rudy. Pak Rudy yang telah puluhan tahun bekerja di redaksi Jawa Pos memperkenalkan awal berdirinya Jawa Pos hingga kemudian tumbuh menjadi sebuah media informasi yang terkemuka di Indonesia bahkan sampai dunia saat ini. Walau kini dikenal sebagai media informasi terkemuka terutama di bidang media cetak koran, Jawa Pos juga sempat mengalami masa-masa krisis menurut Pak Rudy. Namun sebuah terobosan krusial dilakukan Jawa Pos dengan mengubah midset pembaca koran yang awalnya lebih tertarik membaca di sore hari menjadi membaca di pagi hari.

Graha Pena – (4/10/2015). Pak Rudy menjelaskan tentang manajemen keredaksian dan proses pembuatan koran Jawa Pos.

Bertempat di Ruang Redaksi Jawa Pos, para mahasiswa juga berdiskusi tentang manajemen keredaksian dan juga dunia jurnalistik. Para mahasiswa berdidkusi dengan Pak Rudy tentang proses kerja seorang wartawan dalam mencari informasi, kemudian dikumpulkan hingga memuju proses editing oleh editor, sampai akhirnya informasi tersebut dicetak dalam koran dan disebar ke berbagai penjuru tanah air dalam waktu kurang dari sehari. Semua proses pembuatan koran tersebut memerlukan tanggung jawab tinggi dalam mengelola informasi yang akan disampaikan baik dari segi isi berita dan gaya penyampaiannya maupun dari segi standar prosedurnya. Maka dari itu bekerja di dunia jurnalistik khususnya keredaksian sebuah media informasi ini selalu penuh tantangan. (TAU)

Graha Pena – (4/10/2015). Para mahasiswa yang berkunjung berfoto di depan Graha Pena.

Juragan Konveksi Tas , Finest

Apa yang kalian ketahui dengan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS? Yap ada banyak. Salah satu yang sering kita dengar dan ketahui dari jurusan-jurusan lain di ITS adalah mahasiswa jurusan teknik elektro ITS terkenal akan prestasi-prestasi riset dan teknologi yang disumbangkan setiap tahunnya. Tapi apakah kalian tahu, ada sisi lain dari mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS yang mungkin kita tidak ketahui yaitu mempunyai bisnis dengan brand dia miliki sendiri. Dia adalah Putut Dwi Wijaya, salah seorang mahasisiwa angkatan 2013 Teknik Elektro ITS dan memiliki kesibukkan yang berbeda dari sebagian besar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS. Selain disibukkan oleh kuliahnya, dia juga mengembangkan sebuah usaha dalam bidang konveksi tas yang dia beri brand “Finest”.

Putut nama panggilannya memulai bisnis tas Finest tidak sendirian. Dia menggeluti bisnis ini dengan temannya yaitu Irfan Purwito Nugroho, mahasiswa Elektro ITS 2013 juga. Usaha tas Finest ini mulai didirikan pada bulan November tahun 2014. Finest merupakan brand pertama kali yang dimilikinya, sehingga banyak sekali yang dipersiapkan olehnya dimulai dari bahan-bahan tas, label, hangtag, penjahit, cetakan tas, mesin jahit, domain website, dan lain-lain. Oleh karena itu, tas Finest baru dapat dipasarkan diawal tahun 2015 pada bulan Februari. Walau dikatakan sangatlah baru, bisnis ini memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.

Konsep dari brand Finest adalah exklusif dan mengutamakan kualitas. Banyak sekali tas yang beredar di pasar yang terlihat bagus, menarik, namun sebenarnya bahan dalamnya kurang baik kualitasnya. Misalnya seperti menggunakan benang jahit, resleting, maupun headtag yang murah dan kurang bagus kualitasnya. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya produksi. Mereka hanya mementingkan tampilan, lalu dengan aksesoris dan branding menarik, mereka menjualnya dengan harga tinggi. Sehingga tidak sedikit konsumen yang akhirnya tertipu dengan tas tersebut setelah membelinya dengan harga mahal. “Kami tidak ingin membohongi konsumen. Walaupun bisnis ini baru, akan tetapi kami berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen. Kualitas adalah hal yang utama, bukan hanya tampilan luar saja yang menarik tetapi bahan dalamnya jelek” tutur owner Finest.

Contoh Produk Finest

 

Bisnis Finest ini tidaklah mudah bagi Putut dan Irfan. Banyak kendala-kendala yang dihadapinya. Kendala awal yaitu sulitnya mencari bahan-bahan tas yang sesuai dengan kriteria mereka. Misalnya untuk hangtag dan label tas, mereka baru menemukan tempat pembuatan yang cocok setelah mencarinya di seluruh Indonesia selama hampir dua bulan. Hal ini karena mereka menginginkan bahan-bahan terbaik untuk tas Finest, dan berbeda dengan tas yang beredar di pasaran. Hangtag Finest dibuat dari bahan paper art 2×310 gsm (tebal sekitar 2mm) dengan finishing doff, dan label tas dibuat dari kulit sapi asli dengan beberapa modifikasi pada mesin cetak sehingga label “Finest” yang dihasilkan cukup dalam, keras, dan warnanya kontras dibandingkan background kulitnya.

“Kami cukup senang bisa membangun bisnis tas Finest ini. Walaupun awalnya memang agak merepotkan, namun sekarang Alhamdulillah bisa terus berjalan. Bisnis ini sama sekali tidak mengganggu kuliah kami, karena proses produksi dilakukan oleh penjahit kami. Kedepannya, kami ingin menambah karyawan, dan mengembangkan pemasaran kepada distro-distro dan mall. Dengan usaha ini, kami juga berharap bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang kurang beruntung. Kami tidak ingin hanya memberi mereka uang yang hanya bisa mereka gunakan sesaat saja. Dengan pekerjaan, semoga mereka bisa terus berpenghasilan, dan itu lebih dihargai Allah SWT karena penghasilan tersebut dari keringat mereka, bukan dari pemberian orang lain” cerita owner tas Finest dengan semangat.

Ayo beli! Kualitas terbaik, Harga sesuai kantong mahasiswa! Ingin punya? Langsung aja order sama ownernya. Siap melayani pesanan. Fast respon! [FAIZ FATHUR]

Mengembangkan Softskill di ESTRA

 

Foto Peserta

Dewasa ini banyak lulusan sarjana yag hanya memilih untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang besar ataupun popular. Tapi, banyak lulusan tersebut yang tidak memenuhi persyaratan karena tidak tahu ilmu “Softskill” yang sangat mendukung dalam proses tersebut. Melihat kondisi ini tentu dari pihak HIMATEKTRO tidak menutup mata, telah ada pelatihan yang mempersiapka calon alumni yang berkualitas. Pelatihan tersebut adalah ESTRA (Electrical Softskill Training).

Pelatihan ESTRA sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun selalu ada inovasi inovasi baru yang membuat pelatihan ESTRA menjadi semakin lebih baik. Untuk tahun ini, ESTRA yang dipegang Maista Eka L. atau lebih sering disapa Ningrum, mengatakan bahwa ESTRA tahun ini akan dibuat lebih seru dengan pemateri yang tidak kalah seru dibanding sebelumnya dibalut dengan ilmu-ilmu prakteknya langsung. Tidah hanya itu, di hari kedua pelatihan, terdapat simulasi total yang dibuat seperti melamar kerja yaitu Interview dan Public Speaking. Interview juga dibuat sama persis dengan suasananya beserta interviewer-interviewer yang handal dalam bidangnya salah satunya adalah alumni Teknik Elektro ITS bapak Johanes Adi Sasongko.

Materi-materi pada ESTRA ini juga langsung aplikatif dan ini beberapa materi yang terdapat di ESTRA yaitu Mental & Karakter yang kuat, Teknik Melamar Kerja, dan Leadership and Fellowship. Pada Mental & Karakter yang kuat, para calon alumni yang akan terjun di dunia kerja diharapkan mampu menghadapi persaingan terutama di tahun-tahun AEC nanti. Selanjutnya di Teknik Melamar Kerja perserta diharapkan mampu membuat CV yang baik, berpenampilan baik di depan HRD (Human Resource Development) sampai memberikan kesan yang membuat perusahaan harus menerima mereka. Dan terakhir di Leadership and Fellowship, perserta harus mengerti arti sebuah pemimpin dan kepemimpinannya dan juga arti komitmen serta loyalitas dalam bekerja.

“Terus apa yang diharapkan untuk outputan setelah acara ini selesai?” pertanyaan yang kita lontarkan ke Ningrum selaku penanggung jawab. “Ya, kita harus menunjukkan bahwa sebagai anak teknik kita tidak hanya ahli dalam bidang keilmuan teknik kita atau hardskill, tapi kita sebagai anak teknik mampu memberikan kesan yang baik dan juga mampu bereksistensi di perusahaan nanti, kan teknik bisa segalanya hahaha” sambil tertawa menutup wawancara di akhir acara ESTRA ini. (FA2)