Belajar Mikrokontroler dengan Arduino

AJ 101 – (4/18/2015). Para peserta pelatihan berfoto bersama.

 

Istilah mikrokontroler sudah tidak asing lagi di telinga para mahasiswa teknik elektro. Mikrokontroler sendiri digunakan untuk mengontrol rangkaian elektronik dengan menyimpan program didalamnya. Karena begitu penting fungsi dari mikrokontroler dalam menjalani perkuliahan di jurusan teknik elektro, Divisi Workshop Himatektro ITS pada tanggal 18 April 2015 lalu, bertempat di ruang AJ 102, mengadakan Pelatihan Arduino. Arduino merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang memiliki user interface pemrograman yang cukup sederhana dan mudah dipahami para newbie dalam bidangnya. Arduino yang digunakan pun dipilih tipe Arduino Uno yang memiliki harga relatif terjangkau dengan kocek mahasiswa.

AJ 101 – (4/18/2015). Peserta Pelatihan Menyimak Materi yang diberikan

Diikuti oleh sebanyak 15 tim, pelatihan ini mengusung 3 materi yaitu pengenalan arduino, pemrograman shield arduino, dan aplikasi arduino dengan menggunakan bluetooth dan motor servo yang diaplikasikan pada lengan robot. Berbeda dengan banyak pelatihan yang mengundang pembicara dari luar, pembicara pada pelatihan ini merupakan anggota dari divisi workshop sendiri. “Mereka yang bergabung di divisi workshop biasanya berawal dari hobi dan dari hobi ini diharapkan kita bisa sharing ilmu yang kami miliki terutama mengenai pemrograman dan mikrokontroler. ” ujar ketua divisi workshop, Irwan Candra.

Pelatihan yang berlangsung selama 8 jam ini menimbulkan kesan tersendiri bagi pesertanya. “Adanya pelatihan ini membantu banget meskipun masih minim di contoh pengaplikasiannya. Saya sendiri memang sudah tertarik dengan dunia robot dan sering bikin program.”, ujar Nana salah seorang peserta dari angkatan 2014. (MRE)

Diskusi Bersama Wirausahawan dari Elektro ITS

FGD Musik

Seorang wirausahawan tidak akan bisa bertahan lama ketika ia bekerja sendiri. Seorang wirausahawan juga tidak akan bisa mengembangkan usaha seorang diri. Kamis, 16 April 2015, Departemen Kewirausahaan kembali mengadakan ECG yang keempat di AJ101-AJ102 dengan tema Networking dan Pengembangan Usaha.

FGD Konveksi

FGD Teknologi

Berbeda dengan ketiga ECG sebelumnya, ECG kali ini berbentuk FGD( Focus Group Discussion). Dibagi menjadi 4 kelompok dengan bidang wirausaha masing-masing. Ada teknologi, musik, kuliner, dan konveksi. Semua pemateri pada ECG 4 ini juga berasal dari mahasiswa Teknik Elektro ITS yang sudah cukup sukses di bidangnya masing-masing. Untuk bidang teknologi ada Mas Afthon, di bidang musik ada Mas Rizal Wahyu, di bidang kuliner ada Mas Utha, di bidang konveksi ada Mas Putut.

FGD Kuliner

ECG keempat ini merupakan ECG terakhir di kepengurusan tahun ini. Berbahagialah untuk kalian yang sudah mengikutinya tiga kali, karena kelak akan ada kunjungan wirausaha yang akan dilakukan (BIS)

 

Kunjungan PJTD ke Jawapos

 

Graha Pena – (4/10/2015). Para Mahasiswa Teknik Elektro dan TMJ ITS berfoto di ruang redaksi Jawa Pos.

Graha Pena – (4/10/2015). Sebanyak 25 Mahasiswa Teknik Elektro dan TMJ ITS yang telah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) berkunjung ke Jawa Pos untuk mengetahui manajemen keredaksian dan proses pembuatan koran.

Sekitar pukul 13.30 WIB para mahasiswa disambut oleh pihak Jawa Pos yang diwakili oleh Pak Rudy. Pak Rudy yang telah puluhan tahun bekerja di redaksi Jawa Pos memperkenalkan awal berdirinya Jawa Pos hingga kemudian tumbuh menjadi sebuah media informasi yang terkemuka di Indonesia bahkan sampai dunia saat ini. Walau kini dikenal sebagai media informasi terkemuka terutama di bidang media cetak koran, Jawa Pos juga sempat mengalami masa-masa krisis menurut Pak Rudy. Namun sebuah terobosan krusial dilakukan Jawa Pos dengan mengubah midset pembaca koran yang awalnya lebih tertarik membaca di sore hari menjadi membaca di pagi hari.

Graha Pena – (4/10/2015). Pak Rudy menjelaskan tentang manajemen keredaksian dan proses pembuatan koran Jawa Pos.

Bertempat di Ruang Redaksi Jawa Pos, para mahasiswa juga berdiskusi tentang manajemen keredaksian dan juga dunia jurnalistik. Para mahasiswa berdidkusi dengan Pak Rudy tentang proses kerja seorang wartawan dalam mencari informasi, kemudian dikumpulkan hingga memuju proses editing oleh editor, sampai akhirnya informasi tersebut dicetak dalam koran dan disebar ke berbagai penjuru tanah air dalam waktu kurang dari sehari. Semua proses pembuatan koran tersebut memerlukan tanggung jawab tinggi dalam mengelola informasi yang akan disampaikan baik dari segi isi berita dan gaya penyampaiannya maupun dari segi standar prosedurnya. Maka dari itu bekerja di dunia jurnalistik khususnya keredaksian sebuah media informasi ini selalu penuh tantangan. (TAU)

Graha Pena – (4/10/2015). Para mahasiswa yang berkunjung berfoto di depan Graha Pena.