Lanjutkan Tradisi Juara ITS di PIMNAS!

Rabu (16/9/2015) – Surabaya. Zainul Rahmawan, moderator goes to PKM, mengkondisikan peserta.

(Surabaya, 16/9/2015)- Pada sore hari tersebut terlihat hiruk-pikuk di aula SCC lantai 3. Sekumpulan mahasiswa dari jurusan teknik elektro mengantri dengan rapi di depan pintu masuk aula. Para mahasiswa tersebut adalah peserta goes to PKM yang diadakan oleh departemen ristek himatektro. Goes to PKM merupakan salah satu program kerja dari ristek himatektro dalam rangka menyambut program kreativitas mahasiswa yang diadakan oleh DIKTI.

Minat mahasiswa elektro dalam mengikuti kegiatan goes to PKM ini sangatlah besar. Hal tersebut terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 259 orang dari berbagai angkatan yang berbeda. Panitia goes to PKM sendiri sempat terkejut meihat antusiasme warga dan maba. Pada awalnya, mereka sendiri memperkirakan jumlah peserta tidak akan lebih dari 240 orang.

Dalam kegiatan ini ada 3 materi seputar PKM yang diberikan kepada peserta. Materi pertama yaitu pengenalan PKM, dibawakan oleh ketua jurusan teknik fisika bapak Dr. Dhany Arifianto S.T, M.Eng. Dalam materi tersebut, beliau menjelaskan karakteristik dari tiap PKM dan motivasi bagi peserta untuk membuat PKM. Selain itu, beliau juga menekankan pada peserta mengenai tradisi juara ITS di PIMNAS tiap tahunnya. Bapak Dhany benar-benar mencuri perhatian peserta dalam materi ini dimana peserta aktif menanggapi dan antusias dengan hal-hal yang beliau sampaikan.

Rabu (16/9/2015) – Surabaya. Hadi Lizikri memberikan souvenir pada pemateri, Rizki Akbar

Kemudian giliran salah satu senior dari jurusan teknik elektro tepatnya dari angkatan 2011 yaitu mas Kibar yang menjadi pemateri. Pada materi tersebut Mas Kibar memberikan tips-tips pada peserta mengenai penggalian ide dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mendapat ide atau inspirasi yang bagus. Peserta tidak henti-henti dibuat tertawa dengan berbagai guyonan dan pengalaman menarik mas Kibar selama mengikuti PKM dan PIMNAS.

Format penulisan PKM tidak kalah penting dari ide-ide yang dimiliki oleh peserta. Hal itulah yang coba disampaikan olek Kak Fitriah Andriani. Mahasiswi jurusan PWK tersebut memaparkan kepada peserta seperti apa format PKM yang benar dalam materi ketiga. Materi ini tidak kalah penting dari materi pertama dan kedua. Apalagi setelah didata kembali satu dari dua proposal PKM yang diajukan oleh mahasiswa ITS tidak lolos dalam tahap seleksi format. Kesalahan dalam format penulisan adalah sebuah kesalahan sepele yang seharusnya dapat dihindari dengan sedikit ketelitiaan dan kehati-hatian. Jadi, untuk peserta jangan lupa untuk mengecek kembali format penulisan proposal sebelum upload.

Rangkaian kegiatan dalam acara goes to PKM ini diakhiri jargon yang menarik dari angkatan 2015 dan moderator. Semoga ketiga materi yang diberikan oleh para pemateri super tersebut dapat membantu peserta dalam membuat PKM. Bagi teman-teman jangan lupa untuk melanjutkan tradisi juara ITS dengan membuat PKM ya! #cukupduajudul [HAQ]

About the author: admin