Super! Proyek Sosial Mahasiswa Elektro ITS Didanai 7000 Euro oleh Total

 

Total Campus (29/02/2016) – Screenshot pengumuman peraih program pendanaan Total Campus 2016.

Indonesia patut berbangga pasalnya tiga orang Mahasiswa Teknik Elektro ITS berhasil menjadi yang terbaik di dunia tahun ini. Tiga orang Mahasiswa Teknik Elektro ITS yaitu Ahmad Febri, Ranik Chairunnisa, dan Okto Fenno yang mewakili tim Power System Simulation Laboratory (PSSL ITS) berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Total Campus 2016 kategori Innovate Grant. DIketuai oleh Ahmad Febri, tim ini mengusung proyek sosial yang berhasil didanai senilai 7000 Euro oleh perusahaan minyak dan gas asal Prancis itu. Bersama satu tim lain asal METZ Prancis, tim PSSL ITS berhasil mengungguli kelima pesaingnya melalui proses penilaian dan juga voting online.

Proyek sosial yang diajukan yaitu sebuah laboratorium komputer terapung bertenaga matahari yang akan diterapkan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Setelah sebelumnya Puskesmas Apung telah lebih dahulu dikenal, diharapkan kapal laboratorium komputer ini juga dapat menjangkau sekolah-sekolah maupun desa-desa di bantaran Sungai Mahakam yang sulit dijangkau. “Kami sangat optimis kapal ini dapat segera beroperasi dalam setahun ke depan sehingga mampu memberikan dampak sosial yang nyata sehingga kami sebagai mahasiswa dapat secara langsung membangun Indonesia” ungkap Okto Fenno yang mengaku bahwa kapal ini nanti akan menerapkan salah satu hasil riset laboratorium di Teknik Elektro ITS. Laboratorium komputer yang dibangun di atas kapal ini nantinya akan memanfaatkan pengoptimalan daya keluaran photovoltaic menggunakan teknologi Maximun Power Point Tracker (MPPT) yang terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan untuk sumber listrik sebagai salah satu keunggulannya.

“Kami bangga karena ini merupakan langkah awal kami sebagai mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kami kepada masyarakat” ungkap Ahmad Febri. Rencananya dana 7000 Euro yang diperoleh akan digunakan untuk membangun kapal dan perlengkapan lain yang dibutuhkan seperti photovoltaic maupun peralatan komputer. Namun ke depannya masih dibutuhkan dukungan dari institusi lain seperti Alumni, dan juga perusahaa swasta, pemerintah daerah setempat maupun lembaga sosial seperti Indonesia Mengajar. Sampai saat ini kendala terbesar yang dihadapi oleh tim ini yaitu lokasi Sungai Mahakam yang jauh sehingga survey sulit dilakukan.

Prestasi dan kepercayaan untuk mengabdikan langsung teknologi untuk masyarakat yang membutuhkan ini merupakan sebuah bukti bahwa Mahasiswa Indonesia khususnya Teknik Elektro ITS tidak kalah bersaing di kancah internasional. “Semoga proyek ini menjadi insprasi bagi mahasiswa-mahasiswa di seluruh Indonesia khususnya adik-adik kami di Teknik Elektro ITS. Kami yakin mereka lebih luar biasa dibanding prestasi kami ini” ungkap Ranik Chairunnisa. [TUF]

About the author: admin