Elektroda Aftermovie

[Elektroda]

Siapapun boleh melakukan kegiatan sosial, begitupun dengan Mahasiswa Elektro Angkatan 2015, Himatektro ITS dan IKA ELITS  tak mau ketinggalan melakukan kegiatan sosial di Desa Karangjati, Kec. Lumbang, Kab. Pasuruan. Mau tau keseruan acara yang mengkolaborasikan ketiganya…? Check This Out Guys !!

Don’t forget to like, comment, and subscribe!
Want to know more?
Check out http://hima.ee.its.ac.id/
Like https://www.facebook.com/himatektro
Follow https://www.twitter.com/himatektro_its
Add Line @xyh6022r

Credit :
Howard Goodall – Paris Taxi Ride
Echosmith – Bright (Lost Kings Remix)
Avicii – Wake Me Up (Amperro Instrumental Remix)

[mf]

ELECTRICAL SOFTSKILL TRAINING

DSC_0142

Peserta ELECTRICAL SOFTSKILL TRAINING dengan pembicaranya

Telah diadakan ELECTRICAL SOFTSKILL TRAINING (ESTRA) oleh Departemen PSDM pada hari sabtu dan minggu tanggal 9-10 April di gedung AJ 201 yang diikuti oleh mahasiswa Teknik Elektro ITS angkatan 2012.Pelatihan ini sangat berguna dan bertujuan untuk mengetahui dunia pasca kampus atau dunia saat bekerja nanti.Banyak materi dan pembicara yang disajikan di pelatihan ini salah satunya materi Public Speaking oleh Marzuki Imron S.T yang memberi tips saat akan berbicara didepan umum yaitu perkenalan diri secara unik, ketawa, penyampaian materi secara urut, berikan sesi tanya jawab, kesimpulan, dan penutup.Tentu dengan pelatihan ini peserta mendapat banyak ilmu yang sangat berguna untuk dipergunakan saat pasca kampus nanti.

Dibalik Megahnya Proyek 35.000 Mega Watt

Di balik megaproyek pembangkit listrik 35.000 Megawatt, untuk mengatasi kekuarangan kebutuhan listrik masyarakat Indonesia, pemerintah memasukan ketersediaan listrik 35.000 Megawatt sebagai salah satu proyek unggulan jangka panjang (sampai 2019) dalam Nawacitanya. Hal ini berarti, mulai dari 2015-2019, pemerintah bersama PLN dan swasta akan membangun 109 pembangkit; masing-masing terdiri 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW. Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menilai target tersebut terlalu dipaksakan sehingga direvisi menjadi hanya sebesar 16.167 Megawatt. Berdasarkan perhitungan Rizal Ramli, kebutuhan riil listrik pada saat beban puncak 2019 hanya sebesar 74.526 megawatt dibanding tahun 2015 sebesar 50.856 Megawatt. Jika ditambah 35 ribu Megawatt plus 7.000 Megawatt yang sedang berjalan, akan terjadi kelebihan pasokan daya sebesar 21.331 Megawatt.

 Pada tahun 2015 PLN akan menandatangani kontrak pembangkit sebesar 10 ribu MW sebagai tahap I dari total keseluruhan 35 ribu MW (http://listrik.org/) Karena itu, langkah-langkah konsolidasi ke arah realisasinya sudah mulai dilakukan Jokowi-JK. Bagi Jokowi, proyek ini sangat penting dan realistis. Presiden menegaskan bahwa “Target 35 ribu MW bukan target main-main, itu realistis. Jadi harus dicapai dengan kerja keras,” tandas Joko Widodo. “Listrik yang cukup, adalah kunci bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Namun, di tengah upaya pemerintah untuk mulai mewujudkan proyek ini, bak petir di siang bolong. Rizal Ramli yang baru bergabung dan seharusnya menjadi ujung tombak JKW-JK untuk turut merealisasikan proyek ini, malah melontarkan kritikan pedas bahwa proyek ini terlalu ambisius dan tidak realistis. Bahkan Rizal Ramli menuduh ketersediaan listrik 35.000 Megawatt sebagai salah satu proyek unggulan pemerintah merupakan ambisi pemerintah. Sontak saja, apa yang dilontarkan Rizal Ramli menuai reaksi pihak istana. Jusuf Kalla mewakili pemerintah yang menjadi sasaran tembak dan ia langsung membantah tudingan tersebut. Tentu Rizal Ramli tidak asal menuding ketika dia berani secara terang-terangan menantang Jusuf Kalla yang adalah atasannya. Ia berani menuding Jusuf Kalla dan bersedia berdebat dengan Jusuf Kalla, mengapa? Rizal Ramli hanya mau mengingatkan jangan sampai ambisi proyek PLTU 35.000 MW menjadi ajang korupsi berjamaah, padahal dibiayai oleh utang luar negeri yang sangat besar yakni lebih dari 1.127 triliun rupiah.

Ungkapan Rizal Ramli ini bagaikan pedang bermata dua: mengingatkan pemerintah untuk tidak ‘bermain’ dengan uang rakyat/utang dalam upaya merealisasikan proyek ini yang melibatkan pihak swasta dan memberi peringatan kepada masyarakat Indonesia untuk serius ikut serta mengawasi perealisasiannya. Di mana letak peluang KKN dalam megaproyek ini? Dengan total daya 35.000 Megawatt yang akan menyerap dana lebih dari 1.127 triliun rupiah, proyek ini tidak bisa ditangani sendiri oleh pihak PLN. Karena itu, keterlibatan pihak swasta/IPP yang akan membangun 10.681 MW mutlak dibutuhkan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi lampu hijau kepada perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) untuk memperbesar ruang bisnisnya di sektor ketenagalistrikan. Tak hanya diizinkan membangun pembangkit listrik, IPP juga diperbolehkan membangun jaringan transmisi listrik.

Sudirman Said mengatakan izin tersebut diberikan demi mengurangi beban PT PLN (Persero) dalam mendanai penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan. “Transmisi juga akan dikerjasamakan dengan sawasta. Jangan sampai pembangkit selesai, tapi transmisi tidak ada,” kata Sudirman, di kantor Kementerian ESDM, Rabu (15/7) (CCN Indonesia). Bahkan Sudirman Said mengungkapkan kepada CNN Indonesia bahwa perluasan izin kepada perusahaan swasta di sektor ketenagalistrikan merupakan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mantan bos PT Pindad (Persero) ini menegaskan, selain memberikan izin untuk membangun jaringan transmisi,  pemerintah juga meminta penyediaan lahan diselesaikan segera. “Kemarin 16 kabupaten ketemu untuk cari bottlenecek dan Mendagri hadir. Kami akan lakukan lagi bicara detail dengan kabupaten,” tuturnya. Masih kepada Media yang sama, Sudirman Said juga membeberkan bahwa JK telah mengurangi porsi tanggung jawab PLN yang sedianya akan membangun 10.000 Megawat menjadi 5000 Megawatt. Sudirman mengungkapkan, berkurangnya porsi PLN dalam proyek pembangkit 35 ribu MW tak lepas dari arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan demikian, perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) diberi kesempatan untuk membangun pembangkit hingga 30 ribu MW. Meskipun tudingan RR berusaha dibantah oleh Wapres JK. Dalam merealisasikan proyek ini dalam waktu singkat yaitu dengan cara semakin banyak memberikan porsi kepada pihak swasta yang bergerak di sektor energi khususnya yang bergerak di dalam bidang kelistrikan. Tentu hal ini bisa dipahami karena telah diatur di dalam sejumlah regulasi misalnya: UU 12/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014, Peraturan Menter ESDM 1/2015 tentang Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik Dan Pemanfaatan Bersama Jaringan Tenaga Listrik, Peraturan Menteri ESDM 3/2015 tentang tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik Dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, Dan PLTA Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Melalui Pemilihan Langsung Dan Penunjukkan Langsung.

Terdapat 7 permasalahan dan tantangan yang di hadapi oleh PLN untuk merealisasikan proyek 35.000 MW:

  1. PLN perlu memperkuat struktur permodalan untuk menjaga rasio keuangan.
  2. Perlu kejelasan skema penjaminan pemerintah untuk pendanaan terutama untuk proyek skala besar.
  3. Di butuhkan integrasi yang kuat dalam pembangunan pembangkit, transmisi dan gardu induk.
  4. Pengadaan tanah membutuhkan waktu dan terbentur regulasi.
  5. Masalah perizinan masih membutuhkan penyelarasan dan akselerasi oleh pemerintah pusat dan daerah, serta perlu waktu yang lama untuk rencana PTSP.
  6. Pengadaaan pengembangan harus selesai paling lambat kuartal empat 2016 untuk pembangkit PLN dengan kapasitas 9815 MW.
  7. Perlu langkah khusus pengamanan pasokan energi primer gas dan batu bara.

http://www.kompasiana.com/fajarbaru/waspadai-manuver-jk-pada-megaproyek-listrik-35-ribu-megawatt_55d9474cd593730c05f6103f

http://www.beritasatu.tv/news/pro-kontra-proyek-pembangkit-listrik-35-ribu-megawatt/

http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/10/01/pembangunan-listrik-35-ribu-megawatt-masih-terkendala-investasi

Irfan Syuhudi

Mahasiswa Teknik Elektro FTI-ITS 2013

2213100109

SPS 113

[SPS 113]

Menyelesaikan masa studi di kampus perjuangan merupakan moment spesial bagi seluruh mahasiswa ITS, begitupun dengan wisudawan Teknik Elektro ITS. Oleh karena itu, Himatektro ITS memberikan sambutan hangat ke para wisudawan Teknik Elektro ITS melalui sebuah acara yang bernama Syukuran Pelepasan Sarjana (SPS) 113. Mau tau seperti apa SPS 113 ini berlangsung, check this out guys.!!

Don’t forget to like, comment, and subscribe!
Want to know more?
Check out http://hima.ee.its.ac.id/
Like https://www.facebook.com/himatektro
Follow https://www.twitter.com/himatektro_its
Add Line @xyh6022r

Credit
Barry Likumahuwa Project – Beranjak Pergi
Howard Goodall – Paris Taxi Ride

Thanks to Contributor
– Andre Dwi Herdiyanto
– Yens Roberto Stefanus Welley
– Joan Andrea
– M. Ilmawan Riandoko
– Reno Hidayat

[FA2 / MF]

Dalam Dua Hari, HIMATEKTRO SUPER Borong Gelar HMJ Terprestatif

Kampus ITS (11/4/2016) – Identitas prestatif memang sudah terbukti pantas melekat di kalangan Mahasiswa Teknik Elektro ITS. Baru-baru ini, Departemen Riset dan Teknologi (Ristek) HIMATEKTRO ITS 2015/2016 atau HIMATEKTRO SUPER mendapat dua penghargaan dalam dua hari sekaligus sebagai HMJ terkontributif dan juga paling berprestasi di ITS. Dua penghargaan bergengsi tersebut didapat masing-masing dari BEM FTI dan juga BEM ITS.

 

 

Kampus ITS (10/4/2016) – Poster Pengumuman FTI Award FTI ITS

Kampus ITS (11/4/2016) – Poster awarding Ristek HMJ Paling Berprestasi dari BEM ITS

Melalui media sosial BEM FTI, HIMATEKTRO SUPER diumumkan mendapat penghargaan FTI Award 2016 sebagai ristek terkontributif. Disusul sehari setelahnya HIMATEKTRO SUPER mendapat award sebagai HMJ paling berprestasi dari BEM ITS. Penghargaan tersebut didapatkan berdasaran beberapa penilaian seperti jumlah PKM terdanai, jumlah PKM-GT terunggah, jumlah prestasi mahasiswa, hingga aplikasi teknologi.

“Prestasi Departemen Ristek sebagai ristek terprestatif bukan hanya prestasi departemen ini. Namun ini adalah prestasi Mahasiswa Elektro” tutur Indra Dilianto selaku Kepala Departemen Ristek HIMATEKTRO SUPER. Mahasiswa Elektro ITS sejak dulu sudah memiliki budaya keilmiahan yang sangat baik. Terlebih lagi, laboratorium sebagai pusat riset di jurusan menjalankan perannya dengan sangat baik sebagai daya dukung di bidang keilmiahan. Kedua hal itulah yang menjadi kunci keberhasilan keilmiahan Elektro ITS di tingkat ITS ini.

“Saya berterima kasih dan berharap kita tetap menjaga tradisi yang kuat di bidang keilmiahan ini. Hal lain yang juga perlu ditingkatkan adalah bidang aplikasi teknologi. Elektro masih memiliki peluang yang cukup besar untuk berkontribusi di bidang ini, baik di sisi branding, pengabdian masyarakat, maupun kewirausahaan” tutup Indra dengan senyum. [TUF]

Bangun Aplikasi Teknologi hingga Dangdutan Bareng di ELEKTRODA

Kampus Elektro ITS (10/4/2015) – (dari kiri ke kanan) Cak Faqih, Verdiansyah, dan Pak Ardyono memberikan arahan sebelum keberangkatan.

Kab. Pasuruan, 10/04/2016 – Tiga pilar Elektro ITS sinergis mengadakan kegiatan bakti sosial bertajuk Elektro Peduli Desa (ELEKTRODA) pada Hari Minggu, 9 April 2016 lalu. Kegiatan yang berlangsung di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan ini merupakan realisasi proyek sosial yang telah direncanakan oleh tiga pilar yaitu Alumni, Jurusan, dan Himpunan Mahasiswa sejak tiga bulan sebelumnya. “Meskipun dengan persiapan yang padat untuk event sebesar ini, namun berkat sinergitas dengan alumni dan jurusan serta dukungan beberapa sponsor HIMATEKTRO ITS akhirnya mampu mewujudkan kegiatan turun ke desa ramai-ramai seperti hari ini” ungkap Hilmy Kharisma selaku Ketua HIMATEKTRO ITS.

“Hari ini kita datang kesini tidak hanya untuk memberi sesuatu, tapi juga harus belajar sesuatu. Kita harusnya memahami mengapa kita diciptakan dengan satu mulut dan dua telinga. Kita harus lebih banyak mendengar” ungkap Cak Faqih salah satu alumni e12 menganalogikan dalam sambutannya. Sejauh ini masalah besar yang dihadapi Desa Karangjati yaitu sulit terjangkau sinyal selular dan juga krisis air. Setiap tahun mulai Bulan September hingga datang musim hujan desa ini selalu kekurangan air. Selain itu pernikahan dini juga menjadi masalah yang perlu diatasi sedikit demi sedikit. “Kami sangat senang untuk pertamakalinya didatangi mahasiswa seperti ini, meskipun hanya sehari saya berharap kehadiran mahasiswa-mahasiswa dan juga para dosen ini mampu menjadikan desa dan masyarakat disini berkembang” tutur Sulastin selaku Kepala Desa Karangjati.

Balai Desa Karangjati (10/4/2016) -Ketua HIMATEKTRO ITS, Jurusan, IKAELITS, Ketua Kecamatan, dan Kades berfoto untuk penyerahan bantuan secara simbolis.

ELEKTRODA yang diikuti juga oleh mahasiswa elektro angkatan 2015 dimulai dengan keberangkatan menggunakan enam buah bis dan beberapa mobil pribadi. Kegiatan sosial yang dilakukan yaitu berupa kerja bakti lingkungan desa, pengajaran cita-cita, penyuluhan pencegahan DBD dan nikah muda, pelatihan kerajinan tangan dari bahan kulit jagung, aplikasi teknologi, hingga hiburan berupa dangdutan bareng. Aplikasi teknologi yang dibangun yaitu pemasangan repeater untuk memperkuat sinyal di Desa Karangjati dan juga sumbangan alat peraga listrik sederhana sebagai inisiasi Rumah Teknologi yang akan dibangun dalam jangka waktu panjang. [TUF]

Desa Karangjati (10/4/2016) – Mahasiswa Teknik Elektro kerja bakti lingkungan Desa Karangjati.

Desa Karangjati (10/4/2016) – Penyuluhan pencegahan DBD oleh mahasiswa dari rumah ke rumah.

Desa Karangjati (10/4/2016) – Mahasiswa Elektro dan anak-anak Desa Karangjati berfoto usai pengajaran penanaman cita-cita.

Balai Desa Karangjati (10/4/2016) – Ibu-ibu Desa Karangjati membuat kerajinan dari kulit jagung.

Balai Desa Karangjati (10/4/2016) – Warga Desa Karangjati dan para mahasiswa menikmati hiburan dangdut bersama.

Serunya kegiatan ELEKTRODA dapat dilihat di album facebook berikut: Album ELEKTRODA

Elektroda COMING SOON !!

[Elektroda]

 

Pengmas Himatektro ITS proudly present
ELEKTRODA
Elektro Peduli Desa
Bagaimana jadinya jika Angkatan 2015, Himatektro ITS, dan IKA ELITS terjun langsung untuk mengabdi ke desa..?
Nantikan acaranyanya.. Hanya di Bulan April ini..

Don’t forget to like, comment, and subscribe!
Want to know more?
Check out http://hima.ee.its.ac.id/
Like https://www.facebook.com/himatektro
Follow https://www.twitter.com/himatektro_its
Add Line @xyh6022r

Credit :
Tim Pubdok Elektroda
Stephen Anderson – We Move Freely
Howard Goodall – Paris Taxi Ride
Toshiro Masuda – Afternoon of Konoha

[mf/fa2]

English Competition

myhome

Smile of the winners, English Competition by Prokesma

 

We can go international! Held at the evening of 10th and 11th of March, 2016, many students of us showed their skills of speaking English at “English Competition”. The event which was held by Victory Student Ambassador and Department of Prokesma, was targeting students ftom JTE, TMJ, and BME.

 

Two competitions were held  at the same time, poster design and debate competition. So many unique and educating posters were displayed. Then the participants explained their purpose, why and what for, they made the posters. Mostly about go green. And this competition winners go to Rangga as first winner and Dian Akbar as the second winner.

 

The other competition was debate competition. It proved us that JTE, TMJ, and BME students are critic. The atmosphere was hot, each of the participants made such strong argumentation. They could inspire us that a case could be saw from different point of views, different angles. Above that, confidence is the key to be the victory. Congrats to Secret, Marwan, and Meong Team for the victory! [frs]