Membaca Masa Depan Energi Baru dan Terbarukan dalam Kancah Ketenagalistrikan – DIODA

Discussion On The Day hadir kembali di FTE, Kegiatan DIODA yang kedua ini berlangsung pada Rabu, 8 Maret 2017. Bertempat di Ruang AJ201-202, kegiatan berlangsung dengan lancar. DIODA yang bertemakan “Membaca Masa Depan Energi Baru dan Terbarukan dalam Kancah Ketenagalistrikan” ini mengundang Prof. Dr. Ir Adi Soeprijanto, MT. yang saat ini aktif sebagai Ketua LPPM ITS.
EBT (Energi Baru dan Terbarukan) merupakan sumber energi yang berasal dari energi-energi baru dan terbarukan. EBT penting bagi keberlangsungan energi yang ada di bumi. Karena energi yang diciptakan bisa diperbarui lagi. Di Indonesia sendiri, potensi EBT sangat besar. Solar Cell, dan Wind Turbine, merupakan beberapa contoh dari EBT yang bisa dimanfaatkan di Indonesia. “Di India, Solar Cell sudah menjadi sumber energi di industri rumahan” ucap Prof Adi. Selain Solar Cell dan Wind Turbine, Biomassa seperti ampas tebu, sawit, dan kotoran ternak bisa dimanfaatkan sebagai EBT. “Sebenarnya sudah ada pemanfaatan EBT, hanya saja pemanfaatan dan perawatannya masih kurang.” ungkap Prof Adi.
Di penghujung acara Prof Adi berpesan kepada peserta bahwa kunci sukses dari proyek EBT ada 4 aspek, yaitu aspek manajemen, aspek teknik, aspek ekonomi, serta aspek sosial. “Buatlah 1 project yang berhasil lalu gunakan itu untuk menarik investor, dukung investor, intensif melakukan riset, dan lakukan edukasi dengan masyarakat sekitar.” ucap Prof Adi munutup kegiatan DIODA. [BOW]