Electra Competition

Electra Competition 6 berakhir dengan tim SMAKONE dari SMAK 1 Penabur Jakarta sebagai juaranya. Namun ada cerita menarik dari tim Runner Up Electra ini, yaitu tim SMADA CS dari SMA Negeri 2 Lumajang. Saat diwawancarai tim ini mengaku sudah 2 kali berpartisipasi di ajang Electra Competition. Tepatnya pada electra competition 4 dan yang sekarang electra competition 6. Motivasi mereka memang tak tanggung tanggung, ingin menembus persaingan memasuki jurusan teknik elektro ITS. Motivasi ini mereka bawa beranjak dari kegagalan mereka menembus babak penyisihan pada electra Competition 4 dulu. “dulu kami sudah pernah ikut electra 4 saat kelas 10, tapi karena gagal tembus babak penyisihan, kami mencoba lagi di electra Competition 6 ini dan bersyukur bisa memasuki babak final” ucap Irfan, salah satu anggota tim SMADA CS. Mereka berharap dengan diadakannya electra Competition kedepan dapat memudahkan dan meningkatkan minat siswa siswi SMA masuk ke jurusan elektro dan lebih banyak mengetahui dunia teknologi dan elektro lagi. Saat diwawancara mereka mantap ingin masuk ke Jurusan Teknik Elektro ITS di tahun ini!

What New!

Baru saja Tim Event HIMATEKTRO telah menyelenggarakan salah satu perhelatan event akbar dari ELECTRA 2017, yaitu Electra 6 Competition untuk siswa/i SMA Se-derajat pada 12,18 dan 19 Februari lalu. Penasaran apa saja yang baru dalam Electra 6 Competition tahun ini?
Pertama, yaitu ditambahnya babak Perempat Final untuk para peserta. Sistem babak ini memakai konsep seperti acara Ranking 1, namun bukan menggunakan sistem gugur melainkan sistem akumulasi nilai terbanyak. Tim yang berhasil akan melaju ke babak Semifinal pada hari itu juga dengan adu rally serta permainan binggo melewati 17 pos untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Kedua, dibukanya region baru yakni Region Balikpapan. Mengingat antusiasme peserta Electra Competition yang semakin meluas sampai seluruh penjuru negeri, maka dibuka region baru tersebut dengan menempatkan SMAN 1 Balikpapan sebagai tempat babak penyisihan.
Selanjutnya, sebelum peserta melewati babak final dengan tantangan membuat alat anti maling dan cerdas cermat, 6 tim yang lolos menuju babak final diberi Pelatihan dari Divisi Workshop Teknik Elektro ITS. Alhasil, Tim SMAKONE dari SMAK Penabur Jakarta berhasil menjuarai Electra 6 Competition dengan nilai akhir 776. Disusul oleh Tim SMADA CS dari SMAN 2 Lumajang dengan 272 poin dan Tim JURI ELECTRA 6 dari SMA MTA Surakarta dengan perolehan nilai 210 poin. Jangan lewatkan juga subevent lain ELECTRA 2017, BARONAS dan National Symposium 2017 yang tidak kalah menariknya sebentar lagi! Nantikan kejutan dan atmosfer kompetisi yang lebih seru di Electra Competition tahun depan. Sampai jumpa! [VIP]

Teknologi sebagai tolak ukur suatu bangsa

Pada zaman ini, teknologi sudah menjadi salah satu tolak ukur besar dalam menentukan maju mundurnya suatu negara. Banyak keraguan dan kecemasan yang dirasakan masyarakat tentang kesiapan setiap individu muda yang nantinya akan mengemban beban berat dalam persaingan di era teknologi ini. Namun sudah selayaknya keraguan itu dapat ditepis, dengan kenyataan bahwa setiap generasi selalu berkembang untuk belajar. Apabila generasi muda mau menggali potensi mereka sejak dini untuk belajar mengembangkan teknologi, kemajuan dan kesejahteraan bangsa dapat dibangun dengan cepat. Karenanya, Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyelenggarakan Electrical
Competition, Tour, and Rally (ELECTRA) VI, sebuah rangkaian kompetisi dengan maksud memperkenalkan teknologi pintar kepada generasi-generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA dan sederajat. Dalam pelaksanaannya, ELECTRA VI memiliki empat agenda yaitu: Road to School di sekolah-sekolah menengah atas di wilayah Jawa, Bali dan Kalimantan. Kemudian babak penyisihan yang dilakukan di 14 kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Gresik, Malang, Kediri, Mojokerto, Madiun, Bojonegoro, Jember Probolinggo, Pamekasan, Denpasar, Yogyakarta, Balikpapan, dan Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan babak perempat final dan semifinal yang akan dilaksanakan di Kampus ITS, Surabaya, dan yang terakhir adalah babak final dimana peserta akan melakukan presentasi tentang studi kasus keelektroan. Kompetisi ini diharapkan dapat menjaring siswa-siswi SMA yang memiliki keterampilan dalam bidang teknologi serta dapat memancing kreatifitas generasi muda untuk berinovasi pada teknologi-teknologi dimasa mendatang. Karena Indonesia membutuhkan generasi muda yang dapat berinovasi dan mengembangkan teknologi agar dapat bersaing di era teknologi ini.