LFF Himatektro ITS

Bersamaan dengan turunnya tirai gerimis yang mengguyur Asrama Haji, ditutuplah serangkaian acara LOT (Leadership and Organizational Training) For Future Himatektro ITS. LFF merupakan ajang pelatihan bagi para pejuang penerus Himatektro. Rangkaian acara LFF berlangsung pada tanggal 25-27 kemudian dilanjutkan tanggal 29-30 April 2017 dan diikuti oleh 35 peserta dari e55. Selama lima hari peserta berkutat dengan materi-materi yang vital dalam mengelola organisasi.

LFF yang diadakan selama lima hari ini diadakan di dua tempat yang terpisah. Tiga hari yang pertama dilangsungkan di kawasan Departemen Teknik Elektro. Kemudian pada hari selanjutnya LFF dilangsungkan di Asrama Haji Surabaya. LFF kali ini terkesan lebih istimewa dimana salah satu pemateri merupakan dosen dan dekan fakultas Teknologi Elektro, yaitu bapak Dr.Ir. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T. Beliau memberikan materi mengenai HDBP. LFF ditutup pada hari minggu 30 April bersama dengan kakak-kakak dari Himatektro Super, dimana sebelumnya peserta melakukan presentasi di hadapan mereka.

Salah satu tolak ukur keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari penerus-penerusnya karena merekalah yang akan menentukan keberlanjutan sebuah organisasi. Maka dari itu LFF dan para pesertanya merupakan harapan bagi Himatektro agar terus berjaya di tengah dinamika kampus.

NATIONAL SYMPOSIUM 2017, MOTIVASI MAHASISWA BERKEMBANG UNTUK SMART CITY

Hari sabtu akhir di bulan April, tepatnya tanggal 29 April 2017 menjadi puncak penutupan serangkaian acara sub event dari ELECTRA 2017. Pukul 8 pagi hari itu sedang terlaksana National Symposium yang bertemakan “Smart City for a Better Indonesia” dan bertempat di Graha ITS Surabaya. “Karena tema ELECTRA tahun ini mengangkat smart technology, implementasinya bisa diliat salah satunya di smart city. Dan smart city juga merupakan isu terkini yang masih sedikit diketahui oleh masyarakat dan mahasiswa. Bahkan banyak orang yang tidak tahu kalau sebenarnya Surabaya sudah mengimplementasikan smart city.” , ungkap Vathya selaku panitia.
Mengundang tiga pembicara hebat di bidang smart city sendiri, Graha ITS langsung dipenuhi para peserta yang ingin belajar dan mengetahui apa itu smart city. Pertama, yaitu Bapak Teguh Prasetya selaku Director of marketing PT. Alita. Beliau membuka materi pertama dengan Apa itu Smart City. Dilanjutkan oleh Bapak Bagyo Nugroho, selaku Vice President Enterprise Parenting Operation PT. Telkom yang memberi wawasan mengenai Smart Cities and Smart Nation. Menariknya, dua tokoh hebat ini merupakan alumni dari Teknik Elektro ITS pula, sembari mereka memberi pengetahuan kepada peserta, diselipkan juga nostalgia serta pengalaman lucu dari Bapak Bagyo dan Bapak Teguh ini semasa mereka menjalani kuliah di ITS dulunya, membuat suasana lebih santai dan segar pada kala itu. Kemudian disambung oleh Bapak Tiyo Avianto, founder dan CEO Cubeacon sebagai penutup materi. Di sela-sela acara para peserta juga disuguhkan hiburan dari performance Paduan Suara Mahasiswa ITS dan Komunitas ITS Jazz. Acara ditutup dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator bersama ketiga pembicara serta penyerahan kenang-kenangan dari panitia.
Besar harapan, sebagai mahasiswa kita tidak perlu takut atau minder untuk bisa berkontribusi dalam mengembangkan smart city sendiri. Dimulai dari lingkungan sekitar kita ataupun melalui penelitian karya ilmiah yang mencakup smart technology yang nantinya dapat diterapkan secara nyata di Indonesia. [VIP]