‘Bingkisan’ Nasihat dari Pak Wahyudi

Gresik, 27/11, setelah sebelumnya sapa alumni menyambrangi Cak Rahmat, kini Departemen Hubungan Luar menyapa Pak Wahyudi, Direktur dari PT. Barata Indonesia. Setelah perjalanan panjang Elektro ITS menuju Gresik yang memakan waktu hampir satu jam, akhirnya rombongan Hubungan Luar+ yang terdiri dari Ario, Aris, Maudy, Ayla dan Gary yang juga nimbrung dalam kunjungan ini. Setibanya rombongan, Pak Wahyudi lantas menyambut dengan hangat.

Diawali dengan perkenalan, pembicaraan mengalir dengan santai. Ketika ditanyakan apa bidang studi masing-masing, pak Wahyudi langsung bercerita mengenai pemilihan bidang studi. Ketika akan memilih, sebaiknya dipikirkan matang-matang utamanya, pertimbangkan prospek dari bidang studi yang akan dipilih. Sehingga lulus dari perkuliahan di Elektro, tidak gamang lagi dalam memilih profesi yang akan ditekuni. Power dan Kontrol yang banyak dibutuhkan di banyak industri, Telkom yang secara spesifik dibutuhkan pada perusahaan telekomunikasi, Elektronika yang berprospek di industri atau Wirausaha, dan Komputer yang juga secara spesifik dibutuhkan dalam indsutri komputer. “Lulus nanti mau ‘bertarung’ dimana? Itu perlu dipikirkan”, Tambahnya.

Bidang studi Komputer (TKT) rupanya mendapat perhatian yang lebih dari Pak Wahyudi. Beliau mengkritik kompetensi yang menurutnya harus segera dikebut agar dapat mengejar ketertinggalan. ‘Ilmu di dunia IT kan berubah harian. Handphone saja berbagai tiper baru bermunculan’, ungkapnya. Menurut beliau, perlu adanya evaluasi kompetensi agar perubahan yang hampir setiap hari terjadi, tetap dapat diiikuti dengan baik oleh bidang studi tersebut. Dan mahasiswa jebolan bidang studi tersebut, sekeluarnya dari Elektro tetap dapat unggul di bidangnya.

Banyak pesan positif yang diberikan oleh pak Wahyudi. Beliau menyoroti kehidupan perkuliahan kampus yang berdasarkan pengalamannya ditambah pengamatannya, terlalu banyak mempelajari teori dan sekedar mempelajari dengan mengawang-awang. Menurut beliau, penting bagi mahasiswa untuk mencari tambahan ilmu yang lebih nyata. “Lagi lewat PLTU misalnya, berhenti, mampir dan minta izin; ‘pak saya mau lihat seperti apa pembangkit itu’ sambil tunjukan ktm. Dari pembelajaran lapangan seperti ini, saat dosen menerangkan kan bisa langsung paham apa yang dimaksud dosen”, kata beliau. “Jangan banyak duduk diperkuliahan saja, tapi juga lihat langsung apa sih yang sebenarnya yang kalian pelajari,” lanjutnya.

Sebagai bingkisan perpisahan, Pak Wahyudi memberikan beberapa tips-tips menuju sukses:
1. Tekun
2. Pantang Menyerah
3. Berpikir Ke Depan
4. Paling penting, punya kader. Agar apa yang kita perjuangkan, dapat terus berlanjut bahkan setelah kita tidak ada.

Satu dari Himatektro Untuk MUNAS 9 FKHMEI

Yoga Septefa

Pekan ini mungkin menjadi pekan yang mendebarkan bagi Yoga Septefa, Kepala Biro Kelembagaan dari departemen Hubungan Luar Himatektro ITS. Pasalnya, Senin (19/11) siang hari, dia akan membawa nama besar Elektro ITS ke tingkat Nasional dalam Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia (FKHMEI) yang ke-9. Dalam MUNAS kali ini, dipilih Gorontalo yang dikenal sebagai Provinsi Jagung, untuk menjadi tuan rumah. Berangkat bersama-sama dengan delegasi dari perguruan tinggi lainnya di wilayah X, Yoga akan menghabiskan waktu dari 19 – 24 November dalam jamuan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Gorontalo.

Seperti pada waktu-waktu sebelumnya, dimana MUNAS 8 Himatektro ITS mendelegasikan dua orang untuk dapat terlibat, departemen Hubungan Luar merencanakan bahwa Yoga berangkat ditemani salah seorang staf departemen Hubungan Luar lainnya, yakni Rusyadi Wihardi yang akrab dipanggil Didi. Akan tetapi sangat disayangkan, Didi tidak dapat menemani perjalanan Yoga ke Gorontalo karena terdapat beberapa kendala. Munas yang turut mengundang seluruh delegasi Mahasiswa Teknik Elektro se-Indonesia ini, semestinya dapat menjadi ekspansi jaringan Himatektro dan ladang pembelajaran bagi Didi. Seperti pada waktu sebelumnya menjadi pembelajaran bagi Nasrul Apribianto, Humas 2011/2013 yang kala itu menemani Mas Atya dalam pendelegasian FKHMEI di Palembang 2011 silam.

Meski hanya seorang diri, Himatektro dan Elektro ITS sangat berharap bahwa Yoga dapat turut andil dan memetik hasil yang maksimal dari pembahasan salah satu rangkaian acara nantinya, yaitu Peran Serta FKHMEI dalam MP3EI bidang Energi. Kita nantikan saja oleh-oleh khas Gorontalo dan ‘oleh-oleh’ kiprahnya Yoga dalam MUNAS 9 FKHMEI.(GA)

Kunjungan ke ITS Online, Kominfo Musti Lebih Banyak Belajar

Kominfo merupakan salah satu departemen baru yang ada di Himatektro ITS, dan tahun ini merupakan tahun pertamanya. Tentunya di usia yang sangat muda ini masih memiliki banyak kekurangan-kekurangan dan diperlukan pembelajaran yang lebih terutama bagi para staffnya. Untuk mengatasi hal ini, Departemen Hubungan Luar (Hublu) Himatektro memfasiltasi berupa kunjungan ke ITS Online yang mana ranah kerjanya hampir sama dengan Kominfo dan tentunya lebih berpengalaman dibanding dengan Kominfo saat ini. Senin ini (15/10), sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan yang terdiri dari teman-teman Departemen Hubungan Luar (Hublu), Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pun berangkat bersama, seperti dahulu saat masih berada dalam satu departemen. Setibanya di ‘markasbesar’ ITS Online, gedung Perpustakaan ITS Lantai 6, dan langsung mendapat sambutan hangat dari Kru ITS Online. Tanpa basi-basi, Arief Rahman, langsung membuka acara dengan perkenalan, dan dilanjutkan dengan presentasi dari Kru ITS Online.

Di awal, langsung dibahas, ITS Online bukanlah Ormawa bukan pula UKM, melainkan media resmi ITS yang langsung dipimpin oleh seorang Dosen. Didukung 19 Kru yang terbagi menjadi Redaktur, Editor dan Reporter, ITS Online bekerja selama 24 Jam sehari dan seminggu penuh. Yang artinya hampir setiap saat, ITS Online selalu siaga memberitakan info-info terbaru seputar ITS. Berwadahkan website ITS dan ‘Proyek Akbar’ ITS Point, pengembangan setiap individunya berjalan secara kontinyu.

Satu yang menarik bahwa ITS Online merupakan sebuah unit kerja professional, dimana berbeda dengan ormawa yang setiap tahun berganti kepengurusan, ITS Online justru tidak demikian. Sekali masuk, pindahnya suatu orang keposisi lainnya tergantung kecakapan dan kinerja selama waktu sebelumnya. Hal lain yang juga menarik, dimana untuk mencegah tumpang tindih pemberitaan, setiap reporter dikoordinasikan di bawah satu coordinator dalam pertemuan mingguan untuk koordinasi pembagian artikel. Satu yang belum begitu bias diterapkan di redaksi Himatektro ITS.

Cukup banyak hal yang dapat Himatektro ITS pelajari dari ITS Online, khususnya mengenai system kerja yang diterapkan. Ada sekilas pikiran di departemen Kominfo untuk meniru sistem professional layaknya ITS Online, demi memaksimalkan salah satu media cetak yang dimiliki Himatektro.Meski demikian, tentunya perlu kajian lebih luas dan mendalam mengenaihal ini. Menjadi tantangan tersendiri bagi Himatektro ITS, Dapatkah hasil dari Company Roadshow yang diadakan departemen Hubungan Luar diterapkan atau setidaknya dimanfaatkan di Himatektro?

Kunjungan ke himage ITS

Jum’at, 12 Oktober 2012, Untuk kesekian kalinya, kami, Himatektro ITS kembali melakukan kunjungan ke ormawa yang ada di ITS. Tujuannya kali ini adalah HIMAGE ( Himpunan Mahasiswa Geomatika) FTSP ITS. Kegiatan kunjungan yang bertajuk “Studi Komparasi Ormawa (SKO)” ini difasilitasi oleh Departemen Hubungan Luar (Hublu) Himatektro ITS yang berfokus untuk menjalin hubungan baik antara Himatektro ITS dengan Ormawa-ormawa yang ada di ITS. Tujuan dari kunjungan ini adalah menjalin silaturahmi , sharing-sharing, serta mengharapkan kerjasama antar keduanya.

Rombongan berkumpul di Jurusan Teknik Elektro ITS. Selepas sholat Ashar, sekitar pukul 16.00, kami langsung meluncur ke Jurusan Geomatika yang berlokasi di dekat gedung Pascasarjana ITS. Rombongan kami terdiri dari teman-teman Hublu, Kominfo, Ristek, dan BPH.

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh teman-teman dari Himpunan  Mahasiswa Geomatika. Dalam kunjungan ini kami saling memperkenalkan diri, serta memperkenalkan Himatektro ITS beserta proker-prokernya. Begitu pula dengan teman-teman Himage, mereka juga memperkenalkan Himage beserta proker dan agenda mereka. Kemudian dilanjutkan dengan sharing-sharing tentang proker dan agenda masing-masing. Harapnnya adalah dapat saling memberikan masukan untuk kebaikan keduanya kedepannya.

Karena terlalu asik berbincang-bincang, hingga lupa waktu. Kami-pun segera berpamitan karena sudah masuk waktu sholat maghrib.

Untuk selanjutnya kami akan melakukan kunjungan ke ormawa-ormawa lainnya yang ada di ITS.(FY)

DIDIT : HIMATEKTRO SIAP MENJADI DAYA DUKUNG BAGI BEM FTI


Selasa sore yang lalu, (25/09) Himatektro kedatangan tamu istimewa. Bukan artis, bukan pula konglomerat, melainkan kawan kita, para fungsionaris dari Badan Ekeskutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri(BEM FTI) ITS. Dari sekitar 27 orang yang datang, tampak PBH ditemani beberapa 6 Kepala Departemen dan juga beberapa staff yang turut serta. Dengan mengambil Elektro Budoyo sebagai tempat ber-ramah tamah, acara berjalan dengan lancar. Bahkan, sering canda tawa terselip dalam forum. Ya, dengan Moderator mas Aryo, Kepala Departemen Hubungan Luar,  suasana sore itu menjadi sangat ceria.

Acara diawali dengan perkenalan dan sedikit pemaparan Himatektro dari mas Primaditya atau kerap dikenal dengan mas Didit, selaku Ketua Himatektro. Setelah mas Didit mengakhiri pemaparannya dengan brand Himatektro saat ini, yakni Himatektro Harmoni, BEM FTI kemudian melanjutkan forum dengan menyampaikan maksud utama kedatangannya, yaitu menyampaikan proker dan agenda mereka dalam setahun ke depan. Melalui staff tiap departemen sebagai pembelajaran, pemaparan dimulai dan diselingi dengan tanya jawab dengan departemen di Himatektro yang bersangkutan dengan proker dan agenda yang dipaparkan.

Satu hal yang menarik datang dari Departemen Keprofesian dan Keilmiahan, PROKIL, yang memiliki harapan besar untuk adanya teknologi bersama dari seluruh elemen FTI untuk dapat diterapkan dalam ITS Bangun Desa atau juga dalam TENDAKU, kegiatan pengabdian masyarakat yang dikelola oleh Departemen Sosial Kemasyarakatan, SOSMAS. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Himatektro dengan keprofesiannya yang sebenarnya sangat besar pemanfaatannya dalam tataran masyarakat, untuk dapat berkontribusi bagi FTI. Meski memang cukup berat, karena pada saat yang sama Himatektro juga menjalankan EVDO, Electrical Village Development yang direncanakan akan memasang pembangkit Pikohydro di desa berpotensi.

Demi kesuksesan dari proker dan agenda, BEM FTI turut meminta kesediaan dari Himatektro untuk sekiranya dapat bekerja sama. Permintaan yang sama juga diajukan ke seluruh HMJ di FTI. Memang, BEM FTI kini mengejar integralistik yang seutuhnya dalam tingkat Fakultas, seperti yang dikatakan mas Adri, KaBEM FTI, ”Harapannya, tidak hanya mahasiswa FTI, tetapi juga himpunan di setiap jurusan dapat bersatu”.

Sepakat dengan pernyataan mas Adri, mas Didit berkomentar mengenai bantuan yang diharapkan BEM FTI, “Himatektro siap menjadi daya dukung bagi BEM FTI”. Sekitar pukul 18.00, ramah tamah ini diakhiri dan ditutup dengan berfoto bersama di jembatan B – AJ.(GA)

Kunjungan Alumni at Mas Opid (e45)

Kunjungan Alumni adalah salah satu program kerja Biro Hubungan Luar Departemen Hubungan Massa HIMATEKTRO ITS. Kegiatannya berupa rangkaian kunjungan ke alumni-alumni Teknik Elektro ITS, khususnya untuk wilayah Surabaya. Kunjungan pertama ke alumni angkatan e45 yaitu Mas Adi Surya atau yang lebih dikenal dengan Mas Opid. Beliau adalah seorang pengusaha muda sukses yang saat ini memimpin sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa, PT Mahakam Jaya Sejahtera. (lebih…)