SPARK : Safety Parking Berbasis IOT

Dewasa ini aksi pencurian motor sangat marak terjadi, terutama di lingkungan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hal itu lah yang menjadi salah satu alasan dari tim mahasiswa teknik komputer yang beranggotakan A.A Ngurah Surya L, Ahmad Aris Habibi, dan Kadek Sierly Saraswati menciptakan alat pengaman pada motor agar terhindar dari aksi pencurian. Alat ini bernama SPARK (Safety Parking Berbasis IOT). Cara kerja dari SPARK sendiri yaitu menggunakan accu pada motor sebagai power supply nya. Kemudian terdapat 2 macam pendeteksian dari perangkat hardwarenya, pertama apabila motor tersebut bergerak/berpindah tempat misalnya sejauh 4 meter dari posisi awal saat diparkirkan, maka SPARK akan mengirimkan notifikasi ke akun LINE smartphone yang kita miliki atau akun LINE teman-teman yang ingin kita beritahu, atau bahkan langsung mengirim notifikasi ke pihak kepolisian. Pendeteksian yang kedua yaitu apabila kunci kontak dimasukkan atau akan diputar, maka juga akan mengirimkan notifikasi. Selain itu kita juga bisa mengecek posisi motor kita hanya melalui smartphone. Karena selama smartphone kita terhubung dengan internet, kita dapat terus melakukan monitoring terhadap motor kita yang telah dilengkapi SPARK. Meskipun kita sedang berada pada jarak yang sangat jauh dengan motor kita.
SPARK juga telah memenangi berbagai perlombaan salah satunya yaitu Juara 1 XL Digital Leader 2016. Jadi, dengan menggunakan SPARK, sebenarnya kita sudah bisa melakukan tindakan pencegahan terhadap aksi pencurian. Karena beberapa indikasi motor itu akan dicuri yaitu apabila motor diangkat/dipindahkan secara paksa dan motor dihidupkan secara paksa.

KIPRAH SANG PELAGIAT

Pada era ini, masyarakat, khususnya generasi muda, mulai melupakan budaya asli Indonesia. Anak-anak berpikiran bahwa rumah adat dan pakaian adat itu kuno. Hal itulah yang menginspirasi Septiana Trikuncoro, Reza Zhafiri, Beny Setiyadi Hidayat, Muhammad Haekal Maulana, dan Kemas Roby Firmansyah untuk membuat PKM-M berjudul Pelagiat: Pengenalan Adat Istiadat Berbasis Game Edukasi untuk Anak Nusantara. Sesuai dengan namanya, peserta dengan judul PKM yang meraih medali perunggu untuk kategori presentasi pada PIMNAS 26 Mataram tersebut adalah permainan berbasis flash dengan grafik kartun dua dimensi untuk mengenalkan provinsi di Indonesia, khususnya baju adat dan rumah adat.

Dalam permainan tersebut, dikisahkan terdapat sepasang siswa yang mengunjungi provinsi-provinsi di indonesia untuk mengetahui budayanya. Pemain lantas dibawa ke 33 provinsi di Indonesia untuk mengidentifikasi budayanya. Lebih spesifik lagi, pemain diminta memilih baju adat dan rumah adat yang tepat dari setiap provinsi, mulai dari Sumatera Utara hingga Jayapura. Septiana Trikuncoro, ketua tim PKM-M ini menuturkan bahwa platform game dipilih karena medianya efisien, unik, dan menarik. Memang, game-game yang dimodifikasi dari game mencocokkan busana dengan tujuan serupa sudah pernah dibuat, namun game ini lebih baik dalam segi grafik dan alur permainannya.

Pelagiat telah diluncurkan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, dan diuji cobakan pada siswa-siswi kelas 4 SD. Kuncoro memaparkan bahwa, pada siswa dengan rata-rata usia 9-10 tahun tersebut terjadi peningkatan pemahaman sebesar 40 persen. Degan kata lain Pelagiat telah membantu siswa dalam pelajaran PKN dan IPS, serta meningkatkan rasa nasionalisme mereka terhadap bangsa. “Harapan kami kedepannya game ini dapat diakui di kancah internasional sehingga aspek budaya dari Indonesia dapat lebih dikenal, baik oleh warga negara Indonesia sendiri maupun wisatawan asing”, pungkasnya.(TW)

CIPTAKAN KURSI RODA KONTROL SUARA BERBUAH MEDALI EMAS

Lab base education merupakan salah satu metode untuk pengembangan riset dan teknologi. Salah satu karya dari metode tersebut yakni Electric Wheel Chair, karya dari Angga Pradana, Ferry Hidayat, M. Agus Taksiono, Liem Yuliana Katrina H., dan M. Faisal Winarto yang berhasil menyabet emas kategori presentasi dan tim favorit dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Teknologi kursi roda dengan control berupa suara yang terintegrasi melalui device Android ini bertujuan untuk mempermudah penyandang cacat melakukan aktifitasnya di atas kursi roda tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Hasil dari penelitian di Laboratorium B202, Teknik Elektro ITS seputar otomasi
dari kursi roda, baik menggunakan gerakan mata ataupun joystickdan perkembangan dari teknologi Android yang cukup pesat menjadi latar belakang dari ide pembuatan alat tersebut.

Karya yang tergabung dalam kategori PKM-KC ini, bekerja dan bergerak secara otomatis sesuai perintah suara yang diberikan oleh user. Karya ini juga dilengkapi sensor frekuensi sehingga apabila kursi roda akan menabrak suatu objek, maka benda ini akan berhenti secara otomatis. Selain telah diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), karya yang dibimbing oleh Bapak Rudy Dikairono telah mengikuti acara perlombaan bergengsi lainnya seperti INAICTA 2013 diselenggarakan oleh Menkominfo di Jakarta dan Pameran pada Electrical Fun Day (EFD) di Jurusan Teknik Elektro ITS. Berkat pengalaman tersebut, Liem menjelaskan bahwa keberhasilan mereka dalam Pimnas Mataram bukanlah sebuah keberuntungan, terlebih lagi presentasi yang meyakinkan dari timnya. Ketika disinggung harapan kedepannya, Dengan kompak Angga, Ferry dan Faisal mengharapkan agar karyanya dapat dipasarkan secara luas dan menjalin kerjasama dengan berbagai toko alat kesehatan (AR, MFRU).


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa Teknik Elektro Peraih Medali PIMNAS XXIV

foto bersama di mataram

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi juara umum dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) XXIV di Mataram. Mahasiswa-mahasiswi dari Jurusan teknik Elektro Sendiri telah mendapatkan delapan medali pada kategori poster terbaik, presentasi terbaik, dan presentasi terfavorit. Selamat kepada mahasiswa-mahasiswi Teknik Elektro ITS berikut, telah mendapatkan medali dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) XXVI di Mataram, dan membawa nama almamater pada kemenangan pekan ilmiah tahunan tingkat nasional ini.

Kategori Poster

1.  Medali Perak

Rancang Bangun Prototipe Vortech (Vortex Technology) Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Vorteks untuk Kemandirian Penerangan Jembatan Suramadu (PKM-KC)

– Addien Wahyu W. (2211100071)

2. Medali Emas 

“Spin Dry-Pad”: Mesin Putar Pengering Padi Berbasis Sistem Otomasi untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas padi UD. Sumber Rejeki Kabupaten Lamongan Jawa Timur (PKM-T)

– Mohammad Wahyudi (2211100001)

Kategori Presentasi

1. Medali Perak dan Presentasi Terfavorit

Rancang Bangun Electric Wheelchair Controlled by Android Device with Speech Recognition Commands Function untuk Mempermudah Penyandang Cacat Melakukan Aktivitas Diatas Kursi Roda Tanpa Bantuan Orang Lain (PKM-KC)

– Angga Pradana (2209100075)

– Ferry Hidayat(2209100155)

– M. Agus Taksiono (2209100708)

– Liem Yuliana Katrina H. (2209100199)

– M. Faisal Winarto (2210100180)

2. Medali Emas

Implementasi Cross-Layer Enhanced Packet Scheduling (Ceps) Pada Paket Multimedia Untuk Jaringan Ofdm Uplink Di Bawah Redaman Hujan (PKM-P)

– Dylan Adhytia Kalimuddin (2211100111)

– Tri Wahyu Kurniawan (2211100073)

– Oxy Riza Primasetiya (2209100168)

3. Medali Perunggu

PELAGIAT (Pengenalan Adat Istiadat Berbasis Game Edukasi untuk Anak Nusantara) di Surabaya (PKM-M)

– Septiana Trikuncoro (2211100198)

– Reza Zhafiri (2211100037)

– Beny S. Hidayat (2211100080)

– M. Haekal Maulana (2211100173)

– Kemas Roby Firmansyah (2212100030)

4. Medali Emas

Sistem Keamanan Sepeda Motor Mengaplikasikan Sensor Sentuh Dengan Output Suara Dan SMS Gateway (PKM-KC)

– Rachmat Yustiawan Hadi (2212105092)

– M. Taufiqurrochman (2212105024)

5. Medali Emas

Eco Aerator : Inovasi Penyuplai Oksigen dengan Teknologi Vertical Axis Wind dan Archimedes screw Guna Menurunkan Biaya Operasional Petani Tambak (PKM-T)

– Aditya Rifa Utama (2211100066)

– Muhammad Fasih M (2211100120)

– Hendra Antomy (2211100130)

– M. Januar F. (2211100151)

– Ardiansyah (2211100096)

6. Medali Perak

Rancang Bangun Prototipe Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Sebagai Penunjang Kebutuhan Kemaritiman Negara Kesatuan Republik Indonesia (PKM-KC)

– Aminudin (2209100050)

(DC)

ITS JUARA UMUM PIMNAS 26

Mahasiswa Teknik Elektro ITS di Pimnas 26

Akhirnya, setelah berusaha dengan sangat keras, ITS berhasil membirukan Mataram di PIMNAS 26. ITS yang menyumbangkan 44 peserta yang lolos PIMNAS terbanyak juga berhasil meraih Juara Umum dengan mendapatkan medali emas terbanyak. Dengan demikian ITS berhasil memboyong Piala Adhikarta Kertawidya ke kampus perjuangan.

Berikut adalah 10 Besar Perguruan Tinggi di ajang PIMNAS 26 Mataram

1. ITS
2.UNAIR
3.UGM
4.UB
5.IPB
6. Undip
7 Sanatra Dharma
8. UNY
9. UNSRI
10 UNNES

Selamat kepada ITS, Vivat!!!

10 Tim Lolos, JTE dengan PKM Lolos Terbanyak di ITS

 

Selamat untuk mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam 10 tim PKM dari Jurusan Teknik Elektro ITS yang lolos PIMNAS 26 di Mataram. Mohon doa dan dukungan dari segenap elemen Jurusan Teknik Elektro maupun pembaca untuk ke-10 tim PKM berikut:

  1. PKMK : Vincent Rinaldi Artcipad(Artistic Cooling Pad):Inovasi Bisnis Konsep Cooling Pad Laptop dengan Penanaman Nilai Estetika Melalui Bentuk Ukiran Bali dan Fungsi lain Sebagai Lampu Malam yang Berniali Seni Tinggi.
  2. PKMKC : Angga Pradana Rancang Bangun Electric Wheelchair Controlled by Android Device with Speech Recognition Commands Function untuk Mempermudah Penyandang Cacat Melakukan Aktivitas Diatas Kursi Roda Tanpa Bantuan Orang Lain.
  3. PKMKC : Dariska Kukuh Wahyudianto Perancangan Alat Bantu Mengetahui Indikator Kualitas Tanah untuk Tanaman Padi dengan Parameter Resistivitas Tanah dan PH Tanah.
  4. PKMKC : Nur Rohman Widiyanto “ARvertisement” Inovasi Periklanan pada Media Cetak yang Dapat Menampilkan Gambar dan Animasi 3D Berbasis Augmented Reality pada Perangkat Android.
  5. PKMM : Septiana Trikuncoro PELAGIAT (Pengenalan Adat Istiadat Berbasis Game Edukasi untuk Anak Nusantara) di Surabaya.
  6. PKMP : Rifyal Rachmat Riset Penetralan Zat Asap Pembakaran Sampah Berbasis Petir.
  7. PKMP : Dylan Adhytia Kalimuddin IMPLEMENTASI CROSS-LAYER ENHANCED PACKET SCHEDULING (CEPS) PADA PAKET MULTIMEDIA UNTUK JARINGAN OFDM UPLINK DI BAWAH REDAMAN HUJAN.
  8. PKMT : Kamal Habibi Bagar Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dengan Inovasi Turbin Heliks Vertkal Untuk Kemandirian Energi Sekolah Daerah Pesisir.
  9. PKMT : Aditya Rifa Utama Eco Aerator : Inovasi Penyuplai Oksigen dengan Teknologi Vertical Axis Wind dan Archimedes screw Guna Menurunkan Biaya Operasional Petani Tambak
  10. PKMKC : Rachmat Yustiawan Hadi SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR MENGAPLIKASIKAN SENSOR SENTUH DENGAN OUTPUT SUARA DAN SMS GATEWAY.

Semoga dapat melangkah menjadi juara, membanggakan almamater Jurusan Teknik Elektro ITS di kancah nasional. VICTORI!!!

Satu Lagi Jawara Keilmiahan Terlahir di Jurusan Teknik Elektro, ITS

Surabaya – Minggu(28/4/2013) adalah acara puncak dari Mechanical City yang merupakan event besar jurusan Teknik Mesin, ITS. Berbagai kompetisi mulai dari two wheel slalom, Band Competition, Mading 3D, sampai dengan AEC (Alternative Energy Competition) digelar, yang bertempat di Jatim Expo International. Dari sana juga lahir jawara keilmiahan selanjutnya dari Jurusan Teknik Elektro. Sebagai jurusan yang besar dan terkenal dalam hal keilmiahan, bulan april tahun ini menjadi bulan bertebarnya jawara keilmiahan. Setelah LOKARINA 2013, GO Green in The City oleh Schneider Electric, kini juara keilmiahan lahir di AEC, Mechanical City 2013.

Mereka adalah Tim Green Aterator yang dibentuk oleh 3 Mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2011, Ardiansyah, Aditya Rifa Utama, dan M Januar Fathoni. Dengan mengusung topik Green Aerator : Inovasi Penyuplai Oksigen di Tambak Menggunakan Vertical Axis Wind Turbine yang Efisien dan Ramah Lingkungan sebagai Pengganti Aerator Konvensional Berbahan Bakar Solar dan Listrik PLN, mereka berhasil meyakinkan dewan juri pada kompetisi cipta teknologi alternatif tingkat nasional tersebut.

“Perasaan saya senang sekali, dan tidak menyangka karena karya yang lain canggih-canggih dan bagus” ungkap Ardiansyah saat mengetahui Tim-nya dinyatakan sebagai pemenang dalam AEC, Mecahnical City 2013.

”Alhamdulillah dan terima kasih untuk semuanya baik dukungan, doa ataupun yang lainnya”, tambah Aditya Rifa.

10 Tim dari 5 Universitas berhak mempresentasikan karya mereka pada acara Grand final Alternative Energy Competition. Tercatat 5 tim dari ITS lolos dalam daftar finalis yang di ikuti tim dari UGM, IPB, UNESA, dan UI. Event yang merupakan kali pertama digelar jurusan Teknik Mesin tersebut sukses menarik peserta dan pengunjung, melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat untuk mengikuti acara maupun sekedar untuk melihat dan mengunjungi acara tersebut.

kiri: M.Fatoni; tengah:Ardiansyah; kiri: Aditya

Keberhasilan tim Green Aerator tidak lepas dari kisah perjuangan mereka dalam mempersiapkan ide gagasan untuk mengikuti kompetisi. Teknologi yang mereka gagas dipersiapkan khusus untuk AEC, tidak heran dengan waktu yang relatif singkat disela-sela kegiatan kampus, mereka harus bekerja keras untuk menyelesaikan karyanya, mulai dari pembuatan alat, pengambilan data sampai persiapan untuk slide presentasi, Ardiansyah mengaku harus membolos beberapa mata kuliah dan terpaksa bekerja lebih sampai jam 4 pagi. Bukan berarti juga tidak ada kendala dalam menyelesaikan semua, permasalahan muncul saat desain alat mereka awalnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, setelah mencari titik kesalahannya, H-1 hari perlombaan baru muncul ide sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, selain itu kegiatan mereka dalam organisasi juga sempat menjadi kendala yang perlu mereka pecahkan.

Ide tim ini muncul saat mereka mencoba mengkolaborasikan teknologi yang sudah ada dengan permasalahan yang ada disekitar, mereka melihat masalah petani tambak yang mengalami kesulitan karena naiknya harga BBM terutama solar dipasaran. Dari sana mereka berharap teknologi ini mampu menjadi energi alternatif untuk petani tambak. Ide yang begitu sederhana dan simpel namun mudah diimplementasikan dan tentunya menjawab masalah yang ada di lapangan menjadi nilai lebih kenapa tim ini keluar sebagai juara. Mereka juga mengaku dalam memilih materi untuk dasar teori tidak sembarangan, berbekal jurnal-jurnal ilmiah dari Elsevier dan masukan dari dosen pembimbing ide gagasan karya ini diperkuat.

prototype dari Green Aerator

Untuk masalah keberlanjutan teknologi ini. Aditya Rifa mengungkapkan, “karya-karya yang telah ada, semoga tidak berhenti disini saja, akan tetapi dikembangkan lebih baik kedepannya dan insya Allah karya ini akan dikembangkan, bahkan ada keinginan untuk mengkomersilkan”.

“Rencananya karya ini terus dikembangkan, dan harapannya mendapat dukungan dari dosen yang nantinya memperoleh paten dan bisa diproduksi massal. Rencananya Green Aerator ini akan diuji coba di tambak keputih tambak dulu, setelah berhasil baru diuji coba di daerah lain”, tambah Ardiansyah dengan penuh harap untuk kemajuan teknologi Indonesia.

“Harapannya, teknologi di Indonesia dapat dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiwa di Indonesia. Tidak hanya oleh peneliti-peneliti yang notabene dibayar oleh pemerintah. Mahasiswa sebagai agent of change harus berfikir global dan kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia. Pesannya adalah bahwa teknologi dapat dikembangkan oleh siapapun, tidak perlu kita menunggu menjadi professor atau ilmuwan, tetapi ciptakan teknologi mulai dari hal-hal yang sederhana”, tutup Ardiansyah mengemukakan harapannya untuk perkembangan teknologi di Indonesia yang lebih baik.(DR)

Sepak Terjang Tim Viktori 51 di Lokarina 2013

LOKARINA 2013 (Lomba Karya Cipta Maritim Nasional), salah satu sub event dari SAMPAN 2013 (Semarak Anak Perkapalan ITS), acaranya himpunan mahasiswa teknik perkapalan ITS. “Lomba inilah yang mengantarkan kami, 3 orang mahasiswa Teknik Elektro ITS 2011 yang tergabung dalam VIKTORI 51 mengikuti kompetisi nasional cipta teknologi maritim tingkat nasional”, tutur Decki, salah satu anggota dari tim tersebut. Tercatat 78 tim dari berbagai Universitas di Indonesia mulai dr UI, IPB, ITB, UGM, UNDIP, UB dan lain-lain ikut ambil bagian dan mengirimkan karyanya pada panitia LOKARINA. Dari 78 tim tersebut 20 tim dinyatakan lolos sebagai finalis dan berhak melakukan presentasi dan memamerkan prototype karya yang dituliskan. 7 tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil masuk 20 besar, tak ketinggalan Tim VIKTORI 51. Dari sana perjuangan Tim Viktori 51 dimulai.

“Terkenang bagaimana minggu-minggu itu sebelum acara grand final dilaksanakan adalah hari-hari yang berat karena banyaknya kegiatan kami, Mochammad Wahyudi, Gede Bayu Anugrah Janardana, dan saya sendir, deadline kegiatan yang cenderung sama.” “Mulai dari Wahyudi yang juga mengikuti acara Mechanical City, Gede Bayu acara GK-PKM dan saya sendiri yang juga mengikuti kegiatan Paguyuban dan Pagelaran ITS Expo.” Kami benar-benar dituntut mampu membagi waktu, dan diuji.” “Sampai hari-H semuanya hampir miss.” “Deadline panitia hampir kami lewati.” “Bahkan pada saat presentasi saya yang saat itu harus mencari battray laser untuk presentasi tertinggal saat presentasi tim kami, beruntung masih bisa ikut saat acara presentasi”, tutur Decki lagi. Selain itu, sebelumnya juga sempat terjadi masalah karena persiapan presentasi malam sebelumnya yang sampai larut malam hingga sempat datang telat ke lokasi digelarnya final LOKARINA. Bahkan print leaflet dan poster juga dilakukan saat berlangsungnya acara dimana dengan mencuri-curi waktu disela acara.

MINI SOLAR POND :INOVASI PEMANFAATAN KOLAM AIR GARAM  SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF SKALA RUMAH TANGGA  DI DAERAH PESISIR MADURA, judul karya yang tim tersebut usung sebenarnya adalah pengembangan teknologi yang sebelumnya sudah ikut berbagai kompetisi karya ilmiah. Dengan ide menggabungkan 2 sistem yang berbeda untuk menghasilkan listrik dalam skala rumah tangga.Wahyudi sebagai inisiator mengklaim, teknologi ini benar-benar baru untuk Indonesia karena sampai saat ini belum ada pembangkit di Indonesia yang memanfaatkannya, disisi lain, diluar negeri sudah dikembangkan dalam skala besar. Mulai dari unsoed sampai ITB, karya ini pernah dinilai dosen-dosen sebagai dewan juri pada kompetisi-kompetisi sebelumnya. Berangkat dari sana dan berbekal masukan-masukan yang ada, tim tersebut mencoba menyempurnakan semua hingga LOKARINA 2013 yang mengantarkan karya tersebut sebagai juara nasional dalam ajang cipta karya maritim.

Pengumuman pemenang LOKARINA 2013

Banyak harapan dari penelitian dan karya ini, hingga karya ini benar-benar di aplikasikan dan dimanfaatkan untuk masyarakat Indonesia dan Dunia pada umumnya. Semua perjuangan mungkin sedikit terbayar di LOKARINA, tetapi bukan berarti teknologi ini akan berhenti di sini. “Insyaallah kami masih ingin mengembangkannya hingga benar-benar menjadi teknologi yang aplikatif untuk masyarakat sebagai teknologi alternatif. Melihat dosen-dosen sebagai dewan juri di LOKARINA yang mendukung karya kami, dengan catatan perlu penelitian lebih lanjut dengan melihat berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan. Mengingat juga teknologi ini perlu adanya koordinasi lintas ilmu mulai dari ilmu Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, hingga Teknik Kimia,” tutur Decki yang penuh harapan untuk terus mengembangkan karya tersebut.

Peserta LOKARINA 2013

klinik terapung yang ramah lingkungan

Siapa sangka, mengembangkan ide tentang sebuah klinik ramah lingkungan dapat membawa mereka menjadi jawara dalam sebuah kompetisi ? Itulah yang diwujudkan oleh salah satu perwakilan Teknik Elektro ITS yang berhasil menjadi juara dua dalam kompetisi “Go Green In The City” oleh Schneider. Bukan sekedar klinik biasa, namun klinik yang dimaksud adalah klinik terapung. Faktanya, klinik terapung bukanlah sesuatu yang baru di Kalimantan, namun tim yang digawangi Kharisma Bani Adam, Ahmad Faisal Haq, Ria Sasmita Utami, dan Priyo Edy Wibowo memodifikasi klinik terapung kovensional yang mendapat pasokan tenaga dari mesin diesel dengan photovoltaic cell (sel surya). Faisal, salah satu anggota menuturkan, proyek yang diberi nama “Green Floating Clinic” ini jauh lebih ramah lingkungan karena tidak menyebabkan berbagai polusi seperti yang dihasilkan mesin diesel. Selain itu, kegiatan operasional klinik terapung tidak lagi tergantung pada pasokan BBM yang terbilang langka di daerah tersebut.

Kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini tidak hanya menekankan pada sisi ramah lingkungan saja, tetapi juga memiliki kriteria ekonomis. Dibandingkan dengan klinik terapung biasa, tentunya karya mereka jauh lebih murah. Posisi Kalimantan yang berada disekitar khatulistiwa membuat daerah tersebut selalu disinari matahari, sumber panas yang tidak perlu membayar untuk mendapatkannya. Bahkan, Adam menuturkan bahwa dalam perhitungannya tenaga yang dihasilkan oleh produk mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan klinik terapung pada kondisi penerimaan cahaya matahari yang minim. Biaya untuk membeli bahan bakar minyak dapat dipangkas serta pencemaran dapat ditekan, kombinasi yang sangat baik dalam rangka mengurangi polutan sekaligus menghemat biaya. Pihak Schneider Indonesia mengatakan bahwa nantinya ide ini akan direalisasikan sebagai CSR (Corporate Social Responsibility). Mewakili Indonesia pada babak final di Jakarta tanggal 15 Mei nanti, tim yang dibimbing oleh pak Dian Pramono ini akan bertemu dengan jawara dari beberapa negara di kawasan Asia Timur. Sebagai ketua tim, Adam menyatakan bahwa ini adalah kali pertama mereka mengikuti kompetisi dari Schneider dan akan mengusahakan yang terbaik terlepas dari apapun hasilnya nanti. Anggota yang lain juga satu kata dengan pernyataan ini.

Sebagai motivasi bagi mahasiswa Teknik Elektro yang lain, Adam menambahkan bahwa diluar kegiatan kuliah, ada baiknya mencari pengalaman lainnya. Mengikuti kompetisi adalah salah satunya.(GG)

green and smart water system-sebuah inovasi seputar efisiensi energi

Mahasiswa Teknik Elektro ITS kembali menunjukkan dominasinya dalam perlombaan seputar inovasi energi. Dalam kompetisi yang diadakan oleh Schneider Electric bertajuk “Go green in the city”, mahasiswa dari Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik dalam tim “Green and smart water system” berhasil menyabet juara ketiga pada tingkat nasional. Mereka adalah Muhammad Fauzan Aristyo, Pungki Priambodo, Bahrowi Adi Wijaya, dan Happy Aprillia. Green bermakna green electricity, dimana sebuah konsep memanfaatkan energi yang belum pernah terfikirkan sebelumnya menjadi sebuah energi yang bermanfaat seperti untuk penerangan jalan. Sedangkan Smart water system merupakan konsep pengkontrolan dan pemonitoringan pipa-pipa PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) sehingga dapat meminimalisir kerugian akibat kebocaran pipa.

Fauzan, ketua tim Green and smart water system, menuturkan bahwa keikut sertaan dalam Go green in the city memberikan banyak pengalaman karena perlombaan ini bukan hanya mempertimbangkan ide, tetapi lebih mengarah kearah bisnis plan untuk mengetahui kelayakan ide untuk direalisasikan dan tingkat keekonomisan dari ide tersebut. Dalam implementasinya kedepan, dibutuhkan kerjasama dari pihak PDAM sebagai plan utama serta bantuan dari pihak Schneider Electric untuk mewujudkan alat tersebut. Ketika disinggung perihal harapan kedepannya, dia menegaskan agar ide ini segera direalisasikan karena permasalahan dari kebocoran pipa, khususnya di Kota Surabaya sudah cukup parah, dan tentunya melalui ide ini dapat menginspirasi mahasiswa Teknik Elektro ITS lainnya serta masyarakat luas perihal inovasi seputar efisiensi dan manajemen energi.(AR)