Closing LPIM

Laskar Petir ITS Mengajar, merupakan sebuah program pengajaran yang diusung oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Himatekro ITS. Kegiatan pengajaran yang difokuskan pada adik-adik kampung binaan usia TK – SD ini dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi warga Himatektro untuk memupuk dan mengabdikan kepeduliannya dengan masyarakat sekitar, terutama melalui pendidikan.
Kegiatan yang telah dilakukan selama hampir satu tahun kepengurusan ini dirasa belum memenuhi cita-cita penanggungjawabnya. Tri Adi Kresna, selaku penanggung jawab LPIM bersama rekannya Aprilia Rahmayanti, berharap adik-adik binaan bisa sering mengikuti perlombaan, namun sayangnya masih mengikuti satu kali perlombaan dengan jumlah 6 orang peserta.
Menurut Adi, selama ini LPIM hanya fokus ke tujuan anggota Himatektro. Oleh karena itu, Pengmas kali ini mengadakan penutupan LPIM di Rumah Batik Jawa Timur (Kenjeran). Mereka berharap, di sana adik-adik binaan dapat belajar kesabaran dalam membatik, memperkaya kreativitas mereka, serta menambah pengalaman mereka untuk berkarya di luar.
Dalam penutupan LPIM ini Pengmas Himatektro ITS juga mengundang seluruh anggota Himatektro dengan harapan bisa mengetuk rasa kepedulian anggota HIMATEKTRO terhadap pendidikan usia dini serta mewadahi anggota Himatektro untuk menikmati kegiatan pengajaran yang Pengmas konsep.

NATIONAL SYMPOSIUM 2017, MOTIVASI MAHASISWA BERKEMBANG UNTUK SMART CITY

Hari sabtu akhir di bulan April, tepatnya tanggal 29 April 2017 menjadi puncak penutupan serangkaian acara sub event dari ELECTRA 2017. Pukul 8 pagi hari itu sedang terlaksana National Symposium yang bertemakan “Smart City for a Better Indonesia” dan bertempat di Graha ITS Surabaya. “Karena tema ELECTRA tahun ini mengangkat smart technology, implementasinya bisa diliat salah satunya di smart city. Dan smart city juga merupakan isu terkini yang masih sedikit diketahui oleh masyarakat dan mahasiswa. Bahkan banyak orang yang tidak tahu kalau sebenarnya Surabaya sudah mengimplementasikan smart city.” , ungkap Vathya selaku panitia.
Mengundang tiga pembicara hebat di bidang smart city sendiri, Graha ITS langsung dipenuhi para peserta yang ingin belajar dan mengetahui apa itu smart city. Pertama, yaitu Bapak Teguh Prasetya selaku Director of marketing PT. Alita. Beliau membuka materi pertama dengan Apa itu Smart City. Dilanjutkan oleh Bapak Bagyo Nugroho, selaku Vice President Enterprise Parenting Operation PT. Telkom yang memberi wawasan mengenai Smart Cities and Smart Nation. Menariknya, dua tokoh hebat ini merupakan alumni dari Teknik Elektro ITS pula, sembari mereka memberi pengetahuan kepada peserta, diselipkan juga nostalgia serta pengalaman lucu dari Bapak Bagyo dan Bapak Teguh ini semasa mereka menjalani kuliah di ITS dulunya, membuat suasana lebih santai dan segar pada kala itu. Kemudian disambung oleh Bapak Tiyo Avianto, founder dan CEO Cubeacon sebagai penutup materi. Di sela-sela acara para peserta juga disuguhkan hiburan dari performance Paduan Suara Mahasiswa ITS dan Komunitas ITS Jazz. Acara ditutup dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator bersama ketiga pembicara serta penyerahan kenang-kenangan dari panitia.
Besar harapan, sebagai mahasiswa kita tidak perlu takut atau minder untuk bisa berkontribusi dalam mengembangkan smart city sendiri. Dimulai dari lingkungan sekitar kita ataupun melalui penelitian karya ilmiah yang mencakup smart technology yang nantinya dapat diterapkan secara nyata di Indonesia. [VIP]

Elektroda

Elektro Peduli Desa merupakan sebuah wadah bagi seluruh elemen Fakultas Teknologi Elektro, khususnya mahasiswa, untuk menumpahkan rasa kepedulian yang dimilikinya serta kerinduan untuk menyalurkan ilmunya untuk masyarakat luas.

Desa Karangjati merupakan sebuah desa binaan yang telah dibina sejak Elektroda lahir, yaitu satu tahun yang lalu. Di desa ini, banyak anak yang merokok sejak kecil, gadis belia yang sudah menikah sejak lulus sekolah dasar, dan maraknya perceraian. Karena itulah, mahasiswa beserta seluruh stakeholder FTE memberikan seluruh empatinya untuk mangadakan kegiatan bakti sosial di desa ini.

Menurut Christian, penanggung jawab Elektroda 2017, di tahun ini Elektroda jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa FTE telah tersebar merata bagi seluruh warga. Misalnya,  di tahun ini penyuluhan tentang demam berdarah, bahaya narkotika, pernikahan dini, dan pentingnya pendidikan telah diberikan baik kepada orang tua maupun anak-anak. Pembelajaran tentang Microsoft Office dan CorelDRAW juga telah diberikan kepada anggota karang taruna di desa Karangjati, sasarannya agar anak-anak dan pemuda Karangjati melek teknologi serta bisa mendesain suatu produk untuk diperjualbelikan nantinya. Selain itu mahasiswa FTE mengajak serta seluruh warga desa untuk melakukan kerja bakti membersihkan selokan, mengajari anak-anak tentang rangkaian listrik seri dan paralel sederhana, dan melatih ibu-ibu membuat kerajinan tangan dari kulit jagung dengan tujuan menjadikan mereka mandiri dengan menjual hasil kerajinan tangan yang mereka buat.

Seluruh warga Karangjati, stakeholder dan mahasiswa FTE merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Karangjati dan bisa menjadi contoh bagi himpunan lainnya. Hal ini menjadi semangat bagi Himatektro untuk terus mengadakan Elektroda di tahun-tahun yang akan datang.

perebutan secangkir KOPISOLO

Kopisolo, ajang adu ide bisnis mahasiswa elektro
Sabtu (22/04/17) ruang AJ-102 dihadiri 5 tim yang dinyatakan lolos dari babak proposal Kopisolo (Kompetisi Ide Bisnis). 5 tim ini dipilih dari 27 tim yang mengajukan proposal bisnis pada kegiatan ini.
Dengan berbagai ide bisnis yang ditawarkan oleh peserta, juri yang diwakili oleh bapak Ir. Hendra Kusuma, M.Eng.Sc. dan bapak Drs. Soehardjoepri, M.Si. tampak antusias melihat geliat semangat berbisnis yang ada pada mahasiswa elektro ini. Hal ini disambut baik oleh juri, karena memang pada dasarnya sekarang ITS sedang menggalakan penanaman sifat kewirausahaan kepada setiap mahasiswa ITS.
Dari 5 tim yang lolos, ada tim yang bisnisnya sudah berjalan, ataupun yang bisnisnya masih dalam tahap pengembangan ide saja. Sebut saja tim CAMP-ON yang diketuai oleh Gayuh Wahyu N, tim ini menawarkan menawarkan peminjaman alat-alat outdoor secara online dengan menggandeng para pegiat kegiatan luar ruangan untuk meminjamkan alat-alatnya pada pelanggan yang membutuhkan.
Kompetisi ini berakhir dengan Tim BECET sebagai juara 1, Tim Bina Lapas sebagai juara 2, dan Tim MbadoQ sebagai juara 3. diakhir acara ketua departemen KWU Himatektro ITS menyampaikan bahwa “Hasil dari kompetisi ini diharapkan dapat dibawa pada ajang-ajang kewirausahaan lain yang lebih tinggi diluar lingkup ITS”. Tak lupa, setiap juri juga meninggalkan pesan-pesan serta motivasi bagi seluruh peserta Kopisolo. Dengan ini diharapkan setiap peserta nantinya tetap berkiprah pada bidang kewirausahaan di lingkup ITS maupun di lingkup yang lebih luas lagi. [ATR]

Electra Competition

Electra Competition 6 berakhir dengan tim SMAKONE dari SMAK 1 Penabur Jakarta sebagai juaranya. Namun ada cerita menarik dari tim Runner Up Electra ini, yaitu tim SMADA CS dari SMA Negeri 2 Lumajang. Saat diwawancarai tim ini mengaku sudah 2 kali berpartisipasi di ajang Electra Competition. Tepatnya pada electra competition 4 dan yang sekarang electra competition 6. Motivasi mereka memang tak tanggung tanggung, ingin menembus persaingan memasuki jurusan teknik elektro ITS. Motivasi ini mereka bawa beranjak dari kegagalan mereka menembus babak penyisihan pada electra Competition 4 dulu. “dulu kami sudah pernah ikut electra 4 saat kelas 10, tapi karena gagal tembus babak penyisihan, kami mencoba lagi di electra Competition 6 ini dan bersyukur bisa memasuki babak final” ucap Irfan, salah satu anggota tim SMADA CS. Mereka berharap dengan diadakannya electra Competition kedepan dapat memudahkan dan meningkatkan minat siswa siswi SMA masuk ke jurusan elektro dan lebih banyak mengetahui dunia teknologi dan elektro lagi. Saat diwawancara mereka mantap ingin masuk ke Jurusan Teknik Elektro ITS di tahun ini!

What New!

Baru saja Tim Event HIMATEKTRO telah menyelenggarakan salah satu perhelatan event akbar dari ELECTRA 2017, yaitu Electra 6 Competition untuk siswa/i SMA Se-derajat pada 12,18 dan 19 Februari lalu. Penasaran apa saja yang baru dalam Electra 6 Competition tahun ini?
Pertama, yaitu ditambahnya babak Perempat Final untuk para peserta. Sistem babak ini memakai konsep seperti acara Ranking 1, namun bukan menggunakan sistem gugur melainkan sistem akumulasi nilai terbanyak. Tim yang berhasil akan melaju ke babak Semifinal pada hari itu juga dengan adu rally serta permainan binggo melewati 17 pos untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Kedua, dibukanya region baru yakni Region Balikpapan. Mengingat antusiasme peserta Electra Competition yang semakin meluas sampai seluruh penjuru negeri, maka dibuka region baru tersebut dengan menempatkan SMAN 1 Balikpapan sebagai tempat babak penyisihan.
Selanjutnya, sebelum peserta melewati babak final dengan tantangan membuat alat anti maling dan cerdas cermat, 6 tim yang lolos menuju babak final diberi Pelatihan dari Divisi Workshop Teknik Elektro ITS. Alhasil, Tim SMAKONE dari SMAK Penabur Jakarta berhasil menjuarai Electra 6 Competition dengan nilai akhir 776. Disusul oleh Tim SMADA CS dari SMAN 2 Lumajang dengan 272 poin dan Tim JURI ELECTRA 6 dari SMA MTA Surakarta dengan perolehan nilai 210 poin. Jangan lewatkan juga subevent lain ELECTRA 2017, BARONAS dan National Symposium 2017 yang tidak kalah menariknya sebentar lagi! Nantikan kejutan dan atmosfer kompetisi yang lebih seru di Electra Competition tahun depan. Sampai jumpa! [VIP]

Teknologi sebagai tolak ukur suatu bangsa

Pada zaman ini, teknologi sudah menjadi salah satu tolak ukur besar dalam menentukan maju mundurnya suatu negara. Banyak keraguan dan kecemasan yang dirasakan masyarakat tentang kesiapan setiap individu muda yang nantinya akan mengemban beban berat dalam persaingan di era teknologi ini. Namun sudah selayaknya keraguan itu dapat ditepis, dengan kenyataan bahwa setiap generasi selalu berkembang untuk belajar. Apabila generasi muda mau menggali potensi mereka sejak dini untuk belajar mengembangkan teknologi, kemajuan dan kesejahteraan bangsa dapat dibangun dengan cepat. Karenanya, Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyelenggarakan Electrical
Competition, Tour, and Rally (ELECTRA) VI, sebuah rangkaian kompetisi dengan maksud memperkenalkan teknologi pintar kepada generasi-generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA dan sederajat. Dalam pelaksanaannya, ELECTRA VI memiliki empat agenda yaitu: Road to School di sekolah-sekolah menengah atas di wilayah Jawa, Bali dan Kalimantan. Kemudian babak penyisihan yang dilakukan di 14 kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Gresik, Malang, Kediri, Mojokerto, Madiun, Bojonegoro, Jember Probolinggo, Pamekasan, Denpasar, Yogyakarta, Balikpapan, dan Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan babak perempat final dan semifinal yang akan dilaksanakan di Kampus ITS, Surabaya, dan yang terakhir adalah babak final dimana peserta akan melakukan presentasi tentang studi kasus keelektroan. Kompetisi ini diharapkan dapat menjaring siswa-siswi SMA yang memiliki keterampilan dalam bidang teknologi serta dapat memancing kreatifitas generasi muda untuk berinovasi pada teknologi-teknologi dimasa mendatang. Karena Indonesia membutuhkan generasi muda yang dapat berinovasi dan mengembangkan teknologi agar dapat bersaing di era teknologi ini.

Video Profil Fakultas Teknologi Elektro ITS 2017

Fakultas Teknologi Elektro ITS di resmikan pada tanggal 26 Januari 2017 dengan dilantiknya Dr. Tri Arief Sardjono sebagai Dekan Fakultas Teknologi Elektro (FTE) dan Dr. Suwadi sebagai Wakil Dekan FTE ITS. Fakultas teknologi Elektro terdiri dari Deparetemen Teknik Elektro ITS, Teknik Komputer ITS, Teknik Biomedik ITS dengan terdiri lebih dari 1200 Mahasiswa aktif.[&DI]

Membaca Masa Depan Energi Baru dan Terbarukan dalam Kancah Ketenagalistrikan – DIODA

Discussion On The Day hadir kembali di FTE, Kegiatan DIODA yang kedua ini berlangsung pada Rabu, 8 Maret 2017. Bertempat di Ruang AJ201-202, kegiatan berlangsung dengan lancar. DIODA yang bertemakan “Membaca Masa Depan Energi Baru dan Terbarukan dalam Kancah Ketenagalistrikan” ini mengundang Prof. Dr. Ir Adi Soeprijanto, MT. yang saat ini aktif sebagai Ketua LPPM ITS.
EBT (Energi Baru dan Terbarukan) merupakan sumber energi yang berasal dari energi-energi baru dan terbarukan. EBT penting bagi keberlangsungan energi yang ada di bumi. Karena energi yang diciptakan bisa diperbarui lagi. Di Indonesia sendiri, potensi EBT sangat besar. Solar Cell, dan Wind Turbine, merupakan beberapa contoh dari EBT yang bisa dimanfaatkan di Indonesia. “Di India, Solar Cell sudah menjadi sumber energi di industri rumahan” ucap Prof Adi. Selain Solar Cell dan Wind Turbine, Biomassa seperti ampas tebu, sawit, dan kotoran ternak bisa dimanfaatkan sebagai EBT. “Sebenarnya sudah ada pemanfaatan EBT, hanya saja pemanfaatan dan perawatannya masih kurang.” ungkap Prof Adi.
Di penghujung acara Prof Adi berpesan kepada peserta bahwa kunci sukses dari proyek EBT ada 4 aspek, yaitu aspek manajemen, aspek teknik, aspek ekonomi, serta aspek sosial. “Buatlah 1 project yang berhasil lalu gunakan itu untuk menarik investor, dukung investor, intensif melakukan riset, dan lakukan edukasi dengan masyarakat sekitar.” ucap Prof Adi munutup kegiatan DIODA. [BOW]

Pesona Kampus yuk

Departemen MSDM baru saja menyelenggarakan kegiatan rutin pelatihan tahunan untuk mahasiswa tingkat akhir yang bertajuk PESONA KAMPUS (Pelatihan Softskill Dunia Pasca Kampus). Kegiatan ini berjalan pada hari Sabtu sampai Minggu, 11-12 Maret 2017 di Ruang AJ102.
Tidak jauh berbeda dari tahun kemarin yang masih bernama ESTRA, PESONA KAMPUS kali ini bertemakan Developing Global Competence For Your Future Career. Output yang diharapkan setelah kegiatan ini para peserta yang menduduki semester 8 ini sudah siap secara softskill dan mental untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus dari Teknik Elektro ITS. Pada hari pertama, para peserta mendapat materi Leadership and Fellowship oleh Cak Syariev e24 serta Mental Building oleh Cak Yusi e24. Para alumni ini sharing pengalaman kerja sebelum kesuksesan mereka dan para peserta sangat antusisas mengikuti jalannya kegiatan. Pada hari kedua terdapat lebih banyak pembicara dan materi yaitu Wawasan Ketenagakerjaan oleh Dr.Ir. Sri Gunani Partiwi, MT, Teknik Presentasi oleh Rustini Hendra Wardani, S.Psi dan Teknik Melamar Pekerjaan oleh Ni Gusti Made Rai, S.Psi, M.Psi. Selain itu, banyak alumni berdatangan untuk sharing pengalaman kerja kepada peserta yaitu Cak Baskoro e26 selaku direktur PT.PENTA PEOPLE, Cak Opid e45 selaku direktur PT.MAHAKAM JAYA dan PT. MULYA JATRA, Cak Sentot e24 dan Cak Aris e30. Para peserta aktif tidak sungkan untuk bertanya dan menceritakan bagaimana keinginan mereka bekerja setelah lulus tahap sarjana. Kegiatan dua hari ini ditutup oleh Simulasi Total dimana para peserta berlatih untuk membuat curriculum vitae hingga wawancara kerja.
“PESONA KAMPUS bukan hanya menjadi kegiatan dua hari yang menguras energi dan pikiran, tetapi juga membuka pandangan dan memperluas wawasan peserta untuk melangkah ke jenjang pasca kampus. Jika kau berhasil meraih mimpi setinggi apapun itu, jangan lupa akan tanah yang kau pijaki.”, ungkap Fachrul selaku Ketua Pelaksana PESONA KAMPUS 2017. Semoga setelah kegiatan ini, para peserta juga dapat mengikuti jejak kesuksesan para alumni dengan fokusan bidang masing-masing dan nantinya dapat kembali berbagi pengalaman dengan para peserta di PESONA KAMPUS beberapa tahun kedepan. [VIP]