Incip Incip ke Campina

Jumat, 3 Maret 2017 lalu, Departemen Hubungan Luar Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS mengadakan kegiatan Institution and Company Roadshow ke PT. Campina Ice Cream Industry yang berlokasi di Rungkut Industry II no. 17. Kunjungan ini diikuti oleh 42 orang mahasiswa baru Departemen Teknik Elektro dan Teknik Komputer angkatan 2016 dan didampingi oleh 3 orang mahasiswa angkatan 2015 serta 2 orang mahasiswa angkatan 2014. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru mengenai bidang keprofesian di perusahaan dan membina hubungan baik dengan pihak perusahaan yang dikunjungi serta menambah profesionalitas, wawasan, dan pengaplikasian ilmu.
Bentuk kegiatan kunjungan pabrik ini terdiri dari 3 sesi, yakni materi, diskusi, dan plan tour. Pada sesi materi, mahasiswa baru diberi penjelasan materi, sejarah perusahaan serta bagian-bagian dari perusahaan. Pada sesi materi ini mahasiswa baru dibawa ke dalam sebuah ruangan forum yang ada di PT. Campina Ice Cream Industry untuk mendengarkan langsung pemaparan berupa presentasi oleh Bapak Sukaryono, salah satu penanggung jawab Factory Tour PT. Campina Ice Cream Industry. Pemaparan mengenai perusahaan ini bermula dari sejarah munculnya ice cream di dunia hingga sejarah berdirinya perusahaan PT. Campina Ice Cream Industry tersebut. Tidak hanya itu, pada sesi ini juga dijelaskan segala hal mengenai produk ice cream PT. Campina dan cara pembuatan ice cream secara umum. Setelah sesi materi berakhir, dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Sesi diskusi merupakan sebuah sesi dimana mahasiswa baru bisa bertanya atau berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait mengenai perusahaan. Mahasiswa baru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan. Bahkan ada yang berniat untuk membangun perusahaan ice cream sendiri setelah megetahui omset yang diterima PT. Campina Ice Cream Industry ini yang bisa mencapai 18 milyar setiap bulannya.
Setelah sesi diskusi berakhir, mahasiswa baru diajak untuk mengunjungi ruang Avatar untuk menikmati kelezatan produk es krim PT. Campina. Dan yap, gratis hehe. Pada sesi ini, mahasiswa baru kembali ditanya mengenai hal-hal yang dipresentasikan sebelumnya dan akan mendapatkan ice cream tambahan jika mereka dapat menjawab pertanyaan tersebut. Setelah selesai menikmati ice cream, mahasiswa baru diberi shower cap sebagai salah satu kelengkapan untuk berkeliling pabrik. Pada sesi plan tour atau factory tour ini, mahasiswa baru akan diajak berkeliling pabrik untuk mengetahui secara langsung mengenai pengaplikasian bidang ilmunya di perusahaan.
Pertama-pertama, seluruh mahasiswa baru diajak untuk berkeliling di dalam pabrik sambil diperkenalkan mengenai bagaimana proses pembuatan ice cream secara langsung. Kemudian, mereka semua diajak untuk masuk ke ruangan penyimpanan ice cream yang telah jadi dan siap untuk dipasarkan. Ruangan ini bersuhu hingga -30o C. Tentu saja sebelum memasuki ruangan tersebut, seluruh mahasiswa baru dibekali dengan baju hangat yang akan melindungi mereka dari dinginnya ruangan tersebut. Hingga pada akhirnya mereka memasuki ruangan tersebut dan merasakan betapa dinginnya. Bahkan mereka pun sulit untuk bernapas secara normal, karena aliran pernapasan pun terasa membeku. Setelah merasa cukup berada di ruangan penyimpanan ice cream ¬tersebut, semuanya pun keluar dan mengembalikan baju hangat lalu berfoto di tempat yang telah disiapkan. Tidak lupa, kita pun membeli beberapa ice cream produk PT. Campina. Dan akhirnya, kita pun berpamitan dan kembali menuju kampus ITS.

Mawapress Datang Lagi

Seiring dengan zaman yang semakin berkembang dan persaingan yang juga semakin ketat, tuntutan untuk menyiapkan bekal guna menghadapi persaingan ke depan semakin besar bagi mahasiswa. Menyiapkan generasi penerus bangsa yang berprestasi merupakan impian kita saat ini. Di tengah persaingan global, kita dituntut untuk memiliki hard skill dan soft skill yang mumpuni untuk bisa bertahan. Seiring dengan tuntutan tersebut setiap tahun Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kemendikbud menyelenggarakan pemilihan Akademisi Berprestasi, dan salah satunya serta yang paling bergengsi adalah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember berperan aktif dalam ajang Mawapres Nasional. Terbukti bahwa di tahun 2015 ITS meraih juara 1 program sarjana serta pada tahun 2016 ITS meraih juara 1 program diploma. Disisi lain Jurusan Teknik Elektro selama 4 tahun berturut-turut selalu meraih posisi 3 besar Mawapres di tingkat institut. Perlunya budaya yang baik tersebut senantiasa dijaga serta ditingkatkan. Melalui Deprtemen Riset dan Teknologi HIMATEKTRO ITS adapun sebuah program Mawapres Class. Mawapres Class merupakan jawaban bagi mahasiswa yang ingin mencari dan mendapatkan prestasi. Kegiatan ini selain sebagai wadah, juga sebagai fasilitas mahasiswa guna menambah bekal mereka untuk meraih prestasi yang diinginkan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan iklim serta atmosfer mawapres dan juga sebagai sarana guna mengembangkan minat bakat mahasiswa dalam bidang ini, serta dapat menjaring potensi-potensi yang ada. Dengan demikian, terciptalah kader Jurusan Teknik Elektro, Teknik Komputer dan Teknik Biomedik FTE-ITS yang berprestasi dan kompeten dalam menghadapi tantangan zaman.
Tema Mawapres Class 2016/2017 adalah “Berinovasi dan Berkarya dalam Pendidikan dan Lingkungan Sosial”. Berangkat dari tema tersebut, diharapkan semangat untuk terus berkarya bagi para mahasiswa dapat meningkat. Sehingga, akan semakin memotivasi mereka untuk terus berprestasi. Mawapres Class pada tahun ini diadakan 3 kali pertemuan di Bulan Maret 2017. Adapun poin-poin materi yang akan disampaikan meliputi Pelatihan Public Speaking, Pelatihan Paper dan Conference serta Motivasi Berprestasi. Dengan sistem pembinaan Mawapres ini diharapkan nantinya para Mahasiswa Teknik Elektro, Teknik Komputer serta Teknik Biomedik mendapatkan bekal yang cukup untuk menghadapi persaingan Mawapres dan tumbuh sebagai generasi Mawapres yang unggul dan memiliki daya saing tinggi.

Sigap: Sinergi Gerakan Peduli

HIMATEKTRO ITS periode 2016/2017 mengusung visi Sinergi Gerakan Peduli  HIMATEKTRO ITS penuh Dedikasi serta Inovasi untuk berkarya bagi Masyarakat dengan 3 point visi yaitu sinergi gerakan peduli, dedikasi, dan inovasi. Sinergi gerakan peduli yakni menjalin pola hubungan baik antar stakeholder HIMATEKTRO ITS serta menyelaraskan gerak warga HIMATEKTRO ITS dengan semangat bersinergi. Kemudian point dedikasi dalam meningkatkan kepedulian dan kontribusi anggota HIMATEKTRO ITS dalam kegiatan kemahasiswaan di KM ITS dan pada bidang pengabdian masyarakat dalam implementasinya dari point pengabdian pada tri dharma perguruan tinggi. Juga Inovasi dalam menghidupkan kembali lingkup keilmiahan dan karya Inovasi sesuai keprofesian Teknik Elektro sebagai bentuk peningkatan prestasi dan kemampuan hardskill  Mahasiswa Teknik Elektro dalam menjawab tantangan dunia pasca kampus yang akan mengantarkan HIMATEKTRO ITS kepengurusan kali ini menuju capaian utama yaitu berkarya bagi masyarakat.

Besar harapan HIMATEKTRO ITS kepengurusan kali ini mampu meningkatkan rasa kekeluargaan antar civitas akademika melalui berkegiatan bersama dalam lingkup Teknik Elektro ITS. Meningkatkan hubungan baik dan harmonis dengan alumni dan manajemen jurusan JTE, TMJ, dan BME melalui komunikasi intensif serta  memperluas jaringan dan menjalin  kerjasama dengan ormawa dan instansi baik internal maupun eksternal KM ITS. Meningkatkan citra positif HIMATEKTRO ITS melalui penginfoan dan branding kegiatan yang kreatif. Memberikan pelatihan pengembangan softskill anggota HIMATEKTRO ITS serta terwujud pemetaan dan pengawalan kader HIMATEKTRO ITS. Menumbuhkan jiwa sosial pada seluruh anggota HIMATEKTRO ITS serta melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk kebermanfaatan HIMATEKTRO ITS untuk masyarakat. Meningkatkan kompetensi  anggota HIMATEKTRO ITS melalui pencerdasan wawasan pasca kampus serta  isu keprofesian. Terwujud kaderisasi yang mampu mengembangkan potensi mahasiswa baru. Menumbuh kembangkan iklim keilmiahan prestatif dan kerya aplikasi teknologi mahasiswa TE, TMJ, dan BME. Meningkatkan serta mengembangkan minat kewirausahaan anggota HIMATEKTRO ITS. meningkatkan kesejahteraan mahasiswa di bidang akademik dan finansial. Menciptakan event yang inovatif dalam rangka meningkatkan citra positif HIMATEKTRO ITS.

Pada kepengurusan kali ini, HIMATEKTRO ITS juga mengusung 4 program kerja unggulan, yaitu

  1. Road to Faculty

Sebuah kajian bentuk ormawa dalam rangka persiapan terbentuknya Fakultas Teknologi Elektro.

  1. Aplikasi Teknologi

Terwujud aplikasi teknologi karya Teknik Elektro ITS yang di implentasikan langsung kepada masyarakat.

  1. Elektroda

Kegiatan dimana mahasiswa, manajemen jurusan, dan alumni berkolaborasi dalam kegiatan sosial masyarakat.

  1. Sekolah Pengader

Kegiatan Pelatihan bagi elemen kaderisasi HIMATEKTRO ITS demi perbaikan  kegiatan kaderisasi di Teknik Elektro ITS

Kami mohon bantuan dari segenap anggota HIMATEKTRO ITS, dan seluruh pihat terkait dalam mewujudkan visi HIMATEKTRO ITS periode 2016/2017, karena perubahan tidak timbul karena hanya satu pihak yang bergerak, kami mohon untuk bergerak bersama dalam mewujudkan perubahan yang lebih baik.[Anang]

Kuliah tamu dari Taiwan

Rabu (01/03/2017) – Departemen Teknik Elektro ITS menerima kunjungan istimewa dari seorang Profesor NTUST, Taiwan. Prof. Poki Chen adalah seorang dekan di NTUST, salah satu perguruan tinggi ternama di Taiwan. Kedatangan beliau tak ayal disambut dengan antusias oleh civitas akademika ITS. Puluhan mahasiswa hadir memenuhi ruangan AJ201-202 untuk mendengarkan kuliah tamu beliau.
Kedatangan beliau ke departemen teknik elektro ITS tak hanya untuk memberikan kuliah tamu, namun juga menawarkan kerja sama antara ITS dan NTUST di bidang student exchange dan riset. Seperti yang dijelaskan prof. Poki Chen. NTUST adalah salah satu jujukan utama mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh studi di S-2. Hal ini dikarenakan NTUST merupakan perguruan tinggi yang ramah terhadap mahasiswa asing. “Kuota mahasiswa asing yang menempuh pasca sarjana di NTUST bahkan mencapai 50 persen dari total mahasiswa pasca-sarjana NTUST.”, klaim Prof. Poki Cen pada sesi kuliah tamu.
Pada kuliah tam tersebut Prof, Poki Chen juga menekankan bagaimana perguruan tinggi beliau merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dalam riset Digital-Time Conversion dan Time-Digital Conversion. Riset yang mereka kembangkan dalam bidang applied science bahkan merupakan yang terbaik di Taiwan.
Pada penghujung acara prof. Poki Chen melakukan student recruitment tertutup dimana beliau secara personal memilih langsung mahasiswa-mahasiswa Teknik Elektro ITS yang berminat melanjutkan studi S-2 di NTUST. Belasan mahasiswa dengan antusias mendaftarkan diri dalam student recruitment tersebut. Salah satu kalimat yang beliau tekankan pada mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di NTUST adalah “Jika kau bukan mahasiswa yang luar biasa, maka tidak apa. Asalkan kau seorang pekerja keras maka NTUST akan selalu membutuhkanmu.”

LKMW HIMATEKTRO ITS, Kembangkan Kemampuan Kewirausahaan Mahasiswa Baru

LKMW TD kembali lagi, kali ini dilaksanakan di Teater A, (04/03/2017). Pelatihan yang dulunya wajib bagi semua mahasiswa baru ini kini telah sedikit berubah sistemnya. “Sekarang peserta kami seleksi hanya 90 peserta saja” ucap Mahesa, selaku ketua panitia LKMW TD HIMATEKTRO ITS.
Dunia kewirausahaan sangatlah dinamis, inilah yang diangkat oleh pemateri pertama, Victor Decha Z, mahasiswa Teknik Komputer angkatan 2015 yang kaya akan pengalaman bisnis dan start up ini memberikan motivasi bisnis kepada seluruh peserta. “Bisnis sekarang tak hanya berjual beli, namun sudah sangat luas dan sekarang kita dapat menyelesaikan setiap masalah lewat bisnis, atau lebih tepatnya lewat start up”. Hal ini yang sangat ditekankan oleh Decha, ia mengajarkan banyak hal, mulai bagaimana memilih rekan kerja yang baik, hingga bagaimana mencari masalah yang dapat diselesaikan.
Selanjutnya peserta diajarkan cara menjual barang, dengan teknik sales yang baik. Peserta diarahkan untuk maju kedepan dan mencoba cara menjual barang-barang unik yang ditampilkan oleh pemateri, Rizal. Kegiatan pelatihan ini ditutup oleh saudara Rizky Yunianto, owner Sego Jamur yang sangat terkenal di ITS. Beliau mengajarkan peserta untuk membuat BMC (Business Model Canvas) yang disampaikan dengan sudut pandang pembuatan Sego Njamoer dulunya. Dengan dijarkannya Business Model Canvas kepada peserta diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta tentang bagaimana memulai bisnis dengan pendekatan yang benar dan dapat berkelanjutan hingga bisnis berlajan. Tepatnya tidak ada kata tidak mungkin berbisnis saat kuliah. [ATR]

Serangan Pasukan HITAM ORANYE

Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. tahukah kamu teknologi apakah yang pertama kali ditemukan oleh manusia? api merupakan teknologi yang pertama kali manusia temukan. hingga saat ini teknologi terus menerus semakin berkembang di berbagai bidang, baik dibidang kesehatan, energi, IT, bahkan teknologi yang dapat membuat manusia pergi keluar angkasa.

Baru-baru ini, para pasukkan hitam oranye menggemparkan Fakultas Teknologi Elektro ITS, sebabnya para pasukan ini mengawal jalannya Event yang bergengsi di bidang teknologi terbaru yaitu Event MAGE atau Multimedia dan Game Event. dalam MAGE sendiri di dalamnya terdapat Talkshow, worksop dan lomba-lomba. Worksop yang diadakan oleh MAGE sendiri ada dua, yaitu tentang “Progresif web Aplication” dan  “Making an Overwatch-Like Game Using Unity Multiplayer”. Lomba-lomba yang diadakan MAGE juga tidak kalah seru, contohnya lomba IoT, APP Development, Game Development yang diadakan oleh MAGE. Beragam teknologi yang unik dan pastinya canggih disuguhkan oleh para peserta. Event MAGE sendiri menunjukkan bahwa Indonesia SIAP dalam mengawal perkembangan teknologi dunia.[&DI]

Health Day

Tahukah kalian bahwa mahasiswa ITS memiliki isu terkait kondisi kesehatan yang buruk? Dikutip dalam situs old.its,ac,id, komandan Korps Suka Rela (KSR) ITS, Rahman Adi Nugroho mengungkapkan bahwa latar belakang tingginya angka kolesterol mahasiswa ITS disebabkan oleh beberapa hal. “Salah satunya dari makanan yang dikonsumsi. Kebanyakan kan goreng-gorengan dan penyetan. Belum lagi minyak yang dipakai baik atau tidak,” ujar Adi. Beberapa ormawa di ITS telah melakukan pengawalan agar dapat menjaga kesehatan anggotanya di tengah kesibukan kuliah mereka. Didasari oleh keinginan yang sama, Departemen Kesejahteraan Masyarakat Himatektro pada kepengurusan ini mulai menginisiasi kegiatan khusus untuk mahasiswa Fakultas Teknik Elektro agar memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat yang dinamakan dengan “Kesma Health Campaign”.

Dengan bantuan dana dari jurusan, Kesma Health Campaign telah sukses melaksanakan kegiatan perdananya melalui aksi bagi susu secara gratis kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro di Plasa Teknik Elektro mulai pukul 07.00 pagi dengan harapan dapat mendorong mahasiswa untuk bangun pagi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan 4 sehat 5 sempurna. Menariknya, Departemen Kesma menyertakan selembar kertas pada kemasan susu yang berisi fun fact tentang susu untuk menambah wawasan mahasiswa.

Tentunya ada kendala yang dihadapi dalam menyiapkan kegiatan ini, salah satunya yaitu grosir susu yang jarang ditemui di sekitar wilayah ITS. Meskipun begitu, Departemen Kesma berhasil mendapatkan susu sebanyak 60 kotak untuk dibagikan kepada warga, dan dalam waktu yang singkat semua kotak susu itu habis. “Hasilnya sesuai ekpektasi,” kata rizal salah satu staff kesma yang cukup puas dengan animo warga tersebut.
Kesma Health Campaign masih memiliki beberapa serangkaian kegiatan lainnya. Setelah kegiatan pertama mereka dengan pembagian susu secara gratis, akan dilihat statistik untuk evaluasi demi merancang kegiatan selanjutnya agar lebih baik. “Oya, bila teman-teman memiliki saran tentang kegiatan yang cocok untuk Kesma Health Campaign, bisa kirim opini ke mading kesma” pesan Yanik, penanggung jawab Kesma Health Campaign. Yuk jaga kesehatanmu! [ADN]

Upgrading Fungsionaris

Rekatkan kebersamaan bersama Upfung HIMATEKTRO ITS

Dalam sebuah organisasi, kebersamaan dan kerekatan anggotanya adalah salah satu hal penting. Tepat 30-31 Januari 2017 yang lalu, HIMATEKTRO SIGAP melaksanakan Upgrading Fungsionaris bertempat di Pacet, Mojokerto.

Kegiatan Upfung yang diadakan oleh HIMATEKTRO ITS ini dihadiri oleh banyak fungsionaris HIMATEKTRO ITS yang bersama-sama ingin merekatkan rasa kekeluargaan. Ada beberapa materi yang disampaikan pada Upfung kali ini, materi yang sangat menarik ialah materi Hakikat Organisasi. Ya, materi ini menjadi sangat spesial karena dibawakan oleh Mantan Ketua HIMATEKTRO ITS 15/16, Hilmy Kharisma. Materi yang dibawakan oleh Hilmy Kharisma ini sangat dalam dan menarik bagi peserta Upfung, dan peserta sangat antusias sekali dalam materi ini. Selain itu isu FTE juga didiskusikan para fungsionaris dengan antusiasme yang tinggi.

Namun, tidak hanya dipenuhi materi saja. Pada Upfung kali ini juga terdapat outbond dan games yang berjalan tak kalah seru. Upfung ditutup dengan foto bersama dan rasa kebersamaan yang tinggi oleh para fungsionaris.[ATR]

DUDUK, BERPIKIR SEJENAK

“Your world is falling apart and all you can do is watch,” -Saf Dawnheart
Salah satu quote favoritku yang tidak jarang terngiang-ngiang di pikiran. Apalagi, mengingat bahwa pada tahun ini, akan banyak tantangan dan guncangan yang harus dihadapi, baik secara perseorangan maupun individu.
Tulisan ini akan secara satu sisi lebih ditujukan kepada keluargaku tercinta, e55
Kita semua tahu, 26 Januari silam, secara tertulis dan resmi kita berpisah dari Fakultas Teknologi Industri, yang sudah hampir 34 tahun bersama baik suka maupun duka. Aku pun masih ingat, dulu ketika aku masih mahasiswa yang tidak tahu banyak, rumor mendirikan fakultas sendiri sudah banyak berkembang. Entah apa tujuan dan dasarnya, apakah karena ingin membanggakan sebuah kebesaran sendiri tanpa terikat dengan yang lain, atau apalah. Dan dulu, aku hanya ‘mantuk-mantuk’ alias setuju-setuju saja, karena sepertinya nama Fakultas Teknologi Elektro [ yang sebelumnya namanya ditambahkan Biomedika, kemudian diganti Multimedia dan pada akhirnya tidak ditambahkan ] terdengar keren, cool, bisa punya fakultas sendiri.
Namun, apakah aku yang sekarang bisa berpikiran demikian pula?
Ketahuilah kawan, kita HIMATEKTRO adalah satu dari sejumlah kecil himpunan yang menaungi lebih dari satu jurusan. Restrukturisasi fakultas yang dicananangkan atas dasar pengelompokan bidang ilmu secara sebelah mata tidak akan menimbulkan banyak masalah.
Kalau orang awam bilang, “Ya tinggal sedikit penyesuaian, NRP ganti, kemahasiswaan berubah tidak banyak, secara teknis segala hal yg berhubungan dengan administrasi dan birokrasi tinggal menyesuaikan,”
Ada 1 hal yang tentu saja membingungkan hampir semua anggota KM ITS ‘yang setidaknya memikirkan hal ini’
Restrukturisasi fakultas, perombakan fakultas dan anggota fakultas, penambahan jurusan, dan lain-lain.
Satu kata : BEM-F
Dengan berpisahnya HIMATEKTRO dari FTI, kita tidak akan punya wadah untuk segala kegiatan dalam lingkup fakultas. Yang menjadi pertanyaan besar bagi kita bersama adalah : apa definisi fakultas bagi kita?
Secara, selama ini kita telah berhimpun, menjadi satu angkatan bersama dalam satu himpunan, HIMATEKTRO. Kalau 3 jurusan yang bersama ada di bawah himpunan, lantas, apa definisi fakultas bagi kita?
Mungkin lantas kita akan berpikir, “ah buat himpunan aja masing-masing,” – dalam konteks berpikir seperti ini, apakah juga terpikir bagaimana nantinya himpunan tersebut? Resource TMJ – TK, mohon maaf – bisa dibilang mencukupi, tapi bagaimana dengan Biomedik?
Jika berpikir “Lebih baik kita tetap seperti ini aja, toh sampai sekarang juga tidak ada masalah,” – ada 2 hal yang perlu dipertimbangkan ; Pertama, apakah ada jaminan bahwa mahasiswa Elektro, TK, dan Biomedik akan tetap seperti ini? Bagaimana jika nantinya mahasiswa TK dan Biomedik +/- 100 orang? Dan yang kedua, siapa yang akan mengadakan kegiatan tingkat fakultas? LKMM Pra TD, PP LKMM, LKMM TM, kegiatan yang akan menyatukan mahasiswa FTE seperti Redformation, yang akan bergerak di bidang sosmas untuk FTE?
Jikalaupun memang mau mengambil resiko dan segala kegiatan fakultas tetap diadakan himpunan, tentu saja akan butuh resource yang amat sangat besar, koordinasi berlapis, dan : bukannya dalam mubes diatur lembaga eksekutif dalam berbagai tingkatan? [ saya tidak akan melampirkan data, karena saya juga kurang paham dalam hal itu ]
Mungkin sekarang perubahan itu belum terasa. Namun kedepannya, tentu saja akan semakin lama semakin mengena dampaknya. Ingat: ini adalah tahun pertama FTE, dan FTE akan tetap terus ada untuk tahun-tahun selanjutnya jika tidak ada kebijakan lain.
Apapun yang kita pikirkan dan putuskan sekarang, akan berdampak panjang. Camkan hal itu.
Dan teruntuk angkatanku tercinta, ingatlah juga bahwa tahun depan kitalah yang akan memegang sistem. Jika kita tidak siap, mau jadi apa Elektro yang [katanya] kritis, yang [katanya] besar dan tertua [tapi acak-acakan] ?
Refleksikan bacaan ini, untuk saya sendiri, untuk anda yang merasa mahasiswa Elektro, TK, maupun BME. Angkatan berapapun, dimanapun anda berkontribusi. Bisa jadi anda dikenal di lingkup BEM ITS, UKM, Robotika, dll. Tapi ingatlah kembali, bahwa anda adalah mahasiswa Elektro, TK, BME. Selalu ingatlah rumah untuk pulang, yang akan selalu menerimamu kapanpun.
Jika rumahmu terkena gempa, akankah kamu berdiam saja? Akankah kamu tetap beraktivitas layaknya tidak ada hal yang terjadi?
Mari duduk dan berpikir.
*notes : jika anda sempat berpikir tl:dr, aku hanya berharap semoga engkau tidak kaget dengan perubahan yang akan datang
Ditulis oleh
Mahasiswa yang berusaha untuk peduli
Ahmad Fauzi Aulia
2215100114
5914
#ArticleChallengeFTE

FTE : Pengembangan atau Kemunduran? Peluang dalam Perubahan

Tercatat pada bulan januari 2017, ITS melakukan restrukturisasi fakultas dengan menambah 3 fakultas baru yakni FTE, FBMT dan juga F-Vokasi, dengan penambahan 2 fakultas baru lagi yang terbentuk pada september 2017 yakni FIA dan FSLDK. Himatektro, yang menaungi seluruh anggota mahasiswa dari departemen yang ada di FTE, tentunya akan terkena dampak dari restrukturisasi fakultas ini.
Kenapa restrukturisasi fakultas?
Peraturan Rektor No 10 tahun 2016 yang berisi tentang pembentukan FTE, serta PP no. 54 tahun 2015 tentang statuta Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang menyatakan bahwa fakultas di ITS merupakan himpunan sumber daya yang menaungi satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun FTE sendiri tidak banyak berbeda dari rumpun yang ada di FTI, namun dengan perkembangan yang pesat membuat rumpun keilmuan di FTE dapat berkembang dengan lebih spesifik lagi. Selain itu, status ITS yang menjadi PTN-BH penuh pada januari 2017 memudahkan ITS untuk mengatur kemahasiswaan yang ada di dalamnya.
Dampak bagi mahasiswa FTE?
Dengan pengembangan keilmuan yang lebih spesifik, maka pengembangan riset dari departemen yang ada di FTE akan menjadi lebih mudah. Administrasi kemahasiswaan juga akan menjadi lebih cepat. Selain itu, karena rumpun keilmuan yang lebih spesifik, kurikulum di FTE kemungkinan besar akan ditinjau ulang kembali, contohnya mata kuliah UPMB yang masih mengikuti rumpun keilmuan FTI akan ditinjau kembali agar menyesuaikan keilmuan FTE. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah saat anggota Himatektro menjadi bagian dari mahasiswa FTE maka pendanaan untuk kegiatan kemahasiswaan tingkat fakultas akan berada di dekanat FTE, sedangkan yang bisa mengambil pendanaan itu hanyalah ormawa kemahasiswaan yang menaungi kegiatan tingkat fakultas yang setara dengan BEM fakultas. Saat ormawa tersebut belum terbentuk, maka pendanaan tersebut akan disimpan oleh dekanat. Lantas bagaimana dengan kegiatan kemahasiswaan seperti LKMM Pra-TD, LKMM TM, PKTI serta The Real FOG? Karena dengan Himatektro keluar dari Himpunan yang dinaungi oleh BEM FTI, maka otomatis anggota Himatektro tidak dapat lagi mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Tanpa BEM FTI, apakah Himatektro sendiri sanggup melaksanakan seluruh kegiatan kemahasiswaan tersebut tanpa bantuan dari dekan FTE?
Urgensitas pembentukan BEM FTE?
Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa ITS tidak pernah memaksa terbentuknya sebuah BEM. Namun akan sangat disayangkan apabila tidak adanya ormawa yang menaungi kegiatan kemahasiswaan yang berada di lingkup FTE. Oleh karena itu, pembentukan sebuah ormawa tingkat fakultas tentunya perlu melihat dulu dari kebutuhan para mahasiswa yang ada di fakultas tersebut. Sehingga sebelum persoalan ini dibawa untuk dibahas lebih lanjut pada mubes V yang kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan april 2017 mendatang, perlunya dilakukan peninjauan sebenarnya kebutuhan apa yang benar-benar diperlukan oleh mahasiswa FTE di masa mendatang, karena sejatinya ormawa tidak terbentuk dari Mubes, melainkan dari kebutuhan mahasiswa yang berada di dalamnya. Apakah perlu terbentuknya ormawa yang menaungi kegiatan kemahasiswaan tingkat fakultas? Serta bentuk ormawa seperti apa yang akan terbentuk?
Kesiapan mahasiswa FTE dan anggota Himatektro?
Jika ditanya tentang kesiapan, tentunya animo anggota Himatektro tidak hanya akan terfokus pada restrukturisasi fakultas saja. Big Event jurusan yang kembali pada tahun ini, tim kaderisasi yang terbentuk pada kepengurusan ini juga membawa bentuk kaderisasi yang berbeda dengan sebelumnya, serta persiapan pembentukan himpunan mahasiswa baru dari departemen yang ada di FTE. Dari animo yang ada sekarang pun, rasanya akan percuma apabila pembentukan FTE tidak disertai dengan pengawalan yang baik dari anggota Himatektro.
Yang perlu dilakukan sekarang?
Dampak yang akan terjadi ke depannya, baik ataupun buruk kembali lagi kepada pengawalan yang akan dilakukan oleh kita sebagai anggota dari Himatektro. Akan terdapat banyak peluang dari perubahan ke depan, duduk diam tidak akan merubah keadaan. Marilah kita sebagai mahasiswa FTE sekaligus anggota himatektro bersama mengawal pembentukan fakultas baru ini agar dapat mengembangkan Himatektro beserta FTE menjadi lebih baik lagi.
Khataman Dharmawan
5878
22 15 100 062
#ArticleChallengeFTE
#semogabermanfaat