TROVEO – Rewind 2014

 

It’s End of the Year 2014!!
Wah udah penghujung akhir tahun 2014 aja, terima kasih buat Troviewers yang udah setia melihat Troveo dari awal sampai dengan sekarang. Semoga tahun depan menjadikan Troveo menjadi lebih baik, keren, kece dan ya banyak deh!
Oh ini video Rewindnya! Beberapa cuplikan progres pencapaian Troveo tahun ini. Enjoy 🙂

Don’t forget to like, comment, and subscribe!
Want to know more?
Check out http://hima.ee.its.ac.id/
Like https://www.facebook.com/himatektro
Follow https://www.twitter.com/himatektro_its

Credit:
Raisa – Could it Be
Vidi Aldiano – Membiasakan CInta
Everything that supports Troveo 🙂

Menjadi Mahasiswa Ekstrim di PJTD

Dewasa ini, jurnalistik tidak dapat diartikan sempit. Jurnalistik bukan hanya tentang proses merekonstruksi suatu peristiwa hingga menjadi berita. Ilmu jurnalistik sekarang-pun sangat penting terkait peran pentingnya dalam penciptaan opini publik. Oleh karena itu, Sabtu, 29 November 2014 lalu telah diadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar.

Bertemakan “Ekstrim: Ekspresif dan Kritis dalam Jurnalistik Mahasiswa”, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar atau PJTD diadakan selama sehari di Ruang AJ 102 Teknik Elektro ITS. Menurut Taufani Kurniawan selaku Ketua Panitia PJTD, tema ini dipilih untuk memperluas pandangan tentang jurnalistik itu sendiri. Seorang jurnalis harus mampu mengekspresikan informasi yang ia bawa dengan cara yang tepat. Selain itu, seorang jurnalis juga harus mampu berpikiran kritis dengan perspektif atau sudut pandang yang tepat dalam mengolah dan menyajikan suatu informasi.

KAMPUS ELEKTRO ITS , Sbatu (29/11/14) – Eric Ireng dari Antara News membawakan materi Fotografi Jurnalistik. (Foto : AYS)

22 orang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan TMJ angkatan 2014 yang menjadi peserta PJTD mendapat materi-materi dasar kejurnalistikan seperti wawasan pers, teknik wawancara, teknik penulisan berita, fotografi jurnalistik, dan teknik broadcasting. Di akhir pelatihan, peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk melakukan simulasi total. Simulasi total tersebut mengharuskan peserta menjadi jurnalis untuk kemudian mencari berita di lab-lab Jurusan Teknik Elektro.

LAB. B.101 , Sabtu (29/11/14) – Beberapa peserta mencari berita di Laboratorium Konversi Energi. (Foto : TW)

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, atmosfer kejurnalistikan dapat tumbuh di kalangan Mahasiswa Elektro dan TMJ. Sehingga kedepannya akan lahir jurnalis-jurnalis handal dari kampus tercinta kita ini. (TAU)

#Explore – Place for Hang Out

 

#Explore! (Episode 1)
Setelah request dari beberapa orang untuk bikin video
jalan-jalan di Teknik Elektro dan Teknik Multimedia & Jaringan
Tim #Explore membuatkan videonya seperti ini… ya.. eee… siapa yang bikin deskripsi ini?

#Explore dari Troveo Himatektro bisa direquest oleh para “Troviewers” dengan cara:
1. Menuliskan judul yang ingin di request
2. Kirimkan ke Email kami: himatektroits@gmail.com atau langsung aja comment dibawah di youtube ini 😉
3. Wait for it

Don’t forget to like, comment, and subscribe!
Want to know more?
Check out http://hima.ee.its.ac.id/
Like https://www.facebook.com/himatektro
Follow https://www.twitter.com/himatektro_its

Credit:
Hivi – Mata ke Hati
RAN – Nothing Last Forever

#Revitalisasi Penuh Arti

PJTD MMXIV

1525334_654692064567893_1666080441_n

Peserta dan panitia PJTD Himatektro 2014

 

Minggu, 16 Maret 2014, fungsionaris Departemen KOMINFO HIMATEKTRO-ITS menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar HIMATEKTRO-ITS (PJTD HIMATEKTRO-ITS). Dilatarbelakangi minat jurnalistik dan kebutuhan SDM jurnalistik, pelatihan yang diadakan tiap kepengurusan ini diselenggarakan sebagai tahap awal pembekalan kemampuan pada calon-calon jurnalis dari kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa/i Jurusan Teknik Elektro ITS. (lebih…)

B.201, Bukan Lab Biasa

Laboratorium B.201

Laboratorium B.201 Teknik Elektro ITS adalah sebuah lab yang bergerak di bidang teknik komputer dan telematika atau lebih sering disebut TKT. Laboratorium ini memiliki 5 bidang : Networking, Embedded system, Web development, Game, Mobile development. Kegiatan di lab ini dibagi 2 jenis, yaitu akademik dan non akademik. Untuk kegiatan akademiknya sendiri seperti perkuliahan biasa. Sedangkan, untuk kegiatan non-akademiknya sendiri banyak hal yang dikerjakan di lab ini. Sebut saja riset mengenai software seperti software yang bisa menggambarkan barang dalam 3-D diubah menjadi gambar 2-D, selain itu ada juga software yang mengenai motion capture yang sering digunakan di film-film animasi terkenal, dan ada juga software untuk membuat animasinya itu seperti yang digunakan oleh Pixar. Untuk bidang hardware-nya sendiri, kebanyakan mengenai robot. Contohnya seperti bagaimana sebuah robot bisa bergerak mengikuti gerakan kita, atau robot yang bisa berbaris mengikuti pemimpinnya.

Untuk prestasi yang pernah diperoleh lab. B.201 sendiri, ada banyak prestasi yang pernah diraih. Contohnya yang paling terbaru adalah menjadi juara 1 & 2 juara ITS Hacking Competition. Sistem lombanya sendiri adalah bagaimana tim yang ikut lomba itu, saling berlomba-lomba untuk membobol sistem pertahanan web SNMPTN. Tujuan dari lombanya sendiri adalah untuk mengetahui kekurangan dari web SNMPTN itu sendiri. Sehingga dapat diketahui seberapa kuat sistem web yang telah ada. Selain lomba di atas, lomba lain yang pernah dijuarai lab B.201 adalah PIMNAS dan GEMASTIK.

Untuk tingkat internasional, belum ada satupun lomba yang berhasil dijuarai oleh lab. B.201. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, seperti kurangnya personil, karena seperti yang diketahui, minat mahasiswa teknik elektro sendiri untuk masuk bidang studi TKT sangat minim. Hanya sekitar 20 orang yang masuk bidang studi TKT ini setiap tahunnya. Sedangkan untuk mengikuti lomba internasional, lab. B.201 sendiri harus bersaing dengan jurusan seperti Teknik informatika yang dimana mereka sudah spesialis di bidang software, karena biasanya yang diperlombakan adalah tentang software.

Prospek kerjanya sendiri dari bidang studi TKT sangat luas, mulai dari staf IT sebuah perusahan sampai freelance juga bisa, karena sekarang ini hampir semua alat yang dibuat membutuhkan software-software untuk mendukung kerja dari alat ataupun hardware itu sendiri. Beberapa perusahaan yang cocok dengan bidang studi TKT mungkin seperti : Schlumberger, Schneider, Telkom, dll.

Para penggila game juga bisa turut ambil bagian dalam game designing dalam bidang studi Teknik Komputer dan Telematika. Tentunya para penggemar game di Teknik Elektro sangat cocok untuk bidang studi yang satu ini. Dikarenakan para gamers tidak hanya mampu memainkan game, namun mereka juga mampu untuk mendesain dan mengetahui proses pembuatan game tersebut secara lebih jauh. Selain itu lulusan dari bidang studi ini juga bisa menjadi seorang entrepreneur. Dikarenakan mereka telah dilengkapi degan kempampuan web designing, mereka dapat untuk membuka usaha sendiri dalam bidang web design, pembuatan software baik itu untuk handphone (mobile), maupun untuk komputer.

Segudang Penelitian dan Sejuta Prestasi Lab Elektronika ITS

Laboratorium Rangkaian Listrik dan Elektronika ITS

Sesuai dengan namanya yaitu laboratoriun elektronika , aktivitas studi yang biasa dikerjakan di tempat ini adalah seputar ilmu elektronika yang identik dengan arus lemah. Implementasi arus lemah adalah berkaitan dengan simulasi ataupun manipulasi gerak elektron yang teraplikasi dalam rangkaian digital atau analog.

Bidang Studi elektronika ITS terbagi menjadi 2 konsentrasi , yaitu elektronika Industri dan elektronika biomedik. Elektronika industri berorientasi mengkaji keilmuan yang berkaitan dengan aplikasi piranti elektronik pada teknologi keindustrian. Sedangkan Elektronika biomedik berorientasi untuk mengkaji keilmuan yang berkaitan dengan pembuatan alat pada dunia kedokteran.

Aktivitas yang biasa dilakukan di laboratorium elektronika bukan hanya berbentuk pembelajaran, bisa juga sembari menggarap proyek – proyek eksternal. Salah satu contoh proyek yang kini tengah mereka kerjakan adalah pembuatan bel listrik otomatis untuk salah satu sekolah di Surabaya. Bel listrik tersebut dikontrol oleh suatu alat yang terprogram untuk membunyikan sound yang ada di kelas secara otomatis pada waktu tertentu.

Quadrotor yang tengah dikerjakan Mas Angga

Disamping itu ada quadrotor yang tengah dirakit oleh Mas Angga selaku koordinator laboratorium sebagai bahan tugas akhirnya. Quadrotor itu diprogram untuk bernavigasi secara otomatis dengan menggunakan berbagai macam sensor agar mampu menuju suatu titik koordinat yang diminta. Implementasi alat ini kedepannya bisa dikembangkan sebagai robot mata – mata.

Lain mas angga , lain pula mas dito , mantan ketua himpunan mahasiwa elekto 2010 ini tengah menggarap tugas akhir untuk membuat alat yang bernama elektro laring. Elektro laring adalah alat untuk membantu seseorang yang tuna laring agar dapat berbicara kembali dengan menerapkan sinyal elektrik yang dihasilkan tubuh untuk menggetarkan laring seseorang.

Tak hanya sebatas pembelajaran dan proyek , laboratorium elektronika ini juga telah menuang berjuta prestasi. Di event Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) delegasinya selalu menjadi juara rutin dari tahun ke tahun. Karya – karya alat mereka mampu menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) , sebuah ajang keilmiahan nasional untuk kalangan mahasiswa

Laboratorium Elektronika merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mempunyai banyak penemu yang mampu mengembangkan aplikasi dan teknologi Indonesia di masa depan. Tak hanya pembelajaran yang menghasilka prestasi , tapi juga implementasi keahlian dalam proyek yang mampu menghasilkan meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

Sekelumit Kisah dari Lab B103

Laboratorium B103 Teknik Elektro ITS bertempat pada gedung B lantai satu jurusan Teknik Elektro ITS. Laboratorium ini adalah Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik. Dari namanya, laboratorium ini bertujuan untuk melakukan simulasi tentang suatu sistem kelistrikan mulai dari pembangkitan tenaga listrik, mengatur pembagian listrik listrik untuk dipakai konsumen, sampai dipakai konsumen itu sendiri baik itu rumah tangga, gedung pemerintahan, maupun perkantoran.

Bidang yang diteliti oleh Laboratorium B103 terdiri dari Power Quality & Conditioner, Power System Operation & Optimization, Analog & Digital Protection, Power System Automation Control, Distribution System Analysis, Economic of Power System, dan Power System Communication.

Laboratorium B103 ini selain diisi oleh dosen juga terdapat mahasiswa yang bertugas sebagai asisten laboratorium dan trainee. Di laboratorium ini asisten laboratorium berjumlah lima orang sedangkan trainee berjumlah tujuh orang. Asisten laboratorium ditujukan bagi mahasiswa tahun keempat sementara trainee ditujukan bagi mahasiswa tahun ketiga. Asisten laboratorium bertugas untuk menguji saat praktikum.

Laboratorium B103 juga diisi oleh berbagai perangkat uji simulasi sistem tenaga listrik. Salah satunya adalah sebuah instrumentasi yang dibuat oleh Schneider Electric. Selain berbagai peralatan simulasi, mahasiswa juga menggunakan sebuah software, yakni ETAP, atau Electrical Transmission Analysis Programimng. Software ini digunakan untuk mengatasi keterbatasan alat-alat  yang tersedia pada laboratorium. Software ini juga dapat digunakan untuk menghitung daya yang masuk maupun keluar.

Tampilan dari software ETAP

“Kami mengukuti sebuah lomba kalau ada kekosongan jadwal.” begitu kata yang dilontarkan oleh Mas Fauzan selaku asisten laboratorium saat kami tanyai Sabtu, 2 Maret 2013 kemarin. Lomba yang biasa diikuti oleh asisten-asisten ini kebanyakan berasal dari Schneider Electric. Lomba ini  diadakan 2 tahun sekali. Terlihat piala-piala yang berjejer rapi diatas lemari.

“Ini adalah contoh alat-alat yang kami buat untuk mengikuti lomba.” Kata Mas Fauzan sambil menunjukkan alat yang terdiri dari kotak sebesar 30 cm x 40 cm dan sebuah maket yang tertempel gedung-gedung buatan yang tersusun dengan rapi.

Mas FAuzan saat menunjukkan alat yang diikutkan dalam lomba

“Kedua alat ini bekerja berdasarkan intensitas cahaya.” Kata Mas Fauzan sambil menunjuk sebuah komponen pendeteksi cahaya.            “Alat yang pertama, susunan tingkatan LED ini akan menyala dari bawah ke atas seiiring berkurangnya intensitas cahaya dari luar. Sedangkan pada alat kedua, yakni maket, lampu-lampu padang gedung akan menyala jika intensitas cahaya berkurang, seperti gedung-gedung sesungguhnya saat menjelang malam.”

Selain membuat alat-alat untuk lomba, asisten laboratorium B103 ternyata juga membuat smart card. Kegunaan alat ini cukup beragam, salah satunya adalah seperti kunci akses untuk membuka suatu ruangan.

Untuk info lebih lanjut mengenai Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik, Anda dapat kunjungi halaman http://power-system.ee.its.ac.id.

Kunjungan ke ITS Online, Kominfo Musti Lebih Banyak Belajar

Kominfo merupakan salah satu departemen baru yang ada di Himatektro ITS, dan tahun ini merupakan tahun pertamanya. Tentunya di usia yang sangat muda ini masih memiliki banyak kekurangan-kekurangan dan diperlukan pembelajaran yang lebih terutama bagi para staffnya. Untuk mengatasi hal ini, Departemen Hubungan Luar (Hublu) Himatektro memfasiltasi berupa kunjungan ke ITS Online yang mana ranah kerjanya hampir sama dengan Kominfo dan tentunya lebih berpengalaman dibanding dengan Kominfo saat ini. Senin ini (15/10), sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan yang terdiri dari teman-teman Departemen Hubungan Luar (Hublu), Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pun berangkat bersama, seperti dahulu saat masih berada dalam satu departemen. Setibanya di ‘markasbesar’ ITS Online, gedung Perpustakaan ITS Lantai 6, dan langsung mendapat sambutan hangat dari Kru ITS Online. Tanpa basi-basi, Arief Rahman, langsung membuka acara dengan perkenalan, dan dilanjutkan dengan presentasi dari Kru ITS Online.

Di awal, langsung dibahas, ITS Online bukanlah Ormawa bukan pula UKM, melainkan media resmi ITS yang langsung dipimpin oleh seorang Dosen. Didukung 19 Kru yang terbagi menjadi Redaktur, Editor dan Reporter, ITS Online bekerja selama 24 Jam sehari dan seminggu penuh. Yang artinya hampir setiap saat, ITS Online selalu siaga memberitakan info-info terbaru seputar ITS. Berwadahkan website ITS dan ‘Proyek Akbar’ ITS Point, pengembangan setiap individunya berjalan secara kontinyu.

Satu yang menarik bahwa ITS Online merupakan sebuah unit kerja professional, dimana berbeda dengan ormawa yang setiap tahun berganti kepengurusan, ITS Online justru tidak demikian. Sekali masuk, pindahnya suatu orang keposisi lainnya tergantung kecakapan dan kinerja selama waktu sebelumnya. Hal lain yang juga menarik, dimana untuk mencegah tumpang tindih pemberitaan, setiap reporter dikoordinasikan di bawah satu coordinator dalam pertemuan mingguan untuk koordinasi pembagian artikel. Satu yang belum begitu bias diterapkan di redaksi Himatektro ITS.

Cukup banyak hal yang dapat Himatektro ITS pelajari dari ITS Online, khususnya mengenai system kerja yang diterapkan. Ada sekilas pikiran di departemen Kominfo untuk meniru sistem professional layaknya ITS Online, demi memaksimalkan salah satu media cetak yang dimiliki Himatektro.Meski demikian, tentunya perlu kajian lebih luas dan mendalam mengenaihal ini. Menjadi tantangan tersendiri bagi Himatektro ITS, Dapatkah hasil dari Company Roadshow yang diadakan departemen Hubungan Luar diterapkan atau setidaknya dimanfaatkan di Himatektro?