EBP 2016, Bukan Hanya Sekedar Ide

Sabtu (09/04/2016) – Surabaya. Peserta, Juri dan Panitia EBP 2016

Sabtu, 9 April 2016 lalu, telah diadakan EBP(Electrical Business Plan) yang sudah diadakan dari tahun ke tahun oleh Departemen Kewirausahaan Himatektro ITS. EBP ini diadakan untuk mewadahi mahasiswa JTE, TMJ, dan BME dalam merencanakan bahkan merealisasikan ide bisnis mereka.

Diikuti oleh lima tim finalis, mereka berkompetisi dengan mempresentasikan ide bisnis mereka di depan juri yaitu mas Febby dan mas Rangga. Para finalis mempunyai ide bisnis yang bermacam-macam. Mulai dari jasa percetakan pcb, aplikasi pencari rumah kosan, kerajinan kayu dengan perpaduan elektronika, es krim dari seafood, dan cangkir elektronik yang bersifat portable yang bisa menjadi pendingin dan pemanas air.

Setelah melalui proses penjurian yang panjang. Akhirnya diumumkan tim ELITS SOLUTION dengan jasa percetakan PCB sebagai juara pertama. Kamar Kosong dengan aplikasi pencari kos berbasis android sebagai juara kedua, serta Cocopanda dengan kerajinan kayu dengan perpaduan Elektronika Kreatif sebagai juara ketiga.

Sabtu (09/04/2016) – Surabaya. Tim ELITS SOLUTION sebagai juara pertama, bersama mas Febby dan mas Rangga

Mas Febby dan Mas Rangga sebagai juri berharap, agar ide bisnis para peserta tidak berakhir menjadi ide bisnis saja, tetapi juga direalisasikan. Fathur sebagi Kadep KWU Himatektro ITS juga berharap mereka dapat menjuarai lomba-lomba Business Plan lainnya. (BIS)

“It’s not about ideas. It’s about making ideas happen.” – Scott Belsky –

Menuju EBP, “Ngerumpi” Lagi di Entrepreneurship Community and Ghatering

Rabu (17/02/2016) – Surabaya. Siti Solikah beserta jajaran panitia dan peserta ECG.

Beberapa minggu lagi, Electrical Business Plan atau yang disingkat dengan EBP akan hadir kembali memberikan suasana baru untuk para wirausahawan di jurusan teknik elektro, sehubungan dengan hal tersebut, Entrepreneurship Community and Ghatering (ECG) kali ini hadir kembali untuk memperkenalkan dan memantapkan mahasiswa baru untuk menghadapi EBP. Bertepatan dengan tanggal 17 Februari 2016, telah sukses dilakukan ECG pertama pada kepengurusan HIMATEKTRO SUPER di ruangan AJ 102. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini tidak hanya terdiri mahasiswa baru yang memang diarahkan untuk mengikuti EBP, namun juga ada beberapa warga 2012, 2013 dan 2014 yang tidak kalah antusias dengan mahasiswa baru.

Rabu (17/02/2016) – Surabaya. Penyerahan kenang-kenangan oleh Fathur kepada Siti Solikah selaku pemateri.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ECG pada kepengurusan kali ini lebih memfokuskan pada pembahasan Business Plan, tidak tanggung-tanggung HIMATEKTRO ITS mengundang tamu spesial dari Teknik Lingkungan ITS, Siti Solikah yang sebelumnya telah memenangkan banyak perlombaan, beberapa di antarannya adalah First Winner of Perbanas Entrepreneur Award 2014, Third Winner of Business Model Canvas ITS 2015, Third Winner of SocioPreneur GEMA SEC UGM 2015 dan masih banyak lagi.  Pada kesempatan kali ini, Siti menyuguhkan materi dasar berupa poin penilaian Business Plan, tips proposal dan tips-tips menarik lainnya yang kemudian dia beri judul “ How to Build Awesome Business  Plan”, disampaikan dengan santai olehnya sambil sesekali menyebutkan prestasi dan pengalamannya yang membuat peserta makin antusias.

Rabu (17/02/2016) – Surabaya. Keaktifan salah satu peserta ECG HIMATEKTRO ITS.

Siti memberikan apresiasi kepada acara ECG kali ini, “Pesertanya banyak, tempatnya memadahi, ada konsumsinya juga”, paparnya. Fauzan Fakhrul selaku penanggung jawab ECG juga merasa sangat senang dengan apresiasi tersebut, dia juga merasa cukup puas karena acara berjalan cukup lancar dan banyak peminatnya, “Kalau dari saya sih senang, tapi tetap ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki agar lebih baik ke depannya”, ujar Fauzan yang akrab dipanggil Ojan. Rangkaian ECG tidak berakhir hanya sampai di sini, setelah mempelajari hal dasar dari Business Plan, harapannya hal tersebut dapat dibawa untuk dikembangkan pada ECG selanjutnya agar menghasilkan karya yang berkualitas di EBP yang akan datang. [ADN]

Tampil Perdana, LKMW TD Sukses Siapkan Calon Pengusaha

Minggu (22/11/2015) – Surabaya. Tampak Banner LKMW TD, salah satu program kerja baru HIMATEKTRO ITS.

Beda kepengurusan, beda aksinya, tahun ini HIMATEKTRO ITS memunculkan program kerja baru yang pada hari Minggu, 22 November 2015 di Pasca Sarjana telah dilakasanakan yaitu sebuah pelatihan kewirausahaan yang dirangkum selama satu hari dalam kegiatan Latihan Keterampilan Mahasiswa Wirausaha Tingkat dasar atau yang disingkat dengan LKMW TD atas arahan dari Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi. LKMW TD bertujuan untuk mengenalkan dunia kewirausahaan kepada mahasiswa baru agar di tahun kedua mereka dapat mengembangkan skill kewirausahaan di dunia wirausaha KM ITS, aktif di tahun ketiga dan akhirnya di tahun keempat mereka dapat memiliki pandangan untuk mengembangkan dan mengelola usaha sendiri bagi dirinya nanti. “Tujuan utamanya agar ketika lulus mahasiswa mampu bersaing di dunia kewirausahaan”, tukas Abien selaku ketua panitia LKMW TD.

Minggu (22/11/2015) – Surabaya. Dari atas Reza, Pak Endarko, dan Redhylla selaku pemateri LKMW TD.

Apa yang diberikan dalam LKMW TD? Diantaranya adalah pengenalan dan motivasi menjadi entrepreneur, menggali ide bisnis dan berpikir kreatif, dan kemudian yang paling menarik adalah Business Model Canvas (BMC). Melalui BMC, mahasiswa baru dikenalkan cara menjalankan bisnis secara umum mulai dari proses produksi hingga distribusi dan tantangan-tantangan yang umumnya dialami oleh para wirausaha. Tidak hanya materinya saja yang menarik, tapi juga didatangkan pemateri yang luar biasa seperti Reza selaku Direktur Jenderal Menteri Perekonomian ITS, Redyhlla selaku direktur umum UKM TDC ITS, dan Bapak Endarko yang berpengalaman dalam membimbing PKM Kewirausahaan di ITS. Dua dari pemateri berasal dari mahasiswa jurusan teknik elektro, yang sekaligus menunjukkan bahwa selain ahli dalam keilmiahan, jurusan Teknik elektro juga mampu berkecimpung di dunia wirausaha.

Minggu (22/11/2015) – Surabaya. Tampak interaksi Redhylla, pemateri dengan peserta.

Walapun tampil perdana, kegiatan ini dapat dikatakan sangat sukses dengan hanya bermodalkan dana mandiri dari panitia, fasilitas dan kehadiran peserta yang mencapai 203 orang tergolong sangat memuaskan. “Harapannya tahun depan LKMW TD dijalankan lebih professional agar acara lebih lancar, dan buat kalian yang ingin PMW terdanai, monggo ikut LKMW TL!”, pesan Fathur, kepala departemen KWU HIMATEKTRO ITS. [ADN]

EFD Thank’s God it’s Frinight

Electrical Fun Day

Kebersamaan dan kekeluargaan antara para mahasiswa elektro adalah suatu hal yang sangat istimewa. Hal inilah yang harus diwadahi oleh Himatektro, dan dengan bangga pada tanggal 17 April 2015 Himatektro ITS mempersembahkan “Electrical Fun Day : Thank’s God It’s Frinight”. Tak tanggung-tanggung langsung tiga departemen yang turun tangan untuk menyemarakkan acara ini, yaitu departemen lingpus, ristek, dan KWU.

Stand-stand yang menyambut para arek elektro

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang di adakan siang hari, acara kali ini dimulai pada pukul 18.00 setelah shalat Maghrib. Bertempat di elektro budoyo, stand-stand sudah bersiap menyambut para arek elektro. Ada stand makanan yang sudah disediakan oleh KWU , stand gorengan dari kantin, dan bahkan tak lupa juga ada stand “ngopi” dari divisi Kalpataru. Tak hanya stand makanan, lab-lab pun tak lupa untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Diantaranya ada lab Konversi Energi B201, Lipist B204, Telekomunikasi dan jaringan B201, dan lab Telekomunikasi B301. Untuk stand pameran lab ini, dinaungi oleh departemen ristek. Ristek pun juga mengadakan lomba poster untuk mahasiswa elektro yang ingin menunjukkan karya-karyanya.
Hanya itu saja ? tentu tidak, departemen lingpus sudah menyiapkan berbagai hiburan juga nih, mulai dari penampilan band akustik, ada juga permainan karambol, dan yang paling diminati adalah permainan PES.

Di penghujung acara diumumkan stand terfavorit, yaitu 1. Lab telkom 2.KE 3. Lipist

Juara Lab terfavorit

Dan inilah para pemenang lomba poster competition

Juara poster Competition

Terimakasih untuk para arek elektro yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di acara ini, jangan lupa untuk hadir juga di acara ini tahun depan ya. Terimakasih. (AYS/BIS)

The Winner of Electrical Business Plan

Peserta EBP

Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Multimedia Jaringan FTI-ITS adalah jurusan besar yang tentunya para lulusannya adalah calon penerus bangsa yang akan mengembangkan dan memajukan Indonesia, terutama di bidang perekonomiannya. Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah wadah agar para mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Multimedia Jaringan ini bisa melakukan entrepreneurship atau berwirausaha pasca lulus sehingga minat dan kemampuan dari para mahasiswa dapat disalurkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. E-lectrical Business Plan  atau  e-BP merupakan sebuah kompetisi untuk mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Multimedia Jaringan ITS yang meng-explore passion mereka di bidang kewirausahaan dalam bentuk proposal dan presentasi business plan. Proposal/rencana bisnis yang dibuat dengan mengacu pada realita perekonomian, sumber daya yang ada, sustainability dan kondisi pangsa pasar yang ada dan dikaji pula dengan keilmuan yang memperkuat isi dari rencana bisnis, dengan harapan rencana bisnis yang dibuat dapat terealisasi sempurna dan dapat memperbaiki perekonomian bangsa. e-BP atau electrical Business Plan inilah yang dapat memberikan suntikan semangat dalam proses berwirausaha bagi mahasisiwa Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Multmedia Jaringan FTI-ITS. Kompetisi ini juga sebagai ajang pemanasan dalam menghadapi lomba business plan lain dalam tingkat yang lebih tinggi. Dimana pada electrical Business Plan ini mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Multimedia Jaringan ITS dituntut untuk membuat proposal rencana bisnis pada tahap pertama dan mempresentasikan proposal pada tahap kedua.

Dengan adanya e-BP atau electrical Business Plan ini dapat membangkitkan semangat berkompetisi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS dalam membuat rencana bisnis dan untuk mengasah kemampuan dalam perencanaan suatu usaha dan bisnis yang nantinya bisa terlahir wirausahawan-wirausahawan muda.

e-BP atau electrical Business Plan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2014 sampai dengan 2 Maret 2014 dengn tema yaitu “CREATION (Creative Entrepreneur for the Nation”. Sehingga dengan mengikuti kompetisi business plan ini peserta mampu mengeksplorasi ide-ide kreatifnya bagi kemajuan bangsa. Ada 2 bentuk tahapanan kegiatan dari Eletrical Business Plan yaitu:

  1. Tahap Penyisihan

Pada tahap ini seluruh proposal yang terkumpul akan diseleksi dan akan diambil 5 tim dengan proposal terbaik sebagai finalis.

  1. Tahap Final

Pada tahap final peserta diberikan fasilitas untuk melakukan kunjungan kewirausahaan ke salah satu UKM di Surabaya. Kemudian pada tahap ini masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proposal ide bisnisnya kepada juri.

Peserta yang mengikuti e-BP atau electrical Business Plan yang dilaksanakan pada 14 Februari 2014 sampai dengan 2 Maret 2014 ini berjumlah 7 kelompok.

Dari 7 kelompok inilah harus melewati tahap penyisihan yang akan diseleksi dan akan diambil 5 tim terbaik. Selanjutnya dari 5 tim dengan proposal terbaik akan lanjut ke tahap selanjutnya yaitu tahap final. Namun ada yang berbebeda untuk e-BP atau electrical Business Plan kali ini, dari 7 kelompok ini memiliki judul-judul yang unik dan isi didalam materi yang berkualitas. Dengan begitu juri pada tahap penyisihan meloloskan 7 kelompok ini. Kemudian pada tahan final ini masing-masing perserta mempresentasikan proposal mereka kepada juri. Menurut juri semua kelompok yang telah mempresentasikan Business Plannya sudah baik dan materi yang disampaikan bagus akan tetapi ada point-point penting menurut juri ditahap final e-BP atau electrical Business Plan. Point-point penilaian yang diberikan oleh juri yaitu Realisasi produk (mencakup kemudahan implementasi produk dan realisasi harga pokok penjualan terhadap harga pasar), Kesiapan dan pengusaha kendali atas produk, dan yang terakhir prediksi daya tahan usaha mulai dijalankan. Dari point-point penilaian tersebut didapatkan pemenang dari e-BP atau electrical Business Plan ini. Pengumuman pemenang e-BP atau electrical Business Plan ini diumumkan ketika pada kunjungan kewirausahaan UKM (Usaha Kecil Menengah) di Surabaya yaitu pengrajin batik. “Dewi Saraswati” nama UKM pengrajin batik tersebut didaerah Jemursari. Peserta mengikuti serangkaian kegiatan di pengrajin batik dari penjelasan pengerajin batik ini didirikan, omzet yang didapat dari setiap batik yang terjual, membuat batik dan lain-lain. Ketika selesai mengikuti serangkaian kegiatan dipengrajin batik barulah pemenang e-BP atau electrical Business Plan diumumkan. Berikut pemenang e-BP atau electrical Business Plan ini yang dilaksanakan pada 14 Februari 2014 sampai dengan 2 Maret 2014:

Juara Nama Grup Ketua Grup Judul Proposal
1 Finest Putut Dwi Wijaya (2213100156) Finest Edu Cloth
2 ABFarm Muhammad Nur Abidin (2212100051) Ab Farm “BIBIT PUYUH KW SATU DENGAN METODE PENETASAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO MEGA 2560”
3 Santai tapi Fokus Mohammad Rizky Ferdiansyah  (2214100123) Usaha Keripik Sayur dan Buah Khas Malang

Pemenang EBP (Putut) bersama Ketua Pelaksana (Syamsul)

Selamat kepada pemenang e-BP atau electrical Business Plan. Semoga e-BP atau electrical Business Plan ini dapat menjadi batu loncatan selanjutnya untuk mengikuti lomba-lomba Business Plan kedepannya dan dapat memberikan prestasi-prestasi entrepreneurship diluar lingkungan Jurusan Teknik Elektro ITS dan Jurusan Teknik Muimedia dan Jaringan ITS.(FTR/BIS)

“entrepreneurship is living a few years of your life like most people won’t, so that you can spend the rest of your life like most people can’t” unknown.

Diskusi Bersama Wirausahawan dari Elektro ITS

FGD Musik

Seorang wirausahawan tidak akan bisa bertahan lama ketika ia bekerja sendiri. Seorang wirausahawan juga tidak akan bisa mengembangkan usaha seorang diri. Kamis, 16 April 2015, Departemen Kewirausahaan kembali mengadakan ECG yang keempat di AJ101-AJ102 dengan tema Networking dan Pengembangan Usaha.

FGD Konveksi

FGD Teknologi

Berbeda dengan ketiga ECG sebelumnya, ECG kali ini berbentuk FGD( Focus Group Discussion). Dibagi menjadi 4 kelompok dengan bidang wirausaha masing-masing. Ada teknologi, musik, kuliner, dan konveksi. Semua pemateri pada ECG 4 ini juga berasal dari mahasiswa Teknik Elektro ITS yang sudah cukup sukses di bidangnya masing-masing. Untuk bidang teknologi ada Mas Afthon, di bidang musik ada Mas Rizal Wahyu, di bidang kuliner ada Mas Utha, di bidang konveksi ada Mas Putut.

FGD Kuliner

ECG keempat ini merupakan ECG terakhir di kepengurusan tahun ini. Berbahagialah untuk kalian yang sudah mengikutinya tiga kali, karena kelak akan ada kunjungan wirausaha yang akan dilakukan (BIS)

 

Juragan Konveksi Tas , Finest

Apa yang kalian ketahui dengan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS? Yap ada banyak. Salah satu yang sering kita dengar dan ketahui dari jurusan-jurusan lain di ITS adalah mahasiswa jurusan teknik elektro ITS terkenal akan prestasi-prestasi riset dan teknologi yang disumbangkan setiap tahunnya. Tapi apakah kalian tahu, ada sisi lain dari mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS yang mungkin kita tidak ketahui yaitu mempunyai bisnis dengan brand dia miliki sendiri. Dia adalah Putut Dwi Wijaya, salah seorang mahasisiwa angkatan 2013 Teknik Elektro ITS dan memiliki kesibukkan yang berbeda dari sebagian besar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS. Selain disibukkan oleh kuliahnya, dia juga mengembangkan sebuah usaha dalam bidang konveksi tas yang dia beri brand “Finest”.

Putut nama panggilannya memulai bisnis tas Finest tidak sendirian. Dia menggeluti bisnis ini dengan temannya yaitu Irfan Purwito Nugroho, mahasiswa Elektro ITS 2013 juga. Usaha tas Finest ini mulai didirikan pada bulan November tahun 2014. Finest merupakan brand pertama kali yang dimilikinya, sehingga banyak sekali yang dipersiapkan olehnya dimulai dari bahan-bahan tas, label, hangtag, penjahit, cetakan tas, mesin jahit, domain website, dan lain-lain. Oleh karena itu, tas Finest baru dapat dipasarkan diawal tahun 2015 pada bulan Februari. Walau dikatakan sangatlah baru, bisnis ini memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.

Konsep dari brand Finest adalah exklusif dan mengutamakan kualitas. Banyak sekali tas yang beredar di pasar yang terlihat bagus, menarik, namun sebenarnya bahan dalamnya kurang baik kualitasnya. Misalnya seperti menggunakan benang jahit, resleting, maupun headtag yang murah dan kurang bagus kualitasnya. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya produksi. Mereka hanya mementingkan tampilan, lalu dengan aksesoris dan branding menarik, mereka menjualnya dengan harga tinggi. Sehingga tidak sedikit konsumen yang akhirnya tertipu dengan tas tersebut setelah membelinya dengan harga mahal. “Kami tidak ingin membohongi konsumen. Walaupun bisnis ini baru, akan tetapi kami berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen. Kualitas adalah hal yang utama, bukan hanya tampilan luar saja yang menarik tetapi bahan dalamnya jelek” tutur owner Finest.

Contoh Produk Finest

 

Bisnis Finest ini tidaklah mudah bagi Putut dan Irfan. Banyak kendala-kendala yang dihadapinya. Kendala awal yaitu sulitnya mencari bahan-bahan tas yang sesuai dengan kriteria mereka. Misalnya untuk hangtag dan label tas, mereka baru menemukan tempat pembuatan yang cocok setelah mencarinya di seluruh Indonesia selama hampir dua bulan. Hal ini karena mereka menginginkan bahan-bahan terbaik untuk tas Finest, dan berbeda dengan tas yang beredar di pasaran. Hangtag Finest dibuat dari bahan paper art 2×310 gsm (tebal sekitar 2mm) dengan finishing doff, dan label tas dibuat dari kulit sapi asli dengan beberapa modifikasi pada mesin cetak sehingga label “Finest” yang dihasilkan cukup dalam, keras, dan warnanya kontras dibandingkan background kulitnya.

“Kami cukup senang bisa membangun bisnis tas Finest ini. Walaupun awalnya memang agak merepotkan, namun sekarang Alhamdulillah bisa terus berjalan. Bisnis ini sama sekali tidak mengganggu kuliah kami, karena proses produksi dilakukan oleh penjahit kami. Kedepannya, kami ingin menambah karyawan, dan mengembangkan pemasaran kepada distro-distro dan mall. Dengan usaha ini, kami juga berharap bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang kurang beruntung. Kami tidak ingin hanya memberi mereka uang yang hanya bisa mereka gunakan sesaat saja. Dengan pekerjaan, semoga mereka bisa terus berpenghasilan, dan itu lebih dihargai Allah SWT karena penghasilan tersebut dari keringat mereka, bukan dari pemberian orang lain” cerita owner tas Finest dengan semangat.

Ayo beli! Kualitas terbaik, Harga sesuai kantong mahasiswa! Ingin punya? Langsung aja order sama ownernya. Siap melayani pesanan. Fast respon! [FAIZ FATHUR]

Kembangkan Usaha dengan Strategi Marketing

Mas Paksi dan Peserta ECG-3

Ketika seseorang berwirausaha, setiap individu pastilah mempunya trik-trik tersendiri agar sesuatu yang mereka jual dapat diterima di pasar. Untuk itu sebuah strategi marketing pastilah sangat di butuhkan. Berdasarkan hal tersebut, maka Departemen Kewirausahaan Himatektro ITS mengadakan ECG-3 yang bertemakan “Sales and Marketing”, bertempat di AJ101 di hari Kamis, 5 Maret 2015. Kali ini pembicara berasal dari alumni Elektro ITS, Paksi Dewandaru e43 yang telah mempunya usaha di bidang minuman dan mempunyai 200 gerai.

Paksi Dewandaru banyak memberi tips marketing kepada para peserta agar bisnis yang dilakukan tidak hanya berjalan ditempat. Karena menurutnya, suatu bisnis tanpa adanya strategi marketing yang baik hanyalah akan menjadi bisnis yang jalan di tempat. Untuk itu perlu diadakannya analisa ketika berbisnis, seperti analisa keunggulan bisnis, situasi pasar, kebutuhan konsumen, dan strategi marketing yang cocok. Sebuah desain dan kemasan juga tak kalah penting. Ketika berbisnis maka juga harus bisa berpikir kreatif, dan fokuslah pada solusi bukan pada masalah.

Penyerahan merchandise kepada Mas Paksi

“Diharapkan mahasiswa dapat menerapkannya pada usaha mereka. Sehingga usaha mereka dapat terus berkembang dengan manajemen marketing yang baik” kata Restantiana. Nantinya ECG-4 juga akan segera dilaksanakan di bulan April. (BIS)

Rencanakan Usaha Bersama EBP 2015

Foto Bersama Peserta, Juri dan Panitia

Seorang mahasiswa sudah sepantasnya tidak hanya aktif di akademik. Mahasiswa pasti mempunyai banyak mimpi yang ingin dicapai. Menjadi seorang wirausahawan mungkin salah satu dari banyak mimpi yang di inginkan oleh mahasiswa. Untuk memfasilitasi hal tersebut maka Departemen Kewirausahaan Himatektro ITS mengadakan Electrical Business Plan(EBP). Di mana mereka yang mempunyai ide untuk membuka usaha mempunyai wadah untuk merencanakan bahkan merealisasikannya.  EBP kali ini bertemakan Creative Entrepreneur for Nation  yang diadakan tanggal 1 Maret 2015 di AJ101.

EBP kali ini di ikuti oleh 7 tim. Tetapi hanya 5 tim saja yang mengikuti babak final. Para finalis disini mempresentasikan business plan mereka di depan juri. Business plan yang di presentasikan pun bermacam-macam. Mulai dari kuliner seperti donat sampai keripik buah dan sayur. Juga ada baju berbasis augmented reality, tas khusus untuk gadget dan penetas telur puyuh dengan mikrokontroler.

Pengumuman pemenang EBP nantinya akan diumumkan dalam kunjungan kewirausahaan yang akan diadakan di bulan Maret ini. Sehingga para finalis dapat mengetahui kondisi pasar yang sesungguhnya. “ Saya berharap dengan adanya EBP ini para peserta tidak hanya sekedar mengikuti lombanya saja. Tetapi mereka dapat merealisasikan usaha mereka dan bisa sukses”, kata Syamsul Arbi yang merupakan Ketua Panitia EBP. (BIS)

Jadilah Wirausahawan yang Berjiwa Pengusaha

Bapak Yudha Menyampaikan Materi

Setelah sukses dengan ECG yang pertamanya, Kamis 20 November 2014 di AJ102 Departemen Kewirausahaan Himatektro ITS kembali mengadakan ECG. Tema untuk ECG kali ini adalah “All About Enterpreneurship”. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa JTE dan TMJ dari semua angkatan, tapi mayoritas yang datang adalah angkatan 2014.

Kali ini Bapak  Yudha Prasetyawan,S.T., M.Eng. menjadi pembicara untuk ECG 2. Beliau berpendapat bahwa untuk menjadi seorang wirausahawan yang baik hendaknya memiliki jiwa pengusaha dan jiwa pemimpin. Memiliki inisiatif tinggi, berdaya saing, berani mengambil resiko contohnya. Beliau juga berpesan janganlah sekali kali berwirausaha sebagai escape plan dari pada mencari kerja.

Penyerahan Souvenir

Pada ECG kali ini para peserta juga saling berdiskusi mengenai potensi potensi daerah asal mereka yang sekiranya dapat dibuat sebuah usaha. Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti ECG masih ada kesempatan karena masih ada 2 ECG lagi. “Kami harap untuk ECG kedepannya para peserta semakin antusias untuk belajar tentang wirausaha” kata Restantiana dan Feris selaku panitia. (BIS)