Closing LPIM

Laskar Petir ITS Mengajar, merupakan sebuah program pengajaran yang diusung oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Himatekro ITS. Kegiatan pengajaran yang difokuskan pada adik-adik kampung binaan usia TK – SD ini dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi warga Himatektro untuk memupuk dan mengabdikan kepeduliannya dengan masyarakat sekitar, terutama melalui pendidikan.
Kegiatan yang telah dilakukan selama hampir satu tahun kepengurusan ini dirasa belum memenuhi cita-cita penanggungjawabnya. Tri Adi Kresna, selaku penanggung jawab LPIM bersama rekannya Aprilia Rahmayanti, berharap adik-adik binaan bisa sering mengikuti perlombaan, namun sayangnya masih mengikuti satu kali perlombaan dengan jumlah 6 orang peserta.
Menurut Adi, selama ini LPIM hanya fokus ke tujuan anggota Himatektro. Oleh karena itu, Pengmas kali ini mengadakan penutupan LPIM di Rumah Batik Jawa Timur (Kenjeran). Mereka berharap, di sana adik-adik binaan dapat belajar kesabaran dalam membatik, memperkaya kreativitas mereka, serta menambah pengalaman mereka untuk berkarya di luar.
Dalam penutupan LPIM ini Pengmas Himatektro ITS juga mengundang seluruh anggota Himatektro dengan harapan bisa mengetuk rasa kepedulian anggota HIMATEKTRO terhadap pendidikan usia dini serta mewadahi anggota Himatektro untuk menikmati kegiatan pengajaran yang Pengmas konsep.

Elektroda

Elektro Peduli Desa merupakan sebuah wadah bagi seluruh elemen Fakultas Teknologi Elektro, khususnya mahasiswa, untuk menumpahkan rasa kepedulian yang dimilikinya serta kerinduan untuk menyalurkan ilmunya untuk masyarakat luas.

Desa Karangjati merupakan sebuah desa binaan yang telah dibina sejak Elektroda lahir, yaitu satu tahun yang lalu. Di desa ini, banyak anak yang merokok sejak kecil, gadis belia yang sudah menikah sejak lulus sekolah dasar, dan maraknya perceraian. Karena itulah, mahasiswa beserta seluruh stakeholder FTE memberikan seluruh empatinya untuk mangadakan kegiatan bakti sosial di desa ini.

Menurut Christian, penanggung jawab Elektroda 2017, di tahun ini Elektroda jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa FTE telah tersebar merata bagi seluruh warga. Misalnya,  di tahun ini penyuluhan tentang demam berdarah, bahaya narkotika, pernikahan dini, dan pentingnya pendidikan telah diberikan baik kepada orang tua maupun anak-anak. Pembelajaran tentang Microsoft Office dan CorelDRAW juga telah diberikan kepada anggota karang taruna di desa Karangjati, sasarannya agar anak-anak dan pemuda Karangjati melek teknologi serta bisa mendesain suatu produk untuk diperjualbelikan nantinya. Selain itu mahasiswa FTE mengajak serta seluruh warga desa untuk melakukan kerja bakti membersihkan selokan, mengajari anak-anak tentang rangkaian listrik seri dan paralel sederhana, dan melatih ibu-ibu membuat kerajinan tangan dari kulit jagung dengan tujuan menjadikan mereka mandiri dengan menjual hasil kerajinan tangan yang mereka buat.

Seluruh warga Karangjati, stakeholder dan mahasiswa FTE merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Karangjati dan bisa menjadi contoh bagi himpunan lainnya. Hal ini menjadi semangat bagi Himatektro untuk terus mengadakan Elektroda di tahun-tahun yang akan datang.

LAPORAN BULANAN LPIM

Laskar Petir-ITS Mengajar (LPIM) adalah salah satu kegiatan pengajaran bagi anak-anak kampung binaan edu project Himatektro ITS dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan akademik, yang juga merupakan salah satu media dalam meningkatkan kepedulian sosial bagi anggota Himatektro ITS.

 

Berikut adalah laporan pengeluaran selama bulan November dan Desember:

 

  Tanggal Keterangan Debit Kredit Sisa
1 08 November 2016 Penggalangan Dana LPIM Rp 656.200,00 Rp 656.200,00
2 07 November 2016 Poster (9 lbr)   Rp 27.000,00 Rp 629.200,00
3 09 November 2016 Karton Asturo (3 lbr)   Rp 6.000,00 Rp 623.200,00
4 09 November 2016 Benang Wol   Rp 4.000,00 Rp 619.200,00
5 10 November 2016 Banner 3.8 m   Rp 51.400,00 Rp 567.800,00
6 12 November 2016 Roti (32)   Rp 120.000,00 Rp 447.800,00
7 12 November 2016 Kertas Tebal   Rp 7.000,00 Rp 440.800,00
8 12 November 2016 Double Tape   Rp 10.500,00 Rp 430.300,00
9 12 November 2016 Crayon   Rp 15.000,00 Rp 415.300,00
10 12 November 2016 Lem Stick   Rp 6.500,00 Rp 408.800,00
11 12 November 2016 Donat   Rp 95.000,00 Rp 313.800,00
12 26 November 2016 Roti (6)   Rp 42.000,00 Rp 271.800,00
13 26 November 2016 Millo (8)   Rp 30.000,00 Rp 241.800,00
14 27 November 2016 Angkot   Rp 200.000,00 Rp 41.800,00
15 03 Desember 2016 Magnet   Rp 5.000,00 Rp 36.800,00
16 03 Desember 2016 Soda Kue   Rp 4.500,00 Rp 32.300,00
17 03 Desember 2016 Cuka   Rp 4.000,00 Rp 28.300,00
18 03 Desember 2016 Pepsi   Rp 5.000,00 Rp 23.300,00
19 03 Desember 2016 Baterai (4)   Rp 10.000,00 Rp 13.300,00
20 03 Desember 2016 Balon   Rp 14.000,00 Rp -700,00

 

Kami ucapkan terimakasih banyak atas dukungan serta donasi yang telah diberikan. Berapapun yang diberikan oleh saudara/i akan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan semoga keikhlasan akan membuahkan hal yang baik. Maka dari itu marilah menorehkan senyum kepada masyarakat yang membutuhkan. Terimakasih.

 

Jika ada kritik dan saran, silahkan menghubungi April (081216172470) sebagai penanggung jawab LPIM.

Laskar Petir ITS Mengajar

myhomemyhome_1 myhome_2 myhome_3
Laskar Petir ITS Mengajar atau yang lebih dikenal sebagai LPIM merupakan bentuk pengabdian masyarakat dengan cara melakukan pengajaran akademik dan non akademik bagi anak SD di kampung binaan HIMATEKTRO ITS, Kampung Kalisari Damen RT/RW 002/003, Mulyosari.

LPIM merupakan agenda dari Departemen PENGMAS HIMATEKTRO ITS yang pernah mendapatkan penghargaan oleh KM ITS dalam nominasi pendidikan terinspiratif pada kepengurusan sebelumnya.

Pada kepengurusan kali ini, Departemen PENGMAS di bawah naungan HIMATEKTRO ITS kembali menghadirkan LPIM agar dapat membantu anak-anak SD di Kampung Kalisari Damen dalam pembentukan karakter serta meningkatkan prestasinya.

Opening LPIM telah dilaksanakan pada 13 November 2016 dan dihadiri oleh anggota HIMATEKTRO ITS dan perwakilan-perwakilan dari BEM FTI, HMM, HIMASTA, serta HIMASTHAPATI. Melalui opening ini, Tri Adi, selaku ketua pelaksana, berharap LPIM bisa menjadi wadah yang tepat untuk belajar dan mengabdikan ilmu bagi anggota Himatektro ITS khususnya dan berharap peserta edu project mendapatkan manfaat yang positif. [EUN]

Pengenalan Satwa Sebagai Penutup LPIM SUPER Tahun ini

Kebun Binatang Surabaya – Kurang lebih sudah 6 bulan berlalu sejak Laskar Petir ITS Mengajar dibuka secara resmi di Balai Desa Kalisari Damen. Selama itu pula Departemen Pengmas Himatektro ITS beserta warga elektro ITS memberikan banyak ilmu kepada adik-adik Kalisari Damen, mulai dari pengajaran mata pelajaran di sekolah, mengikuti lomba di Masjid Manarul Ilmi, dibukanya Perpustakaan Kecil (Percil), pelatihan cuci tangan bersih dengan Amazi UNAIR, dan masih banyak kegiatan mingguan lainnya.

Kegiatan yang diadakan tiga kali dalam sebulan ini pada hari Minggu 1 Mei 2016 kemarin resmi ditutup untuk kepengurusan tahun ini. Dalam kegiatan penutupan kali ini, LPIM mengadakan pengenalan tentang satwa-satwa yang ada di Kebun Binatang Subaraya kepada adik-adik Kalisari Damen. “Adik-adiknya merasa jenuh belajar di balai desa terus, mereka minta diajak jalan-jalan. Jadi kami mengajak mereka ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) biar jalan-jalan sekalian belajar mengenal satwa” Tutur Qumi L. Fajri selaku PJ LPIM saat menjelaskan latar belakang kegiatan yang dilaksanakan hari itu, hal ini diamini oleh respon adik-adiknya ketika berada di wilayah KBS yang terlihat senang dan bahagia di wajah mereka masing-masing. “Mereka terlihat senang, lari kesana kesini. Bahkan sampai ada orang tua dari salah satu anak yang mengirim SMS ke saya setelah acara untuk berterima kasih karena Cindy merasa senang dan sangat berkesan.” Ucap mahasiswi asal Tulungagung ini ketika ditanya mengenai keadaan adik-adiknya.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh dua orang perwakilan dari HIMABITS ini diakhiri dengan makan bareng adik-adik Kalisari Damen dan sesi foto bersama. Tak lupa juga mereka diajarkan untuk membiasakan diri membuang sampah yang mereka bawa ke tempat sampah yang ada di sekitar mereka.” Kami berharap dari segi akademisnya semoga meningkat dan apa yang sudah kami ajarkan menunjang nilai sekolah mereka. Trus semoga wawasannya juga semakin luas baik akademis maupun diluar akademis, dan besar harapan kami semoga karakter mereka makin baik, makin percaya diri, gemar membaca, dan selalu patuh kepada kedua orang tua mereka masing-masing.” Tukas Staff Departemen Pengmas ini. Dengan selesainya acara pada hari Minggu tersebut, maka selesai pulalah serangkaian kegiatan LPIM yang sudah diadakan oleh Departemen Pengmas sebagai wadah yang memfasilitasi warga elektro untuk melakukan kegiatan sosial ke kampung binaan. “Semoga LPIM kedepannya dapat melaksanakan fungsinya secara efektif lagi untuk memfasilitasi warga elektro dalam mengakrabkan diri degan kondisi sosia yang ada di sekitar mereka, dan menjadi wadah berkembangnya adik-adik kampung binaan untuk lebih dekat dengan cita-cita dan asa mereka”. Tutup Jatu Montazeri selaku Kepala Departemen Pengmas Himatektro SUPER 15/16 sekaligus menutup acara LPIM untuk kepengurusan tahun ini. [MF]

Bangun Aplikasi Teknologi hingga Dangdutan Bareng di ELEKTRODA

Kampus Elektro ITS (10/4/2015) – (dari kiri ke kanan) Cak Faqih, Verdiansyah, dan Pak Ardyono memberikan arahan sebelum keberangkatan.

Kab. Pasuruan, 10/04/2016 – Tiga pilar Elektro ITS sinergis mengadakan kegiatan bakti sosial bertajuk Elektro Peduli Desa (ELEKTRODA) pada Hari Minggu, 9 April 2016 lalu. Kegiatan yang berlangsung di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan ini merupakan realisasi proyek sosial yang telah direncanakan oleh tiga pilar yaitu Alumni, Jurusan, dan Himpunan Mahasiswa sejak tiga bulan sebelumnya. “Meskipun dengan persiapan yang padat untuk event sebesar ini, namun berkat sinergitas dengan alumni dan jurusan serta dukungan beberapa sponsor HIMATEKTRO ITS akhirnya mampu mewujudkan kegiatan turun ke desa ramai-ramai seperti hari ini” ungkap Hilmy Kharisma selaku Ketua HIMATEKTRO ITS.

“Hari ini kita datang kesini tidak hanya untuk memberi sesuatu, tapi juga harus belajar sesuatu. Kita harusnya memahami mengapa kita diciptakan dengan satu mulut dan dua telinga. Kita harus lebih banyak mendengar” ungkap Cak Faqih salah satu alumni e12 menganalogikan dalam sambutannya. Sejauh ini masalah besar yang dihadapi Desa Karangjati yaitu sulit terjangkau sinyal selular dan juga krisis air. Setiap tahun mulai Bulan September hingga datang musim hujan desa ini selalu kekurangan air. Selain itu pernikahan dini juga menjadi masalah yang perlu diatasi sedikit demi sedikit. “Kami sangat senang untuk pertamakalinya didatangi mahasiswa seperti ini, meskipun hanya sehari saya berharap kehadiran mahasiswa-mahasiswa dan juga para dosen ini mampu menjadikan desa dan masyarakat disini berkembang” tutur Sulastin selaku Kepala Desa Karangjati.

Balai Desa Karangjati (10/4/2016) -Ketua HIMATEKTRO ITS, Jurusan, IKAELITS, Ketua Kecamatan, dan Kades berfoto untuk penyerahan bantuan secara simbolis.

ELEKTRODA yang diikuti juga oleh mahasiswa elektro angkatan 2015 dimulai dengan keberangkatan menggunakan enam buah bis dan beberapa mobil pribadi. Kegiatan sosial yang dilakukan yaitu berupa kerja bakti lingkungan desa, pengajaran cita-cita, penyuluhan pencegahan DBD dan nikah muda, pelatihan kerajinan tangan dari bahan kulit jagung, aplikasi teknologi, hingga hiburan berupa dangdutan bareng. Aplikasi teknologi yang dibangun yaitu pemasangan repeater untuk memperkuat sinyal di Desa Karangjati dan juga sumbangan alat peraga listrik sederhana sebagai inisiasi Rumah Teknologi yang akan dibangun dalam jangka waktu panjang. [TUF]

Desa Karangjati (10/4/2016) – Mahasiswa Teknik Elektro kerja bakti lingkungan Desa Karangjati.

Desa Karangjati (10/4/2016) – Penyuluhan pencegahan DBD oleh mahasiswa dari rumah ke rumah.

Desa Karangjati (10/4/2016) – Mahasiswa Elektro dan anak-anak Desa Karangjati berfoto usai pengajaran penanaman cita-cita.

Balai Desa Karangjati (10/4/2016) – Ibu-ibu Desa Karangjati membuat kerajinan dari kulit jagung.

Balai Desa Karangjati (10/4/2016) – Warga Desa Karangjati dan para mahasiswa menikmati hiburan dangdut bersama.

Serunya kegiatan ELEKTRODA dapat dilihat di album facebook berikut: Album ELEKTRODA

EPP Kenalkan Keprofesian Melalui Game

Anak-anak SMA Muhammadiyah 7 Surabaya sedang membuat game mereka sendiri yang dipandu oleh panitia

Anak-anak SMA Muhammadiyah 7 Surabaya sedang membuat game mereka sendiri yang dipandu oleh panitia

SMA Muhammadiyah 7 Surabaya mendadak ramai pada dua minggu terakhir tepatnya pada Hari Sabtu, penyebabnya adalah Elektro Peduli Pendidikan (EPP) dari Departemen Pengabdian Masyarakat Himatektro ITS kembali hadir. Pada edisi tahun ini EPP membawa tema berupa pelatihan membuat game bagi anak-anak SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. “Setelah tiga tahun terakhir EPP selalu bekerja sama dengan workshop untuk mengaplikasikan keprofesian Elektro, tahun ini kita bekerja sama dengan Lab B201 untuk mengaplikasikan keprofesian TMJ, karena Himatektro juga menaungi Jurusan TMJ”, ungkap Sierly sebagai ketua pelaksana EPP.

Kegiatan yang bertujuan untuk mewadahi warga yang ingin mengaplikasikan keprofesian dan memperkenalkan ilmu keelektroan kepada anak SMA secara ringan dan menyenangkan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 12 dan 19 Maret 2016. Acara yang diisi oleh para assisten Lab B201 ini sangat diminati oleh anak-anak SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. “Antusiasme adik-adik SMA ini sangat bagus, bisa dibuktikan dengan adanya 12 tim yang mendaftar dengan masing-masing tim berisikan 3 siswa”, jelas mahsiswi Jurusan Teknik Multimedia dan Jaringan ini. Antusiasme juga diarasakan saat acara berlangsung, dimana anak-anak ini sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara langsung saat game yang mereka buat mengalami masalah maupun saat mereka mengalami kesulitan.

Contoh game yang akan dibuat oleh peserta

Contoh game yang akan dibuat oleh peserta

Selain antusias yang dirasakan dari peserta, acara ini juga mendapatkan antusias dari warga himatektro sendiri. “Antusias dari warga lumayan bagus juga, dilihat dari banyaknya warga yang mendaftar untuk mengikuti EPP”, tukas mahasiswi asal Bali ini. Dengan adanya pelatihan ini, pihak panitia mengharapkan agar anak-anak SMA Muhammadiyah 7 ini bisa mengnal ilmu keelektroan dan mengaplikasikan ilmu yang didapat. “Kita berharap agar anak-anak SMA Muhammadiyah 7 mulai mengenal tentang ilmu keelektroan dan mampu mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan, dalam hal ini adalah pembuatan game”, tutup Sierly.

LPIM Ramaikan Masjid Manarul Ilmi

Anak-anak Desa Kalisari Damen mengikuti lomba mewarnai

Anak-anak Desa Kalisari Damen mengikuti lomba mewarnai

Minggu, 6 Maret 2016, ada yang berbeda di Laskar Petir ITS Mengajar (LPIM) Himatektro ITS. Kegiatan yang bertujuan untuk menjembatani mahasiswa JTE,TMJ, dan BME yang memiliki kepedulian sosial kepada anak-anak sekitar ITS yang kurang mampu ini, resmi dibuka pada tanggal 4 Oktober 2015 di Desa Kalisari Damen. LPIM tidak melakukan kegiatannya di balai desa seperti pada minggu-minggu sebelumnya pada hari minggu kemarin. Namun anak-anak Desa Kalisari Damen ini diajak ke Masjid Manarul Ilmi ITS untuk mengikuti lomba Festival Anak Sholeh/Sholehah GMAIL 2016 yang diadakan oleh JMMI. “Kami menginginkan adik-adik di kampung binaan Himatektro ITS ini bisa berprestasi lebih, baik itu dalam hal akademik maupun non-akademik.” Ujar Amalul, Ketua Panitia LPIM. Wajah ceria adik-adik yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) ini menunjukkan semangat mereka untuk mengikuti perlombaan.

Di akhir acara, Laura Devi Surena berhasil menjadi Juara 1 dalam lomba hafalan do’a sehari-hari tingkat Sekolah Dasar (SD). Tak hanya Laura, Nimas Hidayatul serta Ananda juga berhasil memenangkan Juara 2 dan 3 lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). “Kami sangat bangga dengan adik-adik kami ini, ternyata mereka adalah anak-anak yang prestatif dalam bidang akademik dan non akademik.” Tegas mahasiswa asal Bekasi ini. “Saya juga berharap agar adik-adik kami ini bisa tumbuh rasa nasionalismenya terhadap Bangsa Indonesia, semakin tumbuh rasa percaya dirinya, bisa meningkat lagi motivasi belajar mereka, serta mereka bisa meningkatkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.” Tutup Staff Departemen Pengmas Himatektro ITS ini. [mf]

Foto bersama adik-adik peserta lomba dengan kakak-kakak asuh dari Departemen Pengmas Himatektro ITS

Foto bersama adik-adik peserta lomba dengan kakak-kakak asuh dari Departemen Pengmas Himatektro ITS

Ramadhan Aman di Rumah bersama Schneider Electric

Sabtu (11/07/2015) – Surabaya. Schneider Electric Campus Ambassador memberikan materi saat penyuluhan dan sharing. (Foto oleh: Ardiansyah)

(Surabaya, 11/07/2015) –Bekerjasama dengan Schneider Electric Campus Ambassador, Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS mengadakan kegiatan inspeksi dan penyuluhan keamanan listrik rumah tangga pada Sabtu, 11 Juli 2015 lalu. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesadaran maupun pengetahuan masyarakat terhadap keamanan listrik rumah tangga bertepatan dengan musim liburan dan mudik lebaran ini diiselenggarakan di Jalan Wonorejo I RT/RW 03/03 Surabaya. Kegiatan yang melibatkan Mahasiswa Teknik Elektro ITS dan Warga Wonorejo ini mendapat dukungan penuh dari Schneider Electric Indonesia.

Kegiatan dengan tema Ramadhan Aman di Rumah bersama Schneider Electric ini diawali dengan inspeksi ke rumah-rumah untuk mengetahui kondisi instalasi listrik rumah tangga warga. Inspeksi atau pemeriksaan kondisi ini dilakukan oleh 25 orang Mahasiswa Teknik Elektro ITS yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan singkat dari Schneider Electric. Aspek-aspek yang dinilai berupa instalasi, penampang penghantar, efisiensi, dan pengaman atau proteksi ini menghasilkan data bahwa masih diperlukan pemahaman masyarakat terutama warga wonorejo ini terkait instalasi listrik rumah tangga yang baik dan aman.

Sabtu (11/07/2015) – Surabaya. Beberapa orang Mahasiswa Teknik Elektro ITS bersiap sebelum melakukan inspeksi. (Foto oleh: Ardiansyah)

Kegiatan inspeksi yang berlangsung hingga siang hari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan dan sharing oleh Bapak Aris Dinamika dan Bapak Albert dari Schneider Electric. Selain itu turut juga Ardiansyah, perwakilan Schneider Electric Campus Ambassador dari Teknik Elektro ITS, memaparkan hasil inspeksi sekaligus rekomendasi untuk Warga Wonorejo agar dapat menerapkan konsep instalasi listrik yang baik dan aman. Serangkaian acara ini ditutup dengan pembagian doorprize untuk warga sekaligus buka bersama. (TAU)

Sabtu (11/07/2015) – Surabaya. Warga Jalan Wonorejo menghadiri buka puasa bersama. (Foto oleh: Ardiansyah)