EFD Thank’s God it’s Frinight

Electrical Fun Day

Kebersamaan dan kekeluargaan antara para mahasiswa elektro adalah suatu hal yang sangat istimewa. Hal inilah yang harus diwadahi oleh Himatektro, dan dengan bangga pada tanggal 17 April 2015 Himatektro ITS mempersembahkan “Electrical Fun Day : Thank’s God It’s Frinight”. Tak tanggung-tanggung langsung tiga departemen yang turun tangan untuk menyemarakkan acara ini, yaitu departemen lingpus, ristek, dan KWU.

Stand-stand yang menyambut para arek elektro

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang di adakan siang hari, acara kali ini dimulai pada pukul 18.00 setelah shalat Maghrib. Bertempat di elektro budoyo, stand-stand sudah bersiap menyambut para arek elektro. Ada stand makanan yang sudah disediakan oleh KWU , stand gorengan dari kantin, dan bahkan tak lupa juga ada stand “ngopi” dari divisi Kalpataru. Tak hanya stand makanan, lab-lab pun tak lupa untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Diantaranya ada lab Konversi Energi B201, Lipist B204, Telekomunikasi dan jaringan B201, dan lab Telekomunikasi B301. Untuk stand pameran lab ini, dinaungi oleh departemen ristek. Ristek pun juga mengadakan lomba poster untuk mahasiswa elektro yang ingin menunjukkan karya-karyanya.
Hanya itu saja ? tentu tidak, departemen lingpus sudah menyiapkan berbagai hiburan juga nih, mulai dari penampilan band akustik, ada juga permainan karambol, dan yang paling diminati adalah permainan PES.

Di penghujung acara diumumkan stand terfavorit, yaitu 1. Lab telkom 2.KE 3. Lipist

Juara Lab terfavorit

Dan inilah para pemenang lomba poster competition

Juara poster Competition

Terimakasih untuk para arek elektro yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di acara ini, jangan lupa untuk hadir juga di acara ini tahun depan ya. Terimakasih. (AYS/BIS)

Inilah Karya Arek Elektro

Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Multimedia Jaringan sebagai jurusan yang besar tentu saja memiliki segudang karya yang membanggakan. Beberapa diantaranya berhasil meraih prestasi yang mengharumkan nama elektro. Inilah beberapa karya terbarunya, diantaranya ada Innovative Smart Light, Kertanusa, Doormatics, Smart Solar Panel System, Power Optima Simulator, dan Underwater Light.

Semangat berkarya!
[spoiler title=”Beasiswa Alumni e40″]

Inventarisasi Karya Elektro

10688386_786115411425557_2277603923333201846_o
[/spoiler]

Antusiasme Membludak, Rela Antri sampai Malam

Konsultasi langsung dengan salah seorang dosen penalaran tentang progress proposal

Sekiranya kalimat itulah yang tepat untuk menggambarkan berlangsungnya Bimbingan Komunal yang diadakan pada Selasa (23/9). “Bimbingan Komunal ini diadakan karena banyaknya mahasiswa elektro yang belum mengikuti bimbingan komunal di ITS”, terang Dwita Mido Gumelar selaku Ketua Pelaksana. Kegiatan ini diadakan untuk memfasilitasi mahasiswa elektro guna mendapatkan username sebelum menguploadkan proposal mereka, mengingat setiap tim tidak akan mendapatkan username jika belum mengikuti bimbingan komunal setidaknya dua kali. (lebih…)

Segudang Karya, Sejuta Prestasi

Kampus Elektro ITS (12/09/2014) – Finalis Mawapres Competition 2014 dalam sesi foto terakhir, (dari kiri) Albert Ryanta, Ardiansyah, dan Benny S.

 

Merupakan tema mawapres competition 2014 sekaligus harapan agar insan mahasiswa tetap berprestasi dan bermanfaat dengan karyanya. Mawapres Competition hadir dilatarbelakangi oleh tingginya minat keilmiahan di kampus Elektro ITS, sehingga perlu wadah apresiasi bagi insan-insan mahasiswa yang tentunya berprestasi.  Ajang bergengsi di kampus Elektro ITS yang diadakan di AJ 101-102 pada 12 September 2014 ini merupakan ajang pengapresiasian bagi insan mahasiswa di Kampus Elektro ITS yang punya prestasi yang baik dan mempunyai karya-karya yang luar biasa dan berguna bagi masyarakat. (lebih…)

Perkenalkan keilmiahan melalui PKM 5 Bidang

Pemaparan materi oleh Bapak Bandung Arry Sanjoyo dari dosen penalaran

PKM 5 bidang merupakan sebuah event tahunan yang selalu diikuti oleh mahasiswa ITS khususnya di jurusan Teknik Elektro ITS. Kali ini departemen Riset dan teknologi mengadakan sebuah acara yaitu Electrical on PKM 5 Bidang . acara ini mengusung tema “Karya Berkualitas, Prestasi Tanpa Batas” dengan maksud pada kompetisi kali ini dapat menyumbang ide proposal yang mengedepankan kualitas dan mahasiswa elektro yang terus berprestrasi dari tahun ke tahun. (lebih…)

GKM ITS Expo

photo.php


28 s.d. 2 Mei 2014, Grha Sepuluh Nopember diselenggarakan ITS Expo, termasuk dalam rangkaian acaranya, pameran karya-karya inovatif oleh mahasiswa-mahasiswi ITS dalam ajang Gelar Karya Mahasiswa (GKM), dimana (setidaknya) semua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di ITS ikut serta dalam ajang pameran tersebut dari tanggal awal  hingga tanggal akhir rangkaian acara ITS Expo dari pukul 15.00 s.d. 22.00 WIB. (lebih…)

MAWAPRES Training

IMG_1595Kegiatan mawapres training ini diadakan pada hari senin-selasa tanggal 21-22 april 2014 di teater b. Di hari pertama acara dibuka dengan materi english speaking yang bertujuan peserta lebih berani untuk berbicara dengan bhs inggris. lalu dilanjutkan dengan kiat aktif ber-conference yang cukup membuka wawasan mahasiswa teknik elektro yang cenderung sedikit dalam menggeluti bidang ini. (lebih…)

Kenalkan prestasi para mahasiswa Teknik Elektro ITS lewat Talkshow Keilmiahan dan Teknologi

Talkshow keilmiahan dan teknologi di Teater C ITS

Teater C ITS – Untuk memperkenalkan prestasi dari mahasiswa Teknik Elektro ITS kepada mahasiswa baru 2013, Departemen Riset dan Teknologi Himatektro ITS mengadakan Talkshow Keilmiahan dan Teknologi Teknik Elektro ITS, hari minggu 22 september 2013.  Kegiatan yang dihadiri oleh 147 peserta tersebut menghadirkan sembilan mahasiswa Teknik Elektro ITS yang berprestasi baik dalam karya tulis, teknologi keprofesian, dan mahasiswa berprestasi.  Dalam bidang karya tulis, menghadirkan  lima mahasiswa yang berpengalaman dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) serta mengikuti Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke-26 di Mataram, untuk bidang teknologi keprofesian menghadirkan  dua perwakilan dari Divisi Workshop dan mahasiswa berprestasi (Mawapres) Teknik Elektro ITS 2013, Muhammad Fauzan  Aristyo.  Dalam talkshow tersebut juga diperkenalkan Klub Keilmiahan (KK), sebuah komunitas untuk mewadahi mahasiswa Teknik Elektro ITS yang berminat mengikuti berbagai perlombaan terutama karya tulis.

Cinderamata kepada pembicara

Melalui acara ini, diharapkan mahasiswa baru dapat meneruskan langkah dalam mengembangkan prestasi yang telah ditorehkan.  Salah satu peserta, Nur Fajariawan menuturkan bahwa acara talkshow berlangsung menarik, memberikan wawasan seputar PKM dan memberikan motivasi dalam berprestasi.  Ketika disinggung target jumlah proposal PKM yang diajukan pada tahun ini, mahasiswa asal Kediri tersebut menargetkan dua proposal dari bidang kewirausahaan dan penerapan teknologi.   Adapun, Onang selaku penanggung jawab kegiatan talkhow ini menargetkan 170 proposal PKM dari mahasiswa Teknik Elektro ITS pada PKM ke-27.  Dia menambahkan  agar kedepannya  peserta yang telah mengikuti kegiatan ini mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya dan kegiatan serupa bakal lebih meriah lagi pelaksanaannya, baik dari jumlah peserta ataupun keaktifan dari peserta itu sendiri. (AR)

Satu Lagi Jawara Keilmiahan Terlahir di Jurusan Teknik Elektro, ITS

Surabaya – Minggu(28/4/2013) adalah acara puncak dari Mechanical City yang merupakan event besar jurusan Teknik Mesin, ITS. Berbagai kompetisi mulai dari two wheel slalom, Band Competition, Mading 3D, sampai dengan AEC (Alternative Energy Competition) digelar, yang bertempat di Jatim Expo International. Dari sana juga lahir jawara keilmiahan selanjutnya dari Jurusan Teknik Elektro. Sebagai jurusan yang besar dan terkenal dalam hal keilmiahan, bulan april tahun ini menjadi bulan bertebarnya jawara keilmiahan. Setelah LOKARINA 2013, GO Green in The City oleh Schneider Electric, kini juara keilmiahan lahir di AEC, Mechanical City 2013.

Mereka adalah Tim Green Aterator yang dibentuk oleh 3 Mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2011, Ardiansyah, Aditya Rifa Utama, dan M Januar Fathoni. Dengan mengusung topik Green Aerator : Inovasi Penyuplai Oksigen di Tambak Menggunakan Vertical Axis Wind Turbine yang Efisien dan Ramah Lingkungan sebagai Pengganti Aerator Konvensional Berbahan Bakar Solar dan Listrik PLN, mereka berhasil meyakinkan dewan juri pada kompetisi cipta teknologi alternatif tingkat nasional tersebut.

“Perasaan saya senang sekali, dan tidak menyangka karena karya yang lain canggih-canggih dan bagus” ungkap Ardiansyah saat mengetahui Tim-nya dinyatakan sebagai pemenang dalam AEC, Mecahnical City 2013.

”Alhamdulillah dan terima kasih untuk semuanya baik dukungan, doa ataupun yang lainnya”, tambah Aditya Rifa.

10 Tim dari 5 Universitas berhak mempresentasikan karya mereka pada acara Grand final Alternative Energy Competition. Tercatat 5 tim dari ITS lolos dalam daftar finalis yang di ikuti tim dari UGM, IPB, UNESA, dan UI. Event yang merupakan kali pertama digelar jurusan Teknik Mesin tersebut sukses menarik peserta dan pengunjung, melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat untuk mengikuti acara maupun sekedar untuk melihat dan mengunjungi acara tersebut.

kiri: M.Fatoni; tengah:Ardiansyah; kiri: Aditya

Keberhasilan tim Green Aerator tidak lepas dari kisah perjuangan mereka dalam mempersiapkan ide gagasan untuk mengikuti kompetisi. Teknologi yang mereka gagas dipersiapkan khusus untuk AEC, tidak heran dengan waktu yang relatif singkat disela-sela kegiatan kampus, mereka harus bekerja keras untuk menyelesaikan karyanya, mulai dari pembuatan alat, pengambilan data sampai persiapan untuk slide presentasi, Ardiansyah mengaku harus membolos beberapa mata kuliah dan terpaksa bekerja lebih sampai jam 4 pagi. Bukan berarti juga tidak ada kendala dalam menyelesaikan semua, permasalahan muncul saat desain alat mereka awalnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, setelah mencari titik kesalahannya, H-1 hari perlombaan baru muncul ide sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, selain itu kegiatan mereka dalam organisasi juga sempat menjadi kendala yang perlu mereka pecahkan.

Ide tim ini muncul saat mereka mencoba mengkolaborasikan teknologi yang sudah ada dengan permasalahan yang ada disekitar, mereka melihat masalah petani tambak yang mengalami kesulitan karena naiknya harga BBM terutama solar dipasaran. Dari sana mereka berharap teknologi ini mampu menjadi energi alternatif untuk petani tambak. Ide yang begitu sederhana dan simpel namun mudah diimplementasikan dan tentunya menjawab masalah yang ada di lapangan menjadi nilai lebih kenapa tim ini keluar sebagai juara. Mereka juga mengaku dalam memilih materi untuk dasar teori tidak sembarangan, berbekal jurnal-jurnal ilmiah dari Elsevier dan masukan dari dosen pembimbing ide gagasan karya ini diperkuat.

prototype dari Green Aerator

Untuk masalah keberlanjutan teknologi ini. Aditya Rifa mengungkapkan, “karya-karya yang telah ada, semoga tidak berhenti disini saja, akan tetapi dikembangkan lebih baik kedepannya dan insya Allah karya ini akan dikembangkan, bahkan ada keinginan untuk mengkomersilkan”.

“Rencananya karya ini terus dikembangkan, dan harapannya mendapat dukungan dari dosen yang nantinya memperoleh paten dan bisa diproduksi massal. Rencananya Green Aerator ini akan diuji coba di tambak keputih tambak dulu, setelah berhasil baru diuji coba di daerah lain”, tambah Ardiansyah dengan penuh harap untuk kemajuan teknologi Indonesia.

“Harapannya, teknologi di Indonesia dapat dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiwa di Indonesia. Tidak hanya oleh peneliti-peneliti yang notabene dibayar oleh pemerintah. Mahasiswa sebagai agent of change harus berfikir global dan kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia. Pesannya adalah bahwa teknologi dapat dikembangkan oleh siapapun, tidak perlu kita menunggu menjadi professor atau ilmuwan, tetapi ciptakan teknologi mulai dari hal-hal yang sederhana”, tutup Ardiansyah mengemukakan harapannya untuk perkembangan teknologi di Indonesia yang lebih baik.(DR)