Get Some Fun in Electrical Fun Day

Elektro Budoyo(20/4) Benar-benar luar biasa Electrical Fun day 2013 ini! Unik, menarik dan Asyik, rasanya belum cukup menggambarkan acara yang merupakan kerjasama dari tiga departemen Himatektro ITS, yakni Lingpus, Ristek dan KWU.

Lokasi terbagi menjadi tiga blok, blok kewirausahaan dengan KWU sebagai hostnya dengan stan-stan dagang, blok keilmiahan yang diusung Ristek dengan memamerkan alat-alat karya mahasiswa dari setiap lab, serta blok kekeluargaan disediakan oleh Lingpus berisikan kompetisi PES.

Disemarakkan dengan akustik, lomba merias dan lomba tarik tambang, EFD menjadi semakin ramai. Lihat saja dari foto-foto berikut ini:

'Jangan sampai kena!' Tantangan Helical Turbine dari Lab Power System B103

Setir Kursi Roda dengan Smartphone? Elka yang Punya!

 

Lomba Rias menjadi salah satu momen paling seru di EFD 2013

Lebih banyak foto di sini. Melewati momen ini? Wah, jangan sampai terlewat lagi, Acara dari Himatektro dijamin seru dan mengasyikkan!

Solar Pond, terobosan baru pembangkit tenaga listrik

Tim Portable Mini Solar Pond bersama dengan karya mereka

Awal Februari ini, Jurusan Teknik Elektro ITS kembali mengirimkan dutanya di National Innovation Contest, Mechanical Festival (MFest) 2013 ITB, tepatnya pada kategori Kontes Inovasi Teknologi Antar Mahasiswa.  Dalam kompetisi tersebut, ITS mewakilkan 4 tim diantara 20 finalis dalam kategori tersebut, dan dua diantaranya berasal dari Jurusan Teknik Elektro ITS.  Salah satu dari tim tersebut adalah “Portable Mini Solar Pond : Inovasi Pembangkit Listrik Portable Berteknologi Kolam Surya (Solar Pond) untuk Skala Rumah Tangga”, yang beranggotakan Mochammad Wahyudi ,Ardiansyah dan Andhika Pramalistyanto (Desain Produk ITS). Pembangkit listrik alternatif ini dilatar belakangi oleh  penumpukkan garam di Pulau Madura serta rasio elektrifikasi dari pulau tersebut yang masih dibawa rata-rata nasional yakni 48,67.  Karya yang dibimbing oleh Ir. H. Syariffuddin Mahmudsyah, M.Eng, ini memanfaatkan perbedaan suhu pada kolam garam untuk membuat siklus amoniak yang berfungsi sebagai penggerak  generator.  Walaupun belum berhasil menyabet juara dalam lomba ini, akan tetapi karya menjadi inovasi baru dalam bidang sumber tenaga terbarukan karena masih memerlukan penelitian yang lebih untuk pengembangannya terutama di Indonesia. (AR)

lomba bisnis plan tingkat internasional

Gedung AJ, Teknik Elektro ITS –  Kemarin, Jum’at, 18 Januari 2013, Jurusan Teknik Elektro ITS kedatangan tamu dari Perusahaan Schneider Electric.  Kunjungan tersebut dikemas dalam bentuk seminar yang bertujuan untuk mensosialisasikan “Go Green in The City East Asia May 2013”, sebuah lomba bisnis plan tentang efisiensi energi.  Dalam seminar tersebut, salah satu dari tiga perwakilan dari perusahaan asal prancis tersebut memberikan gambaran perihal lomba untuk mahasiswa teknik dan bisnis tersebut, bahkan mereka memperlihatkan proposal bisnis plan yang menjadi juara pertama, kedua dan ketiga dalam putaran final yang diadakan di paris tahun lalu.

Untuk tahun ini, Indonesia tergabung dalam zona East Asia.  Selain Indonesia, Malaysia, Korea, Philipina, Singapura, Taiwan dan Vietnam juga tergabung dalam zona tersebut.  Pemenang dari tersebut yang akan bertanding di paris untuk memperebutkan kesempatan mengelilingi dunia.  Untuk mencapainya, setiap tim yang terdiri 2- 4 orang, dan minimal satu perempuan dan  harus mengirimkan creative presentation  tentang intelligent energy solutions for a smarter city dalam bentuk proposal, gambar ataupun video. 15 tim terbaik akan membuat bisnis plan dari ideanya dan dibantu oleh mentor dari Schneider Electric, selanjutnya 7 tim terbaik akan mempresentasikan ide mereka, hingga terpilih pemenang yang akan mewakili Indonesia dalam zona East Asia.  Dalam satu tim diperbolehkan antar jurusan, antar universitas dalam satu Negara.

Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi www.schneider-electric.com/gogreeninthecity/ID

Atau menghubungi Yani.maria@schneider-electric.com, no telp. : +62 21 750 44 06

Bukan Sekolah Mahasiswa Sembarangan

Elektro ITS (25/11) – Pada hari Sabtu (24/11) selama dua hari,  Departemen Ristek Himatektro mengadakan sebuah pelatihan yang tidak biasa, untuk mempersiapkan mahasiswa biasa menjadi luar biasa. Pelatihan yang bernama Mawapres  School diikuti oleh mahasiswa teknik elektro dari angkatan 2010 hingga 2012 dan mengundang pemateri-pemateri yang handal. Defin (e50), kepala departemen Ristek Himatektro, menuturkan bahwa tujuan dari Mawapres School adalah sebagai sarana pembibitan,  karena bukan hanya IP yang dilihat untuk menentukan seorang mawapres tapi juga pengabdian masyarakat dan prestasi di luar akademis.

Pada hari pertama, materi seputar wawasan mawapres langsung digeber oleh Dimas Okky (e49), mawapres 1 elektrotahun 2011. Ternyata, ada beberapa unsure penilaian untuk memilih mawapres, seperti IPK, karya tulis ilmiah, ko-ekstrakurikuler, bahasa asing, dan kepribadian. Dimas juga berbagi pengalamannya tentang pemilihan mawapres ditingkat institute dan nasional.

 

Materi penulisan karya tulis ilmiah yang dibawakan oleh Aang (e49), salah satu mahasiswa teknik elektro yang telah memiliki banyak pengalaman dalam karya tulis. Dari  materi sebelumnya diketahui bahwa prestasi dalam karya tulis ilmiah tenyata memiliki bobot yang paling tinggi. Setelah serius memperhatikan penjelasan tentang bagian-bagian karya tulis ilmiah,  suasana menjadi lebih riuh dengan adanya simulasi membuat judul karya tulis dari beberapa kata yang sudah disediakan.

 

Seorang pemenang adalah orang yang telah merencanakan apa saja yang akan dilakukan. Materi di hari kedua tentang life mapping dibawakan oleh dosen yang inspiratif, yaitu pak Soehardjoepri. Beliau mengajak peserta untuk merencanakan hidup mulai bangun tidur hingga esok,  bahkan beberapa puluh tahun lagi. Dengan latarbelakang matematika, beliau mendeskripsikan sifat-sifat juara dengan rumus matematika yang membuat peserta semakin tertarik.

Pada saat penjurian mawapres terdapat sesi presentasi yang memiliki bobot cukup tinggi,  sehingga kemampuan calon mawapres membawakan materi juga perlu dilatih. Materi seput arcara presentasi  yang baik dibawakan oleh pak Bandung dari tim penalaran ITS. Kemampuan berbahasa asing juga mempengaruhi penilaian. Pelatihan bahasa Inggris di sesi berikutnya rencananya berupa diskusi kelompok, namun sayangnya ms.Betzy sebagai instruktur lebih banyak membahas TOEFL dan speaking.

 

Secara umum, para peserta dan panitia puas dengan keseluruhan acara. Salah satu peserta,  Nas dari angkatan 2012,  mengaku bahwa persepsinya tentang mawapres berubah setelah pelatihan ini. “Ternyata bukan sebatas akademik”, ujarnya. Selagi tahun pertama,  dia sudah berencana untuk mempersiapkan diri untuk nantinya mengikuti pemilihan mawapres dengan cara aktif di  organisasi dan ikut berbagai kompetisi. Diharapkan peserta Mawapres School  lebih terpacu untuk lebih mengembangkan diri dan berprestasi dalam berbagihal. “Mawapres bukan hanya predikat gelar atau prestasi. Mawapres ada karena kontribusinya buat sesama”, kata Defin. (GG)

Berjaya di PIMNAS Walau Masih Semester Kedua

Pengalaman adalah guru yang terbaik.  Sebuah pepatah yang dapat menjadi tonggak akan terciptanya sebuah karya inovasi dalam PIMNAS 25 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juli lalu.  Disaster Game Box, Media Edukasi Pengenalan Mitigasi Bencana Kepada Anak Usia Sekolah Dasar di Surabaya Melalui Metode Permainan yang Menyenangkan.  Mereka adalah Gede Bayu Anugerah, Muhammad Wahyudi, Muhammad Januar Fatoni, Muhammad Fasih, serta Defin Permadi.  Yang mana mereka adalah mahasiswa jurusan teknik elektro ITS semester kedua, kecuali Defin Permadi yang telah menginjak semester keempat.

Ide akan karya ini berawal dari pengalaman dari Bayu, ketua kelompok dari PKM-M tersebut, mempunyai pengalaman di Palang Merah selama 3 tahun di Kota Denpasar, Propinsi Bali.  Edukasi bencana yang dia lakukan saat itu tidaklah berjalan secara maksimal, akibat para peserta bosan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dari sanalah muncul sebuah metode edukasi bencana yang menyenangkan beserta empat alat peraga yakni Disaster Puzzle, Max n’ Match Discard, Disaster Gun, dan Tic Tac Bom Map kemudian dikemas dalam sebuah karya PKM Disaster Game Box.

Dalam perjalanan menuju PIMNAS 25 ini, terdapat beberapa hambatan, salah satunya dalam mencari mitra. Hal ini diakibatkan karena minimnya dana dan masih ada sedikit keraguan akan karya ini. Namun, Keraguan mereka hilang seketika setelah Dikti mengumumkan judul-judul PKM yang didanai dan judul PKM mereka adalah salah satunya. Beberapa hari kemudian, selama tiga hari, mereka mengimplementasikan karya mereka di SDN Juara Surabaya.  Pada hari pertama lebih memperkenalkan empat bencana yakni banjir, kebakaran, gempa bumi serta badai melalui film animasi, pada hari selanjutnya dimainkan empat permainan dan pada hari terakhir yakni simulasi dan minioutbond.

Sebagian besar dari tim ini mungkin belum genap satu tahun menjadi mahasiswa di ITS, namun kreatifitas dan kerja keras mereka patut diacungi jempol. Terbukti dalam PIMNAS 25, Disaster Game Box berhasil menyabet dua medali sekaligus, yakni medali emas pada kategori poster dan medali perak untuk kategori presentasi. Keunggulan dari karya ini karena inovasi yang benar-benar baru, bukan modifikasi ataupun pengembangan karya-karya sebelumnya, apalagi karya ini diilhami dari jumlah korban yang cukup signifikan pada gempa dan tsunami yang menyerang Aceh beserta Jepang.

Kedepannya, Bayu berharap ITS dapat menjadi juara umum di PIMNAS 26 di Banjarmasin. Saat ditanya mengenai kualitas atau kuantitas dalam karya PKM selanjutnya, dia menegaskan bahwa  lebih baik kualitas tetapi kuantitas itu perlu.(AR/FY)

Mawapres Competition – Saatnya Prestasi Dilombakan

Mawapres alias Mahasiswa Berprestasi merupakan salah satu proker dari biro riset departemen riset dan teknologi Himatektro ITS yang dulunya merupakan proker dari departemen pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa Himatektro ITS. Proker ini berupa serangkaian kegiatan yang terdiri dari goes to mawapres dan mawapres competition. Dimana Goes to mawapres memiliki tujuan untuk menarik minat warga jurusan teknik elektro agar berpartisipasi dalam kompetisi Mawapres nantinya. (lebih…)

Pameran Teknologi JTE Sedot Perhatian Peserta HCC ELECTRA 2011

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh biro teknologi departemen riset dan teknologi Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro adalah pameran teknologi yang menampilkan alat dari jurusan Teknik Elektro ITS. Pameran ini berlangsung selama satu hari, yakni pada hari Sabtu tanggal 26 November 2011 bertempat di Gedung Robotika ITS, disana berlangsung kegiatan ELECTRA HCC yang diadakan oleh divisi workshop Himatektro ITS (lebih…)

Electrical Engineering Goes To Scientific and Technology

Electrical Engineering Goes To Scientific and Technology adalah salah satu proker biro riset dari depatemen Ristek Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (Himatektro) yang diadakan pada tanggal 9 dan 10 September 2011. Acara ini selain bertujuan memperkenalkan dunia keilmiahan dan teknologi juga mempersiapkan mahsiswa Teknik Elektro angkatan 2011 untuk menulis PKM. (lebih…)