Health Day

Tahukah kalian bahwa mahasiswa ITS memiliki isu terkait kondisi kesehatan yang buruk? Dikutip dalam situs old.its,ac,id, komandan Korps Suka Rela (KSR) ITS, Rahman Adi Nugroho mengungkapkan bahwa latar belakang tingginya angka kolesterol mahasiswa ITS disebabkan oleh beberapa hal. “Salah satunya dari makanan yang dikonsumsi. Kebanyakan kan goreng-gorengan dan penyetan. Belum lagi minyak yang dipakai baik atau tidak,” ujar Adi. Beberapa ormawa di ITS telah melakukan pengawalan agar dapat menjaga kesehatan anggotanya di tengah kesibukan kuliah mereka. Didasari oleh keinginan yang sama, Departemen Kesejahteraan Masyarakat Himatektro pada kepengurusan ini mulai menginisiasi kegiatan khusus untuk mahasiswa Fakultas Teknik Elektro agar memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat yang dinamakan dengan “Kesma Health Campaign”.

Dengan bantuan dana dari jurusan, Kesma Health Campaign telah sukses melaksanakan kegiatan perdananya melalui aksi bagi susu secara gratis kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro di Plasa Teknik Elektro mulai pukul 07.00 pagi dengan harapan dapat mendorong mahasiswa untuk bangun pagi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan 4 sehat 5 sempurna. Menariknya, Departemen Kesma menyertakan selembar kertas pada kemasan susu yang berisi fun fact tentang susu untuk menambah wawasan mahasiswa.

Tentunya ada kendala yang dihadapi dalam menyiapkan kegiatan ini, salah satunya yaitu grosir susu yang jarang ditemui di sekitar wilayah ITS. Meskipun begitu, Departemen Kesma berhasil mendapatkan susu sebanyak 60 kotak untuk dibagikan kepada warga, dan dalam waktu yang singkat semua kotak susu itu habis. “Hasilnya sesuai ekpektasi,” kata rizal salah satu staff kesma yang cukup puas dengan animo warga tersebut.
Kesma Health Campaign masih memiliki beberapa serangkaian kegiatan lainnya. Setelah kegiatan pertama mereka dengan pembagian susu secara gratis, akan dilihat statistik untuk evaluasi demi merancang kegiatan selanjutnya agar lebih baik. “Oya, bila teman-teman memiliki saran tentang kegiatan yang cocok untuk Kesma Health Campaign, bisa kirim opini ke mading kesma” pesan Yanik, penanggung jawab Kesma Health Campaign. Yuk jaga kesehatanmu! [ADN]

Upgrading Fungsionaris

Rekatkan kebersamaan bersama Upfung HIMATEKTRO ITS

Dalam sebuah organisasi, kebersamaan dan kerekatan anggotanya adalah salah satu hal penting. Tepat 30-31 Januari 2017 yang lalu, HIMATEKTRO SIGAP melaksanakan Upgrading Fungsionaris bertempat di Pacet, Mojokerto.

Kegiatan Upfung yang diadakan oleh HIMATEKTRO ITS ini dihadiri oleh banyak fungsionaris HIMATEKTRO ITS yang bersama-sama ingin merekatkan rasa kekeluargaan. Ada beberapa materi yang disampaikan pada Upfung kali ini, materi yang sangat menarik ialah materi Hakikat Organisasi. Ya, materi ini menjadi sangat spesial karena dibawakan oleh Mantan Ketua HIMATEKTRO ITS 15/16, Hilmy Kharisma. Materi yang dibawakan oleh Hilmy Kharisma ini sangat dalam dan menarik bagi peserta Upfung, dan peserta sangat antusias sekali dalam materi ini. Selain itu isu FTE juga didiskusikan para fungsionaris dengan antusiasme yang tinggi.

Namun, tidak hanya dipenuhi materi saja. Pada Upfung kali ini juga terdapat outbond dan games yang berjalan tak kalah seru. Upfung ditutup dengan foto bersama dan rasa kebersamaan yang tinggi oleh para fungsionaris.[ATR]

DUDUK, BERPIKIR SEJENAK

“Your world is falling apart and all you can do is watch,” -Saf Dawnheart
Salah satu quote favoritku yang tidak jarang terngiang-ngiang di pikiran. Apalagi, mengingat bahwa pada tahun ini, akan banyak tantangan dan guncangan yang harus dihadapi, baik secara perseorangan maupun individu.
Tulisan ini akan secara satu sisi lebih ditujukan kepada keluargaku tercinta, e55
Kita semua tahu, 26 Januari silam, secara tertulis dan resmi kita berpisah dari Fakultas Teknologi Industri, yang sudah hampir 34 tahun bersama baik suka maupun duka. Aku pun masih ingat, dulu ketika aku masih mahasiswa yang tidak tahu banyak, rumor mendirikan fakultas sendiri sudah banyak berkembang. Entah apa tujuan dan dasarnya, apakah karena ingin membanggakan sebuah kebesaran sendiri tanpa terikat dengan yang lain, atau apalah. Dan dulu, aku hanya ‘mantuk-mantuk’ alias setuju-setuju saja, karena sepertinya nama Fakultas Teknologi Elektro [ yang sebelumnya namanya ditambahkan Biomedika, kemudian diganti Multimedia dan pada akhirnya tidak ditambahkan ] terdengar keren, cool, bisa punya fakultas sendiri.
Namun, apakah aku yang sekarang bisa berpikiran demikian pula?
Ketahuilah kawan, kita HIMATEKTRO adalah satu dari sejumlah kecil himpunan yang menaungi lebih dari satu jurusan. Restrukturisasi fakultas yang dicananangkan atas dasar pengelompokan bidang ilmu secara sebelah mata tidak akan menimbulkan banyak masalah.
Kalau orang awam bilang, “Ya tinggal sedikit penyesuaian, NRP ganti, kemahasiswaan berubah tidak banyak, secara teknis segala hal yg berhubungan dengan administrasi dan birokrasi tinggal menyesuaikan,”
Ada 1 hal yang tentu saja membingungkan hampir semua anggota KM ITS ‘yang setidaknya memikirkan hal ini’
Restrukturisasi fakultas, perombakan fakultas dan anggota fakultas, penambahan jurusan, dan lain-lain.
Satu kata : BEM-F
Dengan berpisahnya HIMATEKTRO dari FTI, kita tidak akan punya wadah untuk segala kegiatan dalam lingkup fakultas. Yang menjadi pertanyaan besar bagi kita bersama adalah : apa definisi fakultas bagi kita?
Secara, selama ini kita telah berhimpun, menjadi satu angkatan bersama dalam satu himpunan, HIMATEKTRO. Kalau 3 jurusan yang bersama ada di bawah himpunan, lantas, apa definisi fakultas bagi kita?
Mungkin lantas kita akan berpikir, “ah buat himpunan aja masing-masing,” – dalam konteks berpikir seperti ini, apakah juga terpikir bagaimana nantinya himpunan tersebut? Resource TMJ – TK, mohon maaf – bisa dibilang mencukupi, tapi bagaimana dengan Biomedik?
Jika berpikir “Lebih baik kita tetap seperti ini aja, toh sampai sekarang juga tidak ada masalah,” – ada 2 hal yang perlu dipertimbangkan ; Pertama, apakah ada jaminan bahwa mahasiswa Elektro, TK, dan Biomedik akan tetap seperti ini? Bagaimana jika nantinya mahasiswa TK dan Biomedik +/- 100 orang? Dan yang kedua, siapa yang akan mengadakan kegiatan tingkat fakultas? LKMM Pra TD, PP LKMM, LKMM TM, kegiatan yang akan menyatukan mahasiswa FTE seperti Redformation, yang akan bergerak di bidang sosmas untuk FTE?
Jikalaupun memang mau mengambil resiko dan segala kegiatan fakultas tetap diadakan himpunan, tentu saja akan butuh resource yang amat sangat besar, koordinasi berlapis, dan : bukannya dalam mubes diatur lembaga eksekutif dalam berbagai tingkatan? [ saya tidak akan melampirkan data, karena saya juga kurang paham dalam hal itu ]
Mungkin sekarang perubahan itu belum terasa. Namun kedepannya, tentu saja akan semakin lama semakin mengena dampaknya. Ingat: ini adalah tahun pertama FTE, dan FTE akan tetap terus ada untuk tahun-tahun selanjutnya jika tidak ada kebijakan lain.
Apapun yang kita pikirkan dan putuskan sekarang, akan berdampak panjang. Camkan hal itu.
Dan teruntuk angkatanku tercinta, ingatlah juga bahwa tahun depan kitalah yang akan memegang sistem. Jika kita tidak siap, mau jadi apa Elektro yang [katanya] kritis, yang [katanya] besar dan tertua [tapi acak-acakan] ?
Refleksikan bacaan ini, untuk saya sendiri, untuk anda yang merasa mahasiswa Elektro, TK, maupun BME. Angkatan berapapun, dimanapun anda berkontribusi. Bisa jadi anda dikenal di lingkup BEM ITS, UKM, Robotika, dll. Tapi ingatlah kembali, bahwa anda adalah mahasiswa Elektro, TK, BME. Selalu ingatlah rumah untuk pulang, yang akan selalu menerimamu kapanpun.
Jika rumahmu terkena gempa, akankah kamu berdiam saja? Akankah kamu tetap beraktivitas layaknya tidak ada hal yang terjadi?
Mari duduk dan berpikir.
*notes : jika anda sempat berpikir tl:dr, aku hanya berharap semoga engkau tidak kaget dengan perubahan yang akan datang
Ditulis oleh
Mahasiswa yang berusaha untuk peduli
Ahmad Fauzi Aulia
2215100114
5914
#ArticleChallengeFTE

FTE : Pengembangan atau Kemunduran? Peluang dalam Perubahan

Tercatat pada bulan januari 2017, ITS melakukan restrukturisasi fakultas dengan menambah 3 fakultas baru yakni FTE, FBMT dan juga F-Vokasi, dengan penambahan 2 fakultas baru lagi yang terbentuk pada september 2017 yakni FIA dan FSLDK. Himatektro, yang menaungi seluruh anggota mahasiswa dari departemen yang ada di FTE, tentunya akan terkena dampak dari restrukturisasi fakultas ini.
Kenapa restrukturisasi fakultas?
Peraturan Rektor No 10 tahun 2016 yang berisi tentang pembentukan FTE, serta PP no. 54 tahun 2015 tentang statuta Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang menyatakan bahwa fakultas di ITS merupakan himpunan sumber daya yang menaungi satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun FTE sendiri tidak banyak berbeda dari rumpun yang ada di FTI, namun dengan perkembangan yang pesat membuat rumpun keilmuan di FTE dapat berkembang dengan lebih spesifik lagi. Selain itu, status ITS yang menjadi PTN-BH penuh pada januari 2017 memudahkan ITS untuk mengatur kemahasiswaan yang ada di dalamnya.
Dampak bagi mahasiswa FTE?
Dengan pengembangan keilmuan yang lebih spesifik, maka pengembangan riset dari departemen yang ada di FTE akan menjadi lebih mudah. Administrasi kemahasiswaan juga akan menjadi lebih cepat. Selain itu, karena rumpun keilmuan yang lebih spesifik, kurikulum di FTE kemungkinan besar akan ditinjau ulang kembali, contohnya mata kuliah UPMB yang masih mengikuti rumpun keilmuan FTI akan ditinjau kembali agar menyesuaikan keilmuan FTE. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah saat anggota Himatektro menjadi bagian dari mahasiswa FTE maka pendanaan untuk kegiatan kemahasiswaan tingkat fakultas akan berada di dekanat FTE, sedangkan yang bisa mengambil pendanaan itu hanyalah ormawa kemahasiswaan yang menaungi kegiatan tingkat fakultas yang setara dengan BEM fakultas. Saat ormawa tersebut belum terbentuk, maka pendanaan tersebut akan disimpan oleh dekanat. Lantas bagaimana dengan kegiatan kemahasiswaan seperti LKMM Pra-TD, LKMM TM, PKTI serta The Real FOG? Karena dengan Himatektro keluar dari Himpunan yang dinaungi oleh BEM FTI, maka otomatis anggota Himatektro tidak dapat lagi mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Tanpa BEM FTI, apakah Himatektro sendiri sanggup melaksanakan seluruh kegiatan kemahasiswaan tersebut tanpa bantuan dari dekan FTE?
Urgensitas pembentukan BEM FTE?
Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa ITS tidak pernah memaksa terbentuknya sebuah BEM. Namun akan sangat disayangkan apabila tidak adanya ormawa yang menaungi kegiatan kemahasiswaan yang berada di lingkup FTE. Oleh karena itu, pembentukan sebuah ormawa tingkat fakultas tentunya perlu melihat dulu dari kebutuhan para mahasiswa yang ada di fakultas tersebut. Sehingga sebelum persoalan ini dibawa untuk dibahas lebih lanjut pada mubes V yang kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan april 2017 mendatang, perlunya dilakukan peninjauan sebenarnya kebutuhan apa yang benar-benar diperlukan oleh mahasiswa FTE di masa mendatang, karena sejatinya ormawa tidak terbentuk dari Mubes, melainkan dari kebutuhan mahasiswa yang berada di dalamnya. Apakah perlu terbentuknya ormawa yang menaungi kegiatan kemahasiswaan tingkat fakultas? Serta bentuk ormawa seperti apa yang akan terbentuk?
Kesiapan mahasiswa FTE dan anggota Himatektro?
Jika ditanya tentang kesiapan, tentunya animo anggota Himatektro tidak hanya akan terfokus pada restrukturisasi fakultas saja. Big Event jurusan yang kembali pada tahun ini, tim kaderisasi yang terbentuk pada kepengurusan ini juga membawa bentuk kaderisasi yang berbeda dengan sebelumnya, serta persiapan pembentukan himpunan mahasiswa baru dari departemen yang ada di FTE. Dari animo yang ada sekarang pun, rasanya akan percuma apabila pembentukan FTE tidak disertai dengan pengawalan yang baik dari anggota Himatektro.
Yang perlu dilakukan sekarang?
Dampak yang akan terjadi ke depannya, baik ataupun buruk kembali lagi kepada pengawalan yang akan dilakukan oleh kita sebagai anggota dari Himatektro. Akan terdapat banyak peluang dari perubahan ke depan, duduk diam tidak akan merubah keadaan. Marilah kita sebagai mahasiswa FTE sekaligus anggota himatektro bersama mengawal pembentukan fakultas baru ini agar dapat mengembangkan Himatektro beserta FTE menjadi lebih baik lagi.
Khataman Dharmawan
5878
22 15 100 062
#ArticleChallengeFTE
#semogabermanfaat

Masih Ada Kepeduliankah?

Setelah genap dua tahun melalui masa transisi dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), ITS akan melakukan perubahan organisasi dan tata kelola (OTK).
Dalam sosialisasi yang digelar beberapa pekan lalu di Graha ITS,  untuk menghadapi perubahan organisasi dan tata kelola ITS itu, pak Arif mengatakan bahwa dalam rentang Januari 2017 hingga Agustus 2017, ITS akan melahirkan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi (FBMT), Fakultas Teknologi Elektro (FTE), serta Fakultas Vokasi.
Berbicara mengenai Fakultas Teknologi Elektro, fakultas ini yang memang awalnya sudah pernah berdiri sebagai fakultas kemudian dihapuskan berubah ke FTI, pada tahun ini ia kembali dilahirkan ITS sebagai fakultas baru dengan nama Fakultas Teknologi Elektro ITS yang menaungi tiga jurusan yaitu Teknik Elektro, Teknik Komputer, dan Teknik Biomedik.
Dengan adanya fakultas baru membuat mahasiswa khususnya warga HIMATEKTRO harus berfikir, akan dibentuk, akan dibuat seperti apa ormawa yang ada di FTE nantinya. Karena apa? Karena yang sebelumnya ketiga jurusan ini dipersatukan oleh ormawa himpunan yaitu HIMATEKTRO, lantas dengan adanya FTE ini apakah akan tetap dipersatukan atau bahkan juga akan ikut membentuk himpunan-himpunan baru tiap jurusannya.
Tiap perubahan yang ada memang pasti akan menumbuhkan sebuah dampak, baik dampak positif maupun negatif.
Menurut saya dengan adanya perombakan fakultas ini,  Elektro lebih mempunyai kebebasan dalam mengelola dirinya namun yang perlu dipertanyakan ialah masih adakah kepedulian mahasiswanya untuk mengelola FTE ini. Karena yang saya amati,  kondisi mahasiswa saat ini sangatlah rendah akan kesadaran dan kepedulian. Kebanyakan mereka melakukan karena tuntutan atau memang kewajibannya “kalau gak mereka siapa lagi?”, nah sehingga jatuhnya cuma beberapa orang lain yang mau mengurus dengan ikhlas.
Sampai saat ini pun FTE ini masih banyak jadi bahan kajian warga HIMATEKTRO lebih-lebih e55 karena yang nantinya akan memegang sistemnya.
Dengan adanya FTE akan memberikan beberapa dampak, diantaranya: Perombakan ormawa yang ada di HIMATEKTRO, pembagian SDM, pengaturan atau perombakan aturan-aturan, status ikatan alumni (?) dan lain sebagainya.
“Organisasi tanpa regenerasi adalah organisasi satu waktu, yang tidak memiliki semangat untuk terus bertahan hidup mengejar tujuan”
– Anonim.
Meskipun kepengurusan telah berganti dan berubah, namun saya tetap percaya bahwa akan ada penerus tangguh yang akan meneruskan dan meluruskan perjuangan selama ini.
Dan ketika amanah telah diberikan, tanggung jawab telah digenggam, saatnya kita mulai perjuangan ini dengan rasa bahagia dan semangat yang terus berkobar.
Vic 5865 ~
#ArticleChallengeFTE

LAPORAN BULANAN LPIM

Laskar Petir-ITS Mengajar (LPIM) adalah salah satu kegiatan pengajaran bagi anak-anak kampung binaan edu project Himatektro ITS dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan akademik, yang juga merupakan salah satu media dalam meningkatkan kepedulian sosial bagi anggota Himatektro ITS.

 

Berikut adalah laporan pengeluaran selama bulan November dan Desember:

 

  Tanggal Keterangan Debit Kredit Sisa
1 08 November 2016 Penggalangan Dana LPIM Rp 656.200,00 Rp 656.200,00
2 07 November 2016 Poster (9 lbr)   Rp 27.000,00 Rp 629.200,00
3 09 November 2016 Karton Asturo (3 lbr)   Rp 6.000,00 Rp 623.200,00
4 09 November 2016 Benang Wol   Rp 4.000,00 Rp 619.200,00
5 10 November 2016 Banner 3.8 m   Rp 51.400,00 Rp 567.800,00
6 12 November 2016 Roti (32)   Rp 120.000,00 Rp 447.800,00
7 12 November 2016 Kertas Tebal   Rp 7.000,00 Rp 440.800,00
8 12 November 2016 Double Tape   Rp 10.500,00 Rp 430.300,00
9 12 November 2016 Crayon   Rp 15.000,00 Rp 415.300,00
10 12 November 2016 Lem Stick   Rp 6.500,00 Rp 408.800,00
11 12 November 2016 Donat   Rp 95.000,00 Rp 313.800,00
12 26 November 2016 Roti (6)   Rp 42.000,00 Rp 271.800,00
13 26 November 2016 Millo (8)   Rp 30.000,00 Rp 241.800,00
14 27 November 2016 Angkot   Rp 200.000,00 Rp 41.800,00
15 03 Desember 2016 Magnet   Rp 5.000,00 Rp 36.800,00
16 03 Desember 2016 Soda Kue   Rp 4.500,00 Rp 32.300,00
17 03 Desember 2016 Cuka   Rp 4.000,00 Rp 28.300,00
18 03 Desember 2016 Pepsi   Rp 5.000,00 Rp 23.300,00
19 03 Desember 2016 Baterai (4)   Rp 10.000,00 Rp 13.300,00
20 03 Desember 2016 Balon   Rp 14.000,00 Rp -700,00

 

Kami ucapkan terimakasih banyak atas dukungan serta donasi yang telah diberikan. Berapapun yang diberikan oleh saudara/i akan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan semoga keikhlasan akan membuahkan hal yang baik. Maka dari itu marilah menorehkan senyum kepada masyarakat yang membutuhkan. Terimakasih.

 

Jika ada kritik dan saran, silahkan menghubungi April (081216172470) sebagai penanggung jawab LPIM.

Visi Misi Himatektro SIGAP

Visi:

Sinergi gerakan peduli HIMATEKTRO ITS penuh dedikasi serta inovasi guna berkarya bagi masyarakat.

Misi:

  1. Mengoptimalkan sikap kekeluargaan untuk menumbuhkan kepedulian dalam HIMATEKTRO ITS.
  2. Metamorfosa pola hubungan baik antar stakeholder internal dan eksternal HIMATEKTRO ITS.
  3. Meningkatkan kontribusi anggota HIMATEKTRO ITS dalam kegiatan kemahasiswaan di dalam maupun di luar KM ITS .
  4. Optimalisasi Potensi Prestatif dan Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro ITS.

Hima Expo

ADA APA DI HIMEX EKSTRA PEDULI SIGAP?

 himexWalaupun masih berjalan untuk ketiga kalinya, kegiatan ini selalu mengundang antusiasme dan semangat bagi seluruh mahasiswa Teknik Elektro, TMJ dan Teknik Biomedik. Yaitu Hima Expo atau biasa dikenal dengan Himex. Kali ini Himex diselenggarakan di plasa sampai Teknik Elektro pada hari Sabtu, 19 November 2016.

Sengaja  direncanakan untuk diadakan pada awal masa kepengurusan, Himex sendiri bertujuan untuk mengenalkan HIMATEKTRO khususnya kepada mahasiswa baru 2016 yang nantinya akan meregenerasi kepengurusan HIMATEKTRO pada masa mendatang. Disini, masing-masing departemen, divisi dan tim mendirikan stand untuk memperkenalkan apapun dari mereka, dari organigram, program kerja, agenda maupun hal-hal menarik lainnya. Sementara mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok mengunjungi seluruh stand tersebut secara bergantian, bertanya dan mencari ilmu.

Himex ketiga ini mengusung tema “EKSPEDISI” atau Ekstra Peduli Sigap, yang menggambarkan kepengurusan HMATEKTRO tahun ini. Dari tema seluas itu, setiap stand memiliki subtema yang berbeda-beda tentunya yang nantinya menjadi ciri khas stand tersebut dan menjadi titik pusat perhatian dari masing-masing stand. Dari hal ini, dibuatlah kotak voting bagi mahasiswa baru peserta Himex untuk memilih stand terbaik dengan beberapa kategori seperti, terfavorit, terserah dan terekspedisi. Hingga tiba saat Himex diselenggarakan didapat seluruh stand dengan dekorasi yang kreatif dan menarik, contohnya Ekspedisi Alam Ghaib, Ekspedisi Luar Angkasa sampai Ekspedisi Laut. Akhirnya didapat pemenang dari masing-masing kategori. Divisi Kalpataru memenangkan kategori stand terfavorit sekaligus stand terkespedisi sedangkan DPA memenangkan kategori stand terserah.

Melihat persiapan yang cukup mendadak, kebanyakan stand mulai mendekorasi stand pada malam menjelang hari Himex diadakan, tak menyurutkan semangat para fungsionaris. Mereka sangat menikmati jalannya Himex dari awal sampai akhir, begitu juga dengan pesertanya. Antusias peserta bertanya dalam stand-stand  membuat suasana Himex semakin menyenangkan. Sangat terlihat jelas kebersamaan yang terjalin dengan para fungsionaris dan peserta Himex. Diakui oleh Sultanto, staf Departemen MSDM sekaligus penanggung jawab dari Himex kali ini, dia senang Himex tahun ini berjalan sangat meriah sesuai ekspetasi dari awal. Interaksi yang tebangun antar seluruh fungsionaris dengan peserta sangat luar biasa. Himex memang bertujuan sebagai pengenalan HIMATEKTRO, tetapi lebih dari itu, kebersamaan adalah yang terpenting. “ Apalagi ada yang baru pada Himex tahun ini, mannequin challenge yang harus diikuti seluruh fungsionaris dan peserta. Saya harus teriak-teriak memberi aba-aba untuk seluruh fungsionaris dan peserta, lucu banget waktu mannequin challenge ada yang ketawa-tawa sendiri, nggak bisa nahan gerak juga hehe. Tapi dengan itulah, Himex kali ini makin sempurna menurut saya, “ ungkapnya. [vip]

Laskar Petir ITS Mengajar

myhomemyhome_1 myhome_2 myhome_3
Laskar Petir ITS Mengajar atau yang lebih dikenal sebagai LPIM merupakan bentuk pengabdian masyarakat dengan cara melakukan pengajaran akademik dan non akademik bagi anak SD di kampung binaan HIMATEKTRO ITS, Kampung Kalisari Damen RT/RW 002/003, Mulyosari.

LPIM merupakan agenda dari Departemen PENGMAS HIMATEKTRO ITS yang pernah mendapatkan penghargaan oleh KM ITS dalam nominasi pendidikan terinspiratif pada kepengurusan sebelumnya.

Pada kepengurusan kali ini, Departemen PENGMAS di bawah naungan HIMATEKTRO ITS kembali menghadirkan LPIM agar dapat membantu anak-anak SD di Kampung Kalisari Damen dalam pembentukan karakter serta meningkatkan prestasinya.

Opening LPIM telah dilaksanakan pada 13 November 2016 dan dihadiri oleh anggota HIMATEKTRO ITS dan perwakilan-perwakilan dari BEM FTI, HMM, HIMASTA, serta HIMASTHAPATI. Melalui opening ini, Tri Adi, selaku ketua pelaksana, berharap LPIM bisa menjadi wadah yang tepat untuk belajar dan mengabdikan ilmu bagi anggota Himatektro ITS khususnya dan berharap peserta edu project mendapatkan manfaat yang positif. [EUN]