EBP 2016, Bukan Hanya Sekedar Ide

Sabtu (09/04/2016) – Surabaya. Peserta, Juri dan Panitia EBP 2016

Sabtu, 9 April 2016 lalu, telah diadakan EBP(Electrical Business Plan) yang sudah diadakan dari tahun ke tahun oleh Departemen Kewirausahaan Himatektro ITS. EBP ini diadakan untuk mewadahi mahasiswa JTE, TMJ, dan BME dalam merencanakan bahkan merealisasikan ide bisnis mereka.

Diikuti oleh lima tim finalis, mereka berkompetisi dengan mempresentasikan ide bisnis mereka di depan juri yaitu mas Febby dan mas Rangga. Para finalis mempunyai ide bisnis yang bermacam-macam. Mulai dari jasa percetakan pcb, aplikasi pencari rumah kosan, kerajinan kayu dengan perpaduan elektronika, es krim dari seafood, dan cangkir elektronik yang bersifat portable yang bisa menjadi pendingin dan pemanas air.

Setelah melalui proses penjurian yang panjang. Akhirnya diumumkan tim ELITS SOLUTION dengan jasa percetakan PCB sebagai juara pertama. Kamar Kosong dengan aplikasi pencari kos berbasis android sebagai juara kedua, serta Cocopanda dengan kerajinan kayu dengan perpaduan Elektronika Kreatif sebagai juara ketiga.

Sabtu (09/04/2016) – Surabaya. Tim ELITS SOLUTION sebagai juara pertama, bersama mas Febby dan mas Rangga

Mas Febby dan Mas Rangga sebagai juri berharap, agar ide bisnis para peserta tidak berakhir menjadi ide bisnis saja, tetapi juga direalisasikan. Fathur sebagi Kadep KWU Himatektro ITS juga berharap mereka dapat menjuarai lomba-lomba Business Plan lainnya. (BIS)

“It’s not about ideas. It’s about making ideas happen.” – Scott Belsky –

Dibalik Megahnya Proyek 35.000 Mega Watt

Di balik megaproyek pembangkit listrik 35.000 Megawatt, untuk mengatasi kekuarangan kebutuhan listrik masyarakat Indonesia, pemerintah memasukan ketersediaan listrik 35.000 Megawatt sebagai salah satu proyek unggulan jangka panjang (sampai 2019) dalam Nawacitanya. Hal ini berarti, mulai dari 2015-2019, pemerintah bersama PLN dan swasta akan membangun 109 pembangkit; masing-masing terdiri 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW. Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menilai target tersebut terlalu dipaksakan sehingga direvisi menjadi hanya sebesar 16.167 Megawatt. Berdasarkan perhitungan Rizal Ramli, kebutuhan riil listrik pada saat beban puncak 2019 hanya sebesar 74.526 megawatt dibanding tahun 2015 sebesar 50.856 Megawatt. Jika ditambah 35 ribu Megawatt plus 7.000 Megawatt yang sedang berjalan, akan terjadi kelebihan pasokan daya sebesar 21.331 Megawatt.

 Pada tahun 2015 PLN akan menandatangani kontrak pembangkit sebesar 10 ribu MW sebagai tahap I dari total keseluruhan 35 ribu MW (http://listrik.org/) Karena itu, langkah-langkah konsolidasi ke arah realisasinya sudah mulai dilakukan Jokowi-JK. Bagi Jokowi, proyek ini sangat penting dan realistis. Presiden menegaskan bahwa “Target 35 ribu MW bukan target main-main, itu realistis. Jadi harus dicapai dengan kerja keras,” tandas Joko Widodo. “Listrik yang cukup, adalah kunci bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Namun, di tengah upaya pemerintah untuk mulai mewujudkan proyek ini, bak petir di siang bolong. Rizal Ramli yang baru bergabung dan seharusnya menjadi ujung tombak JKW-JK untuk turut merealisasikan proyek ini, malah melontarkan kritikan pedas bahwa proyek ini terlalu ambisius dan tidak realistis. Bahkan Rizal Ramli menuduh ketersediaan listrik 35.000 Megawatt sebagai salah satu proyek unggulan pemerintah merupakan ambisi pemerintah. Sontak saja, apa yang dilontarkan Rizal Ramli menuai reaksi pihak istana. Jusuf Kalla mewakili pemerintah yang menjadi sasaran tembak dan ia langsung membantah tudingan tersebut. Tentu Rizal Ramli tidak asal menuding ketika dia berani secara terang-terangan menantang Jusuf Kalla yang adalah atasannya. Ia berani menuding Jusuf Kalla dan bersedia berdebat dengan Jusuf Kalla, mengapa? Rizal Ramli hanya mau mengingatkan jangan sampai ambisi proyek PLTU 35.000 MW menjadi ajang korupsi berjamaah, padahal dibiayai oleh utang luar negeri yang sangat besar yakni lebih dari 1.127 triliun rupiah.

Ungkapan Rizal Ramli ini bagaikan pedang bermata dua: mengingatkan pemerintah untuk tidak ‘bermain’ dengan uang rakyat/utang dalam upaya merealisasikan proyek ini yang melibatkan pihak swasta dan memberi peringatan kepada masyarakat Indonesia untuk serius ikut serta mengawasi perealisasiannya. Di mana letak peluang KKN dalam megaproyek ini? Dengan total daya 35.000 Megawatt yang akan menyerap dana lebih dari 1.127 triliun rupiah, proyek ini tidak bisa ditangani sendiri oleh pihak PLN. Karena itu, keterlibatan pihak swasta/IPP yang akan membangun 10.681 MW mutlak dibutuhkan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi lampu hijau kepada perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) untuk memperbesar ruang bisnisnya di sektor ketenagalistrikan. Tak hanya diizinkan membangun pembangkit listrik, IPP juga diperbolehkan membangun jaringan transmisi listrik.

Sudirman Said mengatakan izin tersebut diberikan demi mengurangi beban PT PLN (Persero) dalam mendanai penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan. “Transmisi juga akan dikerjasamakan dengan sawasta. Jangan sampai pembangkit selesai, tapi transmisi tidak ada,” kata Sudirman, di kantor Kementerian ESDM, Rabu (15/7) (CCN Indonesia). Bahkan Sudirman Said mengungkapkan kepada CNN Indonesia bahwa perluasan izin kepada perusahaan swasta di sektor ketenagalistrikan merupakan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mantan bos PT Pindad (Persero) ini menegaskan, selain memberikan izin untuk membangun jaringan transmisi,  pemerintah juga meminta penyediaan lahan diselesaikan segera. “Kemarin 16 kabupaten ketemu untuk cari bottlenecek dan Mendagri hadir. Kami akan lakukan lagi bicara detail dengan kabupaten,” tuturnya. Masih kepada Media yang sama, Sudirman Said juga membeberkan bahwa JK telah mengurangi porsi tanggung jawab PLN yang sedianya akan membangun 10.000 Megawat menjadi 5000 Megawatt. Sudirman mengungkapkan, berkurangnya porsi PLN dalam proyek pembangkit 35 ribu MW tak lepas dari arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan demikian, perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) diberi kesempatan untuk membangun pembangkit hingga 30 ribu MW. Meskipun tudingan RR berusaha dibantah oleh Wapres JK. Dalam merealisasikan proyek ini dalam waktu singkat yaitu dengan cara semakin banyak memberikan porsi kepada pihak swasta yang bergerak di sektor energi khususnya yang bergerak di dalam bidang kelistrikan. Tentu hal ini bisa dipahami karena telah diatur di dalam sejumlah regulasi misalnya: UU 12/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014, Peraturan Menter ESDM 1/2015 tentang Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik Dan Pemanfaatan Bersama Jaringan Tenaga Listrik, Peraturan Menteri ESDM 3/2015 tentang tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik Dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, Dan PLTA Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Melalui Pemilihan Langsung Dan Penunjukkan Langsung.

Terdapat 7 permasalahan dan tantangan yang di hadapi oleh PLN untuk merealisasikan proyek 35.000 MW:

  1. PLN perlu memperkuat struktur permodalan untuk menjaga rasio keuangan.
  2. Perlu kejelasan skema penjaminan pemerintah untuk pendanaan terutama untuk proyek skala besar.
  3. Di butuhkan integrasi yang kuat dalam pembangunan pembangkit, transmisi dan gardu induk.
  4. Pengadaan tanah membutuhkan waktu dan terbentur regulasi.
  5. Masalah perizinan masih membutuhkan penyelarasan dan akselerasi oleh pemerintah pusat dan daerah, serta perlu waktu yang lama untuk rencana PTSP.
  6. Pengadaaan pengembangan harus selesai paling lambat kuartal empat 2016 untuk pembangkit PLN dengan kapasitas 9815 MW.
  7. Perlu langkah khusus pengamanan pasokan energi primer gas dan batu bara.

http://www.kompasiana.com/fajarbaru/waspadai-manuver-jk-pada-megaproyek-listrik-35-ribu-megawatt_55d9474cd593730c05f6103f

http://www.beritasatu.tv/news/pro-kontra-proyek-pembangkit-listrik-35-ribu-megawatt/

http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/10/01/pembangunan-listrik-35-ribu-megawatt-masih-terkendala-investasi

Irfan Syuhudi

Mahasiswa Teknik Elektro FTI-ITS 2013

2213100109

Serunya Electra 5 Hadirkan Ribuan Peserta

Minggu pertama dan kedua Februari kemarin, elektro punya gawe. Electra, kompetisi besar tingkat nasioal yang menjadi acara tahunan mahasiswa HIMATEKTRO dihelat. Sebanyak 1359 tim dari seluruh Indonesia berlomba memperebutkan freepass SNMPTN Teknik Elektro ITS.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Electra 5 diselenggarakan dalam tiga babak. Babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final.

Pada tanggal 14 Februari 2016, babak penyisihan Electra 5 diselenggarakan di 14 region berbeda. Tim yang lolos penyaringan tersebut melanjutkan perjuangannya di semifinal Electra 5. Tanggal 20 Februari 2016, sebanyak 53 tim berlarian di area Teknik Elektro ITS, berlomba mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dengan cara menjawab soal yang tersedia di beberapa pos yang telah disiapkan dengan cerdik oleh panitia. Esoknya, sepuluh tim yang berhasil lolos berangkat ke PT. Semen Indonesia, Gresik, guna melaksanakan babak final.

Hafiz Ichwanto, ketua panitia Electra 5, menuturkan bahwa Electra 5 sangat berkesan bagi dirinya. Diadakannya kerja sama dengan PT. Semen Indonesia membuat peserta mengerti seperti apa ranah kerja Teknik Elektro di industri semen. “Berkesan juga, dengan waktu yang lumayan singkat bisa menyelenggarakan acara sebesar ini. Terima kasih kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara ini,” tambahnya.

Electra 5 kali ini menobatkan tim GO KILL dari SMAN 1 Kepanjen sebagai juara pertamanya. Galih Anggi Satriawan, Fither Briano Seno Broto, dan Fadhlurahman Yusuf Fardian sebagai anggota GO KILL berhak mendapatkan freepass SNMPTN Teknik Elektro ITS. Selamat! [frs]

Jawara Electra 5

Jawara Electra 5

Serunya Electra 5 Hadirkan Ribuan Peserta

Minggu pertama dan kedua Februari kemarin, elektro punya gawe. Electra, kompetisi besar tingkat nasioal yang menjadi acara tahunan mahasiswa HIMATEKTRO dihelat. Sebanyak 1359 tim dari seluruh Indonesia berlomba memperebutkan freepass SNMPTN Teknik Elektro ITS.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Electra 5 diselenggarakan dalam tiga babak. Babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final.

Pada tanggal 14 Februari 2016, babak penyisihan Electra 5 diselenggarakan di 14 region berbeda. Tim yang lolos penyaringan tersebut melanjutkan perjuangannya di semifinal Electra 5. Tanggal 20 Februari 2016, sebanyak 53 tim berlarian di area Teknik Elektro ITS, berlomba mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dengan cara menjawab soal yang tersedia di beberapa pos yang telah disiapkan dengan cerdik oleh panitia. Esoknya, sepuluh tim yang berhasil lolos berangkat ke PT. Semen Indonesia, Gresik, guna melaksanakan babak final.

Hafiz Ichwanto, ketua panitia Electra 5, menuturkan bahwa Electra 5 sangat berkesan bagi dirinya. Diadakannya kerja sama dengan PT. Semen Indonesia membuat peserta mengerti seperti apa ranah kerja Teknik Elektro di industri semen. “Berkesan juga, dengan waktu yang lumayan singkat bisa menyelenggarakan acara sebesar ini. Terima kasih kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara ini,” tambahnya.

Electra 5 kali ini menobatkan tim GO KILL dari SMAN 1 Kepanjen sebagai juara pertamanya. Galih Anggi Satriawan, Fither Briano Seno Broto, dan Fadhlurahman Yusuf Fardian sebagai anggota GO KILL berhak mendapatkan freepass SNMPTN Teknik Elektro ITS. Selamat! [frs]

Jawara Electra 5

Jawara Electra 5

Serunya Electra 5 Hadirkan Ribuan Peserta

Minggu pertama dan kedua Februari kemarin, elektro punya gawe. Electra, kompetisi besar tingkat nasioal yang menjadi acara tahunan mahasiswa HIMATEKTRO dihelat. Sebanyak 1359 tim dari seluruh Indonesia berlomba memperebutkan freepass SNMPTN Teknik Elektro ITS.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Electra 5 diselenggarakan dalam tiga babak. Babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final.

Pada tanggal 14 Februari 2016, babak penyisihan Electra 5 diselenggarakan di 14 region berbeda. Tim yang lolos penyaringan tersebut melanjutkan perjuangannya di semifinal Electra 5. Tanggal 20 Februari 2016, sebanyak 53 tim berlarian di area Teknik Elektro ITS, berlomba mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dengan cara menjawab soal yang tersedia di beberapa pos yang telah disiapkan dengan cerdik oleh panitia. Esoknya, sepuluh tim yang berhasil lolos berangkat ke PT. Semen Indonesia, Gresik, guna melaksanakan babak final.

Hafiz Ichwanto, ketua panitia Electra 5, menuturkan bahwa Electra 5 sangat berkesan bagi dirinya. Diadakannya kerja sama dengan PT. Semen Indonesia membuat peserta mengerti seperti apa ranah kerja Teknik Elektro di industri semen. “Berkesan juga, dengan waktu yang lumayan singkat bisa menyelenggarakan acara sebesar ini. Terima kasih kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara ini,” tambahnya.

Electra 5 kali ini menobatkan tim GO KILL dari SMAN 1 Kepanjen sebagai juara pertamanya. Galih Anggi Satriawan, Fither Briano Seno Broto, dan Fadhlurahman Yusuf Fardian sebagai anggota GO KILL berhak mendapatkan freepass SNMPTN Teknik Elektro ITS. Selamat! [frs]

Jawara Electra 5

Jawara Electra 5

Menuju EBP, “Ngerumpi” Lagi di Entrepreneurship Community and Ghatering

Rabu (17/02/2016) – Surabaya. Siti Solikah beserta jajaran panitia dan peserta ECG.

Beberapa minggu lagi, Electrical Business Plan atau yang disingkat dengan EBP akan hadir kembali memberikan suasana baru untuk para wirausahawan di jurusan teknik elektro, sehubungan dengan hal tersebut, Entrepreneurship Community and Ghatering (ECG) kali ini hadir kembali untuk memperkenalkan dan memantapkan mahasiswa baru untuk menghadapi EBP. Bertepatan dengan tanggal 17 Februari 2016, telah sukses dilakukan ECG pertama pada kepengurusan HIMATEKTRO SUPER di ruangan AJ 102. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini tidak hanya terdiri mahasiswa baru yang memang diarahkan untuk mengikuti EBP, namun juga ada beberapa warga 2012, 2013 dan 2014 yang tidak kalah antusias dengan mahasiswa baru.

Rabu (17/02/2016) – Surabaya. Penyerahan kenang-kenangan oleh Fathur kepada Siti Solikah selaku pemateri.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ECG pada kepengurusan kali ini lebih memfokuskan pada pembahasan Business Plan, tidak tanggung-tanggung HIMATEKTRO ITS mengundang tamu spesial dari Teknik Lingkungan ITS, Siti Solikah yang sebelumnya telah memenangkan banyak perlombaan, beberapa di antarannya adalah First Winner of Perbanas Entrepreneur Award 2014, Third Winner of Business Model Canvas ITS 2015, Third Winner of SocioPreneur GEMA SEC UGM 2015 dan masih banyak lagi.  Pada kesempatan kali ini, Siti menyuguhkan materi dasar berupa poin penilaian Business Plan, tips proposal dan tips-tips menarik lainnya yang kemudian dia beri judul “ How to Build Awesome Business  Plan”, disampaikan dengan santai olehnya sambil sesekali menyebutkan prestasi dan pengalamannya yang membuat peserta makin antusias.

Rabu (17/02/2016) – Surabaya. Keaktifan salah satu peserta ECG HIMATEKTRO ITS.

Siti memberikan apresiasi kepada acara ECG kali ini, “Pesertanya banyak, tempatnya memadahi, ada konsumsinya juga”, paparnya. Fauzan Fakhrul selaku penanggung jawab ECG juga merasa sangat senang dengan apresiasi tersebut, dia juga merasa cukup puas karena acara berjalan cukup lancar dan banyak peminatnya, “Kalau dari saya sih senang, tapi tetap ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki agar lebih baik ke depannya”, ujar Fauzan yang akrab dipanggil Ojan. Rangkaian ECG tidak berakhir hanya sampai di sini, setelah mempelajari hal dasar dari Business Plan, harapannya hal tersebut dapat dibawa untuk dikembangkan pada ECG selanjutnya agar menghasilkan karya yang berkualitas di EBP yang akan datang. [ADN]

Super! Proyek Sosial Mahasiswa Elektro ITS Didanai 7000 Euro oleh Total

 

Total Campus (29/02/2016) – Screenshot pengumuman peraih program pendanaan Total Campus 2016.

Indonesia patut berbangga pasalnya tiga orang Mahasiswa Teknik Elektro ITS berhasil menjadi yang terbaik di dunia tahun ini. Tiga orang Mahasiswa Teknik Elektro ITS yaitu Ahmad Febri, Ranik Chairunnisa, dan Okto Fenno yang mewakili tim Power System Simulation Laboratory (PSSL ITS) berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Total Campus 2016 kategori Innovate Grant. DIketuai oleh Ahmad Febri, tim ini mengusung proyek sosial yang berhasil didanai senilai 7000 Euro oleh perusahaan minyak dan gas asal Prancis itu. Bersama satu tim lain asal METZ Prancis, tim PSSL ITS berhasil mengungguli kelima pesaingnya melalui proses penilaian dan juga voting online.

Proyek sosial yang diajukan yaitu sebuah laboratorium komputer terapung bertenaga matahari yang akan diterapkan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Setelah sebelumnya Puskesmas Apung telah lebih dahulu dikenal, diharapkan kapal laboratorium komputer ini juga dapat menjangkau sekolah-sekolah maupun desa-desa di bantaran Sungai Mahakam yang sulit dijangkau. “Kami sangat optimis kapal ini dapat segera beroperasi dalam setahun ke depan sehingga mampu memberikan dampak sosial yang nyata sehingga kami sebagai mahasiswa dapat secara langsung membangun Indonesia” ungkap Okto Fenno yang mengaku bahwa kapal ini nanti akan menerapkan salah satu hasil riset laboratorium di Teknik Elektro ITS. Laboratorium komputer yang dibangun di atas kapal ini nantinya akan memanfaatkan pengoptimalan daya keluaran photovoltaic menggunakan teknologi Maximun Power Point Tracker (MPPT) yang terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan untuk sumber listrik sebagai salah satu keunggulannya.

“Kami bangga karena ini merupakan langkah awal kami sebagai mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kami kepada masyarakat” ungkap Ahmad Febri. Rencananya dana 7000 Euro yang diperoleh akan digunakan untuk membangun kapal dan perlengkapan lain yang dibutuhkan seperti photovoltaic maupun peralatan komputer. Namun ke depannya masih dibutuhkan dukungan dari institusi lain seperti Alumni, dan juga perusahaa swasta, pemerintah daerah setempat maupun lembaga sosial seperti Indonesia Mengajar. Sampai saat ini kendala terbesar yang dihadapi oleh tim ini yaitu lokasi Sungai Mahakam yang jauh sehingga survey sulit dilakukan.

Prestasi dan kepercayaan untuk mengabdikan langsung teknologi untuk masyarakat yang membutuhkan ini merupakan sebuah bukti bahwa Mahasiswa Indonesia khususnya Teknik Elektro ITS tidak kalah bersaing di kancah internasional. “Semoga proyek ini menjadi insprasi bagi mahasiswa-mahasiswa di seluruh Indonesia khususnya adik-adik kami di Teknik Elektro ITS. Kami yakin mereka lebih luar biasa dibanding prestasi kami ini” ungkap Ranik Chairunnisa. [TUF]

Jalin Sinergitas Tiga Pilar, Himatektro Super Sowan ke PP IKAELITS

Guna menjalin relasi yang sinergis antar tiga pilar utama, HIMATEKTRO ITS yang diwakili oleh Kabinet SUPER 15/16 bertemu dengan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Elektro ITS (PP IKAELITS) sekaligus pihak Jurusan Teknik Elektro ITS pada Selasa, 19 Januari 2016 lalu. Forum tiga pilar yang berlangsung dalam suasana hangat dan akrab khas arek Elektro ITS itu membicarakan beberapa hal yang perlu disinergiskan antar tiga pilar untuk tujuan utama yaitu mencapai kemajuan Jurusan Elektro ITS dan juga ITS.

SCTV Tower, Senayan City (23/12/2015) – Perwakilan Tiga Pilar Elektro ITS Berfoto Bersama.

“Acara sowan kami ke PP IKAELITS ini sangat berarti dalam menjalin silaturahim antar tiga pilar (alumni, jurusan, dan himpunan mahasiswa) agar ke depan bisa menjalin kerjasama dalam hubungan yang lebih erat lagi” ungkap Hilmy Kharisma, Ketua HIMATEKTRO ITS 15/16 yang mengawali forum dengan memperkenalkan seluk beluk HIMATEKTRO ITS periode 2015/2016 khususnya kepada PP IKAELITS. Dalam sesi perkenalan himpunan tersebut juga diwarnai diskusi terkait bentuk kegiatan termasuk juga kaderisasi.

Salah satu poin yang ditekankan oleh Cak Dodo, panggilan akrab Dodo Suharso, adalah rasa cinta dan bangga terhadap almamater ITS. “Dalam jiwa kita harus tertanam, ITS bukan hanya nama sebuah kampus. ITS adalah simbol di dada yang harus kita junjung dan banggakan” ungkap salah satu pengurus IKAELITS yang pernah menjadi Kahima tersebut.

SCTV Tower, Senayan City (19/01/2016) – Cak Jagus Menyerahkan Surat Permohonan Link IKAELITS ke Website Jurusan Teknik Elektro ITS.

SCTV Tower, Senayan City (19/01/2016) – Cak Bara Menyerahkan Surat Permohonan Link IKAELITS ke Website HIMATEKTRO ITS

Selain itu forum yang bertempat di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta ini juga serius membicarakan sebuah proyek kongkret yang akan dibawa oleh tiga pilar Elektro ITS. Proyek kongkret yang bertemakan kegiatan social turun langsung ke desa tertinggal ini akan menjadi kegiatan yang didukung penuh oleh IKAELITS maupun Jurusan Teknik Elektro ITS. Pak Suwadi selaku perwakilan Jurusan yang kini menjabat Sekretaris Jurusan mengaku sangat mendukung kegiatan yang diyakini mampu membawa kebermanfaatan nyata bagi masyarakat maupun jurusan dan tiga pilarnya.
Forum yang dihadiri oleh beberapa alumni seperti Cak Dodo, Cak Tanu, Cak Rahmat, Cak Baskoro, Cak Jagus, Cak Imron, Cak Bara dan beberapa perwakilan lainnya diakhiri dengan sesi penyerahan souvenir dan foto bersama. Semoga hubungan yang sinergis ini dapat terjalin secara berkelanjutan sehingga tiga pilar Elektro ITS mampu semakin memajukan Jurusan Teknik Elektro dan ITS. [TAU]

Berkolaborasi dengan KK ELITS, PKTI Tarik Minat Mahasiswa Baru untuk Berkarya

Surabaya(11/12/2015)- Pemateri Pertama, Moh. Malik Affandi Menerima Souvenir dari Ketua Pelaksana

Surabaya (11/12/2015)- Tradisi juara ITS di PIMNAS memang tidak perlu diragukan. Dua tahun lalu ITS pernah mendapatkan predikat juara umum, yaitu pada PIMNAS XXVI di Mataram. Elektro ITS memiliki peran besar dalam pencapaian tersebut dengan menyumbangkan 4 medali emas. Namun prestasi itu perlahan menurun. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya medali emas yang diraih elektro ITS pada pimnas tahun 2015 ini. Untuk mengembalikan tradisi elektro di PIMNAS itulah departemen Ristek HIMATEKTRO berdasarkan arahan dari BEM ITS mengadakan pelatihan karya tulis ilmiah atau disingkat menjadi PKTI.

PKTI kali ini berbeda dengan PKTI sebelum-sebelumnya dimana klub keilmiahan elektro ITS, yang biasa disebut KK ELITS, diterjunkan secara langsung pada para mahasiswa baru untuk memotivasi dan membimbing mereka dalam membuat sebuah karya tulis. Dua orang pemateri dengan sederet prestasi dalam perlombaan karya tulispun diturunkan untuk menuntun para peserta agar mengembangkan passion mereka dalam bidang karya tulis ilmiah. Kedua pemateri super tersebut adalah Moh. Malik Affandi dan Rizki Mendung Ariefianto. Keduanya adalah mahasiswa teknik elektro yang juga member klub keilmiahan elektro ITSdan  sampai sekarang masih terus aktif mengikuti LKTI.

Surabaya (11/12/2015)- Pemateri Kedua, Rizki Mendung Ariefianto Membimbing Peserta yang Sudah Dibentuk ke Grup-Grup Diskusi

Herviyandi selaku ketua pelaksana dalam kegiatan PKTI tersebut mengaku bangga dengan mahasiswa baru yang antusias pada saat mengikuti simulasi di akhir acara. Dia berharap mahasiswa-mahasiswa baru tersebut akan termotivasi dalam membuat karya tulis ilmiah dan mau mengikuti lomba-lomba KTI kedepannya. Dengan begitu pada PIMNAS berikutnya ITS mampu menjadi juara umum untuk kedua kalinya. [HAQ]

Gerakan ITS Cinta Subuh, Ribuan Mahasiswa Baru Padati Masjid Manarul Ilmi

Sabtu (29/08/2015) – Masjid Manarul ITS. Suasana launching Gerakan ITS Cinta Subuh yang dipadati oleh KM ITS. (Foto oleh : Irfan Nanda Gustri)

Surabaya – Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) 2015-2019, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc. Es, Ph.D, bekerja sama dengan JMMI ITS dan BEM ITS telah menyelenggarakan acara “Launching ITS Cinta Subuh” (Sabtu, 29/08). Acara ini merupakan realisasi dari wacana Prof. Joni Hermana yang sempat beliau ucapkan disaat khotib Shalat Ied Idul Fitri beberapa waktu yang lalu di Masjid Manarul Ilmi ITS. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 4.00 WIB yang bertempat di Masjid Manarul Ilmi ITS.

Sabtu (29/08/2015) – Masjid Manarul Ilmi ITS. Sambutan dari Rektor ITS dan tausiyah oleh ustadz Budi Azhari. (Foto oleh : Irfan Nanda Gustri)

Acara yang dihadiri sekitar 5000 mahasiswa, dosen, karyawan dan berbagai elemen akademisi lainnya serta masyarakat sekitar ini diawali dengan shalat subuh berjamaah. Karena jumlah jamaah shalat subuh yang ada di dalam masjid sudah memenuhi kuota, akhirnya panitia penyelenggara menyediakan alas di luar masjid untuk menampung jamaah. Setelah shalat berjamaah usai, acara dilanjutkan oleh sambutan dari Prof. Joni Hermana. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa dengan adanya gerakan ini membuat mahasiswa ITS sadar betapa mulianya Shalat Subuh berjamaah di masjid. Seperti hadis yang beliau sampaikan, “Seandainya mereka mengetahui pahala yang terkandung dalam Shalat Isya’ dan Shalat Subuh berjamaah di masjid, niscaya pastilah mereka akan menuju ke masjid sekalipun dengan merangkak”. Beliau juga meminta maaf karena adanya keterpaksaan dalam gerakan tersebut kepada jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS yang hadir saat itu. Beliau berharap semua yang tamat dari ITS tidak hanya mendapatkan tittle saja, tetapi juga mendapatkan ridha dari Tuhan Yang Maha Esa.

Acara dilanjutkan oleh tausiyah dari Ustad Budi Azhari, Lc yang merupakan pengisi acara Khalifah di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Dalam tausiyahnya beliau mengatakan bahwa sejarah itu bukanlah terjadi karena pembaruan, melainkan hanya penambahan yang terjadi dari hari sekarang hingga kedepannya. Selain itu, beliau juga mengatakan betapa luar biasanya keberkahan waktu subuh. Banyak berkah yang kita jalani disaat subuh hari.

Acara berakhir dengan pembagian sarapan gratis kepada seluruh mahasiswa baru ITS. Seusai sarapan, mahasiswa baru yang secara bersamaan mengikuti Gerigi ITS 2015, berkumpul di Taman Alumni ITS untuk mengikuti acara tersebut. [ING]